YARA Duga Ada Keanehan Dibalik Kaburnya Napi Lapas Blangpidie

0

BLANGPIDIErealitasonline.id | Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Barat Daya (Abdya) menduga ada beberapa keanehan dalam proses kaburnya sembilan narapidana (Napi) dari Lembaga Pemasyarakatan kelas II-B Blangpidie, kawasan Desa Alue Dama, Kecamatan Setia, Abdya beberapa hari lalu.

“Kita berharap, pihak KemenkumHam perlu membuka CCTV di Lapas Blangpidie. Karena ada yang janggal dan aneh terkait kaburnya sembilan narapidana dari Lapas itu,” kata Ketua YARA Perwakilan Abdya, Suhaimi SH di Blangpidie, Minggu (18/7).

Dugaan Suhaimi itu timbul usai meninjau langsung ke Lapas kelas II-B Blangpidie di Kecamatan Setia, Abdya, pada Sabtu (17/7) kemaren pasca kaburnya sembilan narapidana yang sebagiannya terlibat kasus narkoba.

Menurut Suhaimi, disamping perlu membuka rekaman CCTV, pihak Kemenkumham Republik Indonesia (R) juga perlu meminta pihak Kepolisian setempat untuk mengusut peristiwa kaburnya sembilan narapidana dari Lapas kelas II-B Blangpidie tersebut.

Karena, tambah Suhaimi, kronologis kaburnya napi lewat jendela aula Lapas sebagaimana disampaikan kepala Lapas sangat tidak masuk akal, dan mustahil orang dewasa bisa lolos dari lobang berukuran diameter sekitar 40×15 centimeter.

“Aneh sekali, tidak masuk akal sembilan narapidana bisa kabur lewat lobang jendela berukuran sekitar 40×15 centimeter. Jangankan orang dewasa, anak-anak saja sulit melewati dua teralis besi yang dipatahkan itu,” ungkapnya

Baca Juga:   Butuh Pasokan, Masih 44.598 Warga Taput Divaksin Covid-19

“Kalaupun memang benar melewati lobang kecil itu, tentu proses kaburnya memakan waktu lama karena mereka (napi) harus memotong (merusak) lagi dua teralis besi jendela. Jadi, sangat mustahil, apalagi kejadiannya siang hari,” sambung Suhaimi.     

Untuk itu, pihaknya menduga sembilan narapidana tersebut kabur melalui pintu utama depan lapas Blangpidie karena saat peristiwa terjadi pintu steril dan pintu penyekat yang dijaga petugas sipir juga tidak terkunci.

“Anehnya lagi,  setelah membuka pintu, napi hanya menikam satu orang petugas. Kenapa tidak kedua-duanya. Ini janggal, pihak Kemenkum HAM perlu buka CCTV dan meminta Kepolisian mengusutnya,” tambah Suhaimi  

Bukan itu saja, kata Suhaimi, saat dirinya ingin melihat lebih dekat jendela dibobol sembilan narapidana itu, pihak Lapas Blangpidie keberatan dengan alasan sudah diberi tanggapan oleh Kakanwil, Kemenkumham Aceh.

“Harusnya semua pihak boleh melihatnya, sehingga menjadi bahan evaluasi ke depan. Jadi, untuk menghindari timbulnya fitnah, maka buka saja rekaman CCTV supaya persoalan ini terang-benderang,” demikian pintanya. (ZAL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here