Sabtu, Juni 6, 2020
Beranda Aceh Jelang Idul Fitri, Harga Daging Kerbau di Abdya Meroket, Tembus Rp 200...

Jelang Idul Fitri, Harga Daging Kerbau di Abdya Meroket, Tembus Rp 200 Ribu Perkilo

BLANGPIDIE – Realitasonline | Harga daging kerbau di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) masih bertahan seperti pada hari meugang jelang Ramadhan kemaren. Di beberapa kecamatan yang sudah mulai melakukan pemotongan hewan musiman itu, harganya mencapai Rp 200 ribu perkilo.

Pantauan wartawan di Kecamatan Setia dan Blangpidie, Abdya, Jumat (22/5), banyak pedagang daging dadakan di hampir setiap sudut pinggir jalan nasional Abdya mulai menjual daging kerbau hingga mencapai harga Rp.200 ribu perkilo. Para pedagang tersebut tetap mematuhi aturan yang diterapkan selama pandemi Corona Virus (Covid-19) yakni tetap berjualan dengan menjaga jarak serta tidak menciptakan keramaian dan memotong hewan di desa masing-masing.

Harga daging yang dibandrol di Abdya berkisar antara Rp 190.000-200.000/kg. Harga ini tergolong tinggi bila dibandingkan dengan daerah lain di Aceh. Meski harganya meroket, namun antusias pembeli masih tergolong tinggi meski pelaksanaan meugang sudah diumumkan jatuh besok, Sabtu (23/5).

“Kami mencoba start lebih cepat sedikit, dengan harga daging yang kita jual hari ini 200 ribu per kilogram. Harganya mahal karena harga kerbau lokal masih sama seperti jelang ramadhan kemaren,” kata seorang penjual daging Iwan di pinggir jalan nasional Kecamatan Setia.

Iwan mengaku daging yang dijualnya termasuk kualitas bagus. Dia menjual kerbau lokal sehingga harganya mahal. “Ada juga yang jual harga daging dibawah Rp.200 ribu, tapi tergantung kualitas dagingnya,” kata Iwan.

Menurutnya, masyarakat di Abdya lebih memilih daging kerbau lokal ketimbang dari luar Aceh. “Daging yang kita jual ini dari kerbau yang kita beli di sini dan potong sendiri,” jelas Iwan.

Sementara itu, salah satu warga yang tengah membeli daging dilokasi setempat, mengatakan, ditengah pandemi virus corona (Covid-19) antusias masyarakat membeli daging sangat tinggi. Warga berbondong-bondong untuk mendapat daging segar dipasaran. Meski demikian, pasar dadakan tersebut tetap menjaga jarak antara pedagang satu dengan yang lainnya. 

“Meugang kali ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya. Dimana pasar daging terfokus pada satu tempat yakni di lapangan dan pinggir pantai. Tapi sekarang justru harus menjaga jarak dan menghindar keramaian,” tuturnya.

Tambahnya, meugang sendiri yaitu tradisi masyarakat Aceh membeli daging sapi atau kerbau untuk kemudian dimasak dan disantap bersama keluarga ketika menyambut Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Tradisi meugang ini sudah dilakukan sejak masa Sultan Iskandar Muda memimpin Tanah Rencong dahulu. “Jadi tidak heran kalau kita lihat masyarakat beramai-ramai untuk mendapatkan daging meugang itu meski mahal,” singkatnya. (ZAL) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER

‘Negeri Bertuah’ Kembali Diguncang Isu Corona, Jubir Satgas: Warga Kuala PDP, Bukan Positif Covid-19

STABAT - Realitasonline | Kabupaten Langkat yang kerap disebut dengan 'Negeri Bertuah' kembali diguncang isu corona karena salah satu warganya yang positif...

“Dicomblangin”, Harimau Sumatra di London Dibunuh Calon Pasangannya

LONDON - RealitasOnline | Seekor harimau Sumatra mati di Kebun Binatang London. Harimau betina bernama Melati itu dianiaya calon pasangannya, harimau jantan...

“Jemput Bola” Rekam E-KTP, Disdukcapil Pakpak Bharat Terima Penghargaan Gubsu

PAKPAK BHARAT - Realitasonline | Untuk memenuhi persyaratan bagi warga Pakpak Bharat yang sudah berusia 17 tahun atau yang telah kawin untuk...

“Mardua Holong” Tampil Apik Pada Perayaan HBA Kejari Simalungun

SIMALUNGUN - Realitasonline | Keluarga besar  Kejari Simalungun merayakan HBA (Hari Bhakti Adhyaksa) ke 59 penuh suka cita bertempat di Hotel Horizon...

BERITA TERBARU

Wiwiek Sisto Widayat: Akibat Covid-19 Diperkirakan Perekonomian Sumut Melemah di Triwulan II

MEDAN - Realitasonline.id | Bank Indonesia memprediksikan perekonomian Sumatera Utara (Sumut) pada triwulan II tahun 2020 ini akan mencapai titik terendahnya, yang...

Warga Resah, Abdya Masuk Zona Merah Covid-19

BLANGPIDIE - Realitasonline | Pasca ditetapkannya Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) bersama delapan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Aceh berstatus zona merah corona...

Kejari Paluta Tindaklanjuti Laporan Dugaan Penyelewengan ADD dan DD Aek Haruaya

PALUTA - Realitasonline | Adanya dugaan penyalahgunaan pengelolaan Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2019, Kepala Desa Aek...

Dukungan Pelaku Pariwisata Parapat New Normal di Simalungun

SIMALUNGUN - Realitasonline | Pasca dilaksanakan kegiatan sosialisasi dan simulasi pelaksanaan New Normal di Kabupaten Simalungun, khusus daerah wisata Parapat, 31/05/2020 yang...