Kamis, Juli 9, 2020
Beranda Aceh Irigasi Rusak, 80 Hektare Sawah di Abdya Terancam Kekeringan

Irigasi Rusak, 80 Hektare Sawah di Abdya Terancam Kekeringan

BLANGPIDIE – realitasonline.id | Lebih kurang 80 hektare sawah petani di tiga desa dalam Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terancam kekeringan, lantaran pintu air Irigasi yang terletak di Desa Pantee Geulumpang, kecamatan setempat rusak tidak bisa difungsikan lagi.

Keujrun Blang Desa Mesjid, M Yakop, Senin (29/6/2020) mengatakan, pintu air atau irigasi yang terletak di Desa Pantee Geulumpang, Kecamatan Tangan-Tangan perlu segera diperbaiki. Pasalnya, ada sekitar 80 hektare sawah petani akan mengalami kekeringan kalau pintu air tersebut tidak segera diperbaiki.

Puluhan hektare lahan petani tersebut, lanjut M Yakop berada di Desa Mesjid lebih kurang 30 hektare, Padang Kawa sekitar 30 hektare dan Blangpadang lebih kurang 20 hektare. 

“Memang sekarang petani belum membutuhkan air, karena rata-rata lahan di tiga desa itu sekitar dua minggu lagi akan panen. Kalau pada saat akan menggarap lahan nanti tidak juga diperbaiki, maka sawah-sawah itu tidak bisa dibajak,” katanya yang juga merangkap sebagai operator Handtraktor di hamparan setempat.

M Yakop menyebutkan, pintu air tersebut sudah tidak bisa berfungsi karena gear box untuk memutar as drat sudah rusak dan retak. Sehingga, petani kesulitan untuk memutar roda gigi pada saat akan membagikan air.

Sekarang ini, tambahnya, air mengalir ke saluran pembuang mengarah ke sungai (Krueng) Tangan-Tangan. Paling solusi daruratnya nanti, disumbat menggunakan karung goni atau sejenisnya. Namun cara tersebut kata Yakop tidak maksimal untuk membagikan air ke lahan petani.

“Kami berharap, instansi terkait bisa melihat langsung kondisi pintu air yang ada di wilayah kami ini, agar dalam penggarapan lahan kedepan tidak mengalami keterlambatan pada saat sudah mulai turun ke sawah,” tuturnya.

Terakhir M Yakop meminta kepada instansi yang kemungkinan bakal merehap kembali pintu air tersebut, agar memasang pintu lebih kedepan lagi bukan pada posisi sekarang yang justru dapat membuat pintu air itu rusak kembali. 

“Kita tidak bisa mengukur kekuatan arus air dilokasi itu, terkadang tenang, bahkan bisa saja deras. Maka dari itu pintu air ini perlu dimajukan sedikit supaya lebih aman dari hantaman air,” pintanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Abdya drh Nasruddin akan segara turun kelokasi untuk memantau kondisi pintu air tersebut. 

“Sekarang kita turun, terimakasih atas informasinya. Nanti kita akan lihat sejauh mana kerusakan pintu air itu, dan kalau memungkinkan secepatnya diperbaiki. Nanti persoalan ini juga akan kita koordinasi dengan dinas PUPR,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Abdya Sabri mangatakan segera turun kelokasi untuk melihat pintu air tersebut. “Kita akan cek segara,” singkatnya. (ZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER

‘Negeri Bertuah’ Kembali Diguncang Isu Corona, Jubir Satgas: Warga Kuala PDP, Bukan Positif Covid-19

STABAT - Realitasonline | Kabupaten Langkat yang kerap disebut dengan 'Negeri Bertuah' kembali diguncang isu corona karena salah satu warganya yang positif...

“Dicomblangin”, Harimau Sumatra di London Dibunuh Calon Pasangannya

LONDON - RealitasOnline | Seekor harimau Sumatra mati di Kebun Binatang London. Harimau betina bernama Melati itu dianiaya calon pasangannya, harimau jantan...

“Jemput Bola” Rekam E-KTP, Disdukcapil Pakpak Bharat Terima Penghargaan Gubsu

PAKPAK BHARAT - Realitasonline | Untuk memenuhi persyaratan bagi warga Pakpak Bharat yang sudah berusia 17 tahun atau yang telah kawin untuk...

“Mardua Holong” Tampil Apik Pada Perayaan HBA Kejari Simalungun

SIMALUNGUN - Realitasonline | Keluarga besar  Kejari Simalungun merayakan HBA (Hari Bhakti Adhyaksa) ke 59 penuh suka cita bertempat di Hotel Horizon...

BERITA TERBARU

Tiga Komisi DPRD Taput Konsultasi ke Provinsi

TARUTUNG - Realitasonline.id | Tiga (3) Komisi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tapanuli Utara (Taput) Konsultasi ke Tingkat Provinsi Sumut di Medan.

Terbukti Nyabu, Dua Pemuda Asal Haranggaol Diancam 3,6 Tahun

SIMALUNGUN - Realitasonline.id | Dua pemuda asal Haranggaol Horison Simalungun, Luter Simarmata (20) dan Roni Alkahpi Pardede (20) masing masing dituntut hukuman...

Pada Penyerahan 20 Betor Sampah, Bupati Bireuen Ingatkan Warga Agar Menjaga Kebersihan

BIREUEN - realitasonline.id | Bupati Bireuen Dr H Muzakkar A Gani, SH MSi mengatakan salah satu cara hidup sehat adalah dengan selalu...

UNESCO Global Geopark, Edy Rahmayadi Dorong Peningkatan Fasilitas Kaldera Toba

DELISERDANG - realitasonline.id | Dewan Eksekutif United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada sidang ke-209 menyepakati Kaldera Toba sebagai UNESCO Global...