Kamis, Juli 9, 2020
Beranda Aceh Panen Padi di Abdya Tak Serentak

Panen Padi di Abdya Tak Serentak

BLANGPIDIE – realitasonline.id | Beberapa hamparan sawah petani di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dalam beberapa hari terakhir sudah mulai panen padi.

Sementara disejumlah hamparan lainnya masih belum panen bahkan masih dalam fase baru keluar malai. Hal itu dipicu lantaran usia tanaman padi disembilan kecamatan tidak sama.

Masli petani di Kecamatan Susoh, Jumat (26/6) mengatakan, petani yang sudah memulai panen padi bisa dikatakan belum terlalu banyak. Untuk areal persawahan di wilayah Kecamatan Susoh, masih sebagian kecil petani yang sudah dan sedang panen.

Sedangkan sisanya masih menunggu panen yang akan diperkirakan sekitar satu hingga dua pekan mendatang. Bahkan, ada beberapa hamparan sawah lainnya masih dalam proses keluarnya malai padi.

“Belum semua petani sudah memanen padi, masih banyak hamparan padi yang masih menunggu masa panen, sebab kondisinya belum sepenuhnya menguning,” paparnya.

Dijelaskan, petani yang terlambat memanen padi dikarenakan, sewaktu masa pengolahan tanah dan hingga proses penanaman padi lalu, sejumlah petani banyak yang terkendala dengan air yang tidak merata, sehingga dengan terpaksa mereka harus menunda proses penggarapan lahan. Tidak hanya itu, penyebab lain seperti menunggu giliran penggarapan lahan menggunakan traktor besar, ditambah lagi sejumlah hamparan terkena rendaman banjir luapan yang mengakibatkan terlambatnya panen padi.

“Masih ada tanaman padi milik petani seperti di Kecamatan Jeumpa, Manggeng, Lembah Sabil dan Setia masih dalam fase pengembangbiakan. Namun ada juga yang menunggu masa panen,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan, sejumlah petani yang telah memanen padinya, rata-rata hanya mendapat yang memuaskan. Ada juga petani yang memperoleh hasil panen dengan ubinan rata-rata mencapai 8 ton/ha.

“Ubinannya juga bervariasi, tergantung varietas padi yang ditanaman. Tapi secara umum tanaman padi tahun ini lebih baik dan tingkat serangan hamanya juga tidak terlalu berat. Kalau ada yang memperoleh hasil panen tidak memuaskan, tentu kondisi itu dipengaruhi oleh serangan hama yang menyerang tanaman padi pada fase pengembangbiakan dan serangan hama burung disaat padi mulai berisi,” papar Ismail petani lainnya.

Amatan wartawan, sejumlah petani di Kecamatan Susoh dan Blangpidie sudah mulai memanen padi, bahkan ada yang telah usai. Selain itu, proses penan padi bagi petani yang lebih awal didukung dengan cuaca yang cerah, sehingga membuat kualitas gabah semakin baik. Ditambah lagi, proses panen yang lebih cepat dengan menggunakan mesin pemotong padi yang mampu mengirit biaya panen padi. (ZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER

‘Negeri Bertuah’ Kembali Diguncang Isu Corona, Jubir Satgas: Warga Kuala PDP, Bukan Positif Covid-19

STABAT - Realitasonline | Kabupaten Langkat yang kerap disebut dengan 'Negeri Bertuah' kembali diguncang isu corona karena salah satu warganya yang positif...

“Dicomblangin”, Harimau Sumatra di London Dibunuh Calon Pasangannya

LONDON - RealitasOnline | Seekor harimau Sumatra mati di Kebun Binatang London. Harimau betina bernama Melati itu dianiaya calon pasangannya, harimau jantan...

“Jemput Bola” Rekam E-KTP, Disdukcapil Pakpak Bharat Terima Penghargaan Gubsu

PAKPAK BHARAT - Realitasonline | Untuk memenuhi persyaratan bagi warga Pakpak Bharat yang sudah berusia 17 tahun atau yang telah kawin untuk...

“Mardua Holong” Tampil Apik Pada Perayaan HBA Kejari Simalungun

SIMALUNGUN - Realitasonline | Keluarga besar  Kejari Simalungun merayakan HBA (Hari Bhakti Adhyaksa) ke 59 penuh suka cita bertempat di Hotel Horizon...

BERITA TERBARU

Tiga Komisi DPRD Taput Konsultasi ke Provinsi

TARUTUNG - Realitasonline.id | Tiga (3) Komisi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tapanuli Utara (Taput) Konsultasi ke Tingkat Provinsi Sumut di Medan.

Terbukti Nyabu, Dua Pemuda Asal Haranggaol Diancam 3,6 Tahun

SIMALUNGUN - Realitasonline.id | Dua pemuda asal Haranggaol Horison Simalungun, Luter Simarmata (20) dan Roni Alkahpi Pardede (20) masing masing dituntut hukuman...

Pada Penyerahan 20 Betor Sampah, Bupati Bireuen Ingatkan Warga Agar Menjaga Kebersihan

BIREUEN - realitasonline.id | Bupati Bireuen Dr H Muzakkar A Gani, SH MSi mengatakan salah satu cara hidup sehat adalah dengan selalu...

UNESCO Global Geopark, Edy Rahmayadi Dorong Peningkatan Fasilitas Kaldera Toba

DELISERDANG - realitasonline.id | Dewan Eksekutif United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada sidang ke-209 menyepakati Kaldera Toba sebagai UNESCO Global...