Kamis, Juli 9, 2020
Beranda Aceh Dosen Umuslim Laporkan Penemuan Situs Benteng Belanda di Batee Iliek ke BPCB...

Dosen Umuslim Laporkan Penemuan Situs Benteng Belanda di Batee Iliek ke BPCB Aceh

BIREUEN- realitasonline.id | Dosen FISIP Universitas Almuslim (Umuslim) Bireuen, Teuku Cut Mahmud Azis melaporkan tentang penemuan situs Benteng Belanda di Batee Iliek, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen ke Balai Pelestarian Cagar Budaya Aceh (BPCB Aceh). 

Laporan situs itu disampaikan, Selasa (23/6/2020) dan diterima empat arkeolog, yaitu kepala BPCB Aceh, Bambang Sakti Wiku Atmojo, Toto Harryanto, Mita Indraswari, dan Dede Semiawan.

Teuku Cut Mahmud Azis setelah melaporkan tentang penemuan situs Benteng Belanda tersebut kepada Realitasonline mengatakan, ditemukannya benteng itu sangat penting artinya. Sebab dari situs tersebut akan dapat digali sejarah perang menghadapi kolonial Belanda di Aceh (1873-1904). 

“Benteng ini digunakan sebagai markas pertahanan serdadu Belanda selama puluhan tahun lamanya,” sebut Teuku Cut Mahmud Azis. 

Pria berdarah biru yang akrab disapa, Teuku Cut juga menjelaskan lokasi situs tersebut yang berada di sebidang kebun yang telah menjadi milik warga setempat.

“Hal ini harus mendapat perhatian dari pemerintah daerah, yaitu membicarakan dengan pemilik lahan untuk melistarikan situs itu,” pintanya.

Teuku Cut Mahmud Azis (tengah) bertemu dengan Kepala BPCB Aceh. 

Teuku Cut juga menyampaikan kepada tim arkeolog bahwa temuan itu mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, seperti dari Ketua DPR-Aceh, Dahlan Jamaluddin. Dari tim Plt. Gubernur Aceh, dan tim Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Bireuen, serta dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen.

Disebutkan perkenalan Teuku Cut Mahmud Azis dengan para arkeolog di BPCB Aceh tidak terlepas dari jasa seorang Mahasiswa Jurusan Arkeologi Universitas Indonesia, Muhammad Faisal Chair. Mahasiswa ini diketahui mahir berbahasa Belanda dan pernah melakukan penelitian di Kerkoff Banda Aceh.

Tentang laporan dari dosen Umuslim itu disambut baik BPCB Aceh. Namun, sebut kepala BPCB Aceh, Bambang Sakti Wiku Atmojo, sebelum bertindak lebih jauh pihak BPCB harus mengetahui dulu tentang status situs tersebut.

“Kami selaku Arkeolog memiliki SOP, sebelum melakukan ekskavasi harus terlebih dahulu dimulai dengan kajian. Setelah itu baru dilakukan pemetaan. Tidak boleh langsung melakukan penggalian dan pemugaran,” ujarnya. 

Sementara Arkeolog Toto Harryanto mengaku dia bersama tim sudah pernah turun ke lokasi Kuta Glee yang berada di atas bukit dekat Jembatan Batee Iliek di Kecamatan Samalanga.

“Mungkin belum ke lokasi Benteng Belanda,” ungkapnya.

Situs Kuta Glee yang terletak di atas bukit itu sebut Toto Harryanto dulunya adalah benteng pertahanan rakyat Samalanga ketika menghadapi Belanda. 

BPCB Aceh memberi apresiasi atas temuan itu. Pun demikian diharapkan ada perhatian maupun dukungan dalam bentuk kajian dari Pemerintah Aceh. Sebab ketika restorasi benteng dapat dilakukan, akan mendatangkan PAD yang besar untuk Kabupaten Bireuen. 

“Bus-bus dan travel pariwisata yang berkunjung ke Sabang atau Banda Aceh atau yang menuju Medan dari Banda Aceh, dapat menyempatkan diri untuk singgah di Batee Iliek. Sambil mengunjungi benteng, mereka dapat menikmati wisata alam dan melepaskan lelah dengan bermandi di Krueng Batee Iliek dengan airnya yang sejuk dan bersih,” pungkas Toto Harryanto. (RZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER

‘Negeri Bertuah’ Kembali Diguncang Isu Corona, Jubir Satgas: Warga Kuala PDP, Bukan Positif Covid-19

STABAT - Realitasonline | Kabupaten Langkat yang kerap disebut dengan 'Negeri Bertuah' kembali diguncang isu corona karena salah satu warganya yang positif...

“Dicomblangin”, Harimau Sumatra di London Dibunuh Calon Pasangannya

LONDON - RealitasOnline | Seekor harimau Sumatra mati di Kebun Binatang London. Harimau betina bernama Melati itu dianiaya calon pasangannya, harimau jantan...

“Jemput Bola” Rekam E-KTP, Disdukcapil Pakpak Bharat Terima Penghargaan Gubsu

PAKPAK BHARAT - Realitasonline | Untuk memenuhi persyaratan bagi warga Pakpak Bharat yang sudah berusia 17 tahun atau yang telah kawin untuk...

“Mardua Holong” Tampil Apik Pada Perayaan HBA Kejari Simalungun

SIMALUNGUN - Realitasonline | Keluarga besar  Kejari Simalungun merayakan HBA (Hari Bhakti Adhyaksa) ke 59 penuh suka cita bertempat di Hotel Horizon...

BERITA TERBARU

Kasus Covid-19 di Medan Meningkat, RS Rujukan Tak Mampu Lagi Tampung Pasien Corona

MEDAN - realitasonline.id | Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Medan Mardohar Tambunan mengatakan rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di wilayah tersebut,...

Tiga Komisi DPRD Taput Konsultasi ke Provinsi

TARUTUNG - Realitasonline.id | Tiga (3) Komisi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tapanuli Utara (Taput) Konsultasi ke Tingkat Provinsi Sumut di Medan.

Terbukti Nyabu, Dua Pemuda Asal Haranggaol Diancam 3,6 Tahun

SIMALUNGUN - Realitasonline.id | Dua pemuda asal Haranggaol Horison Simalungun, Luter Simarmata (20) dan Roni Alkahpi Pardede (20) masing masing dituntut hukuman...

Pada Penyerahan 20 Betor Sampah, Bupati Bireuen Ingatkan Warga Agar Menjaga Kebersihan

BIREUEN - realitasonline.id | Bupati Bireuen Dr H Muzakkar A Gani, SH MSi mengatakan salah satu cara hidup sehat adalah dengan selalu...