Rumah Terkena Jalan Dua Jalur, Pemkab Abdya Plot Ongkos Rehap Rp 850 Juta

0

Blangpidie – Realitasonline | Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) akan membayar ongkos bongkar pasang kembali terhadap bangunan warga yang terkena imbas dari peluasan jalan dua jalur di kawasan Desa Ujung Padang, Kecamatan Susoh sampai Ikue Lhueng, Kecamatan Jeumpa hingga ke Kota Blangpidie.

Dimana, Pemkab Abdya telah menyediakan dana sebesar Rp.850 juta sumber anggaran pendapatan belanja kabupaten (APBK) tahun 2020. “Dalam tahun ini akan kita bayar kepada warga yang bangunannya atau teras rumahnya terkena perluasan jalan dua jalur. Yang diberikan itu biaya bongkar dan pasang kembali,” kata Ir Moch Tavip MM selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Abdya, Rabu (29/7).

Untuk tahun ini (2020) lanjut Tavip, jalan dua jalur akan disambung ke arah Ikue Lhueng, Kecamatan Jeumpa sepanjang 1,5 kilometer dengan total anggaran sebesar Rp.19 miliar lebih sumber APBN tahun 2020 dan sudah satu bulan yang lalu mulai dikerjakan. 

Pada tahun 2019 lalu Pemerintah Pusat melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional Provinsi Aceh juga telah membangun jalan dua jalur di Abdya sepanjang 1 kilometer mulai dari kawasan Ujong Padang hingga ke simpang jalan menuju Bandara Kuala Batu, Susoh.

“Mengenai biaya bongkar dan memperbaiki kembali bangunan yang terkena peluasan jalan akan segera di serahkan habis Idul Adha nanti. Tadi baru saja kita mengadakan rapat untuk membahas teknisnya,” tutur Tavip kepada wartawan.

Sebelum di bongkar, tambah Tavip, pihaknya akan melakukan sosialisasi dengan memberikan pemahaman kepada warga agar program pembangunan jalan dua jalur tahap dua ini bisa berjalan lancar dan aman.

“Intinya, kita tidak ganti rugi, tapi biaya bongkar dan pasang kembali. Sebab banyak teras ruko dan bangunan lainnya yang sudah masuk dalam ruang milik jalan,” tuturnya. 

Mengenai besaran biaya bongkar pasang untuk masing-masing rumah warga, tergantung bentuknya. Namun hal itu nanti akan dihitung juga oleh tim tersendiri dari Pemkab Abdya. 
“Dana tersebut akan kita berikan kepada rumah-rumah atau bangunan yang teras atau pagarnya sudah memasuki kawasan milik jalan saja. Kalau selain dari itu tidak dibayar,” ujarnya.

Diprediksi, sambung Tavip, rumah warga yang terkena imbas peluasan jalan dua jalur itu sekitar ratusan rumah jika dihitung sampai ke Kota Blangpidie. Tapi untuk 1,5 kilometer yang sedang dibangun sekarang ini hanya sekitar 20 rumah dengan total biaya bongkar pasang sebesar Rp.60 juta. (Zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here