Minggu, Agustus 1, 2021
BerandaArtikelJurnalis Tidak Gentar Memburu Berita di Lokasi TMMD 111 Kodim 0212/Tapsel

Jurnalis Tidak Gentar Memburu Berita di Lokasi TMMD 111 Kodim 0212/Tapsel

Oleh : Riswandy

Deru mesin kendaraan meraung, menyibak arus dan bebatuan di hamparan badan jalan penghubung dua Kecamatan yang baru di susun batu pecah yang dipadatkan dan digilas oleh alat berat, agar bisa dilalui kendaraan yang melintas.

Kendaraan terus melaju, menyisir bentangan jalan yang kanan-kirinya meliuk pepohonan dengan suasana rindang yang menentramkan hati dan pikiran bagi siapa saja yang melintas di jalan yang baru di bangun prajurit TNI, yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangunl Desa (TMMD) Reguler 111 Kodim 0212/Tapsel.

Sekitar dua setengah jam perjalanan dari Kota Padangsidimpuan, sampailah kendaraan dinas milik Kodim 0212/Tapsel yang ditumpangi puluhan jurnalis dari berbagai media cetak, TV dan online bersama beberapa orang prajurit TNI dari Kodim 0212/Tapsel di lokasi yang dituju di Dusun Batu Rosak Kelurahan Sangkunur Kecamatan Angkola Sangkunur Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) sebagai titik terakhir program pembangunan jalan TMMD 111 Kodim 0212/Tapsel.

Hal yang mengejutkan, jarak tempuh Desa Siuhom ke Desa Sangkunur yang sebelumnya ditempuh dalam hitungan waktu satu setengah jam karena harus menempuh jalur memutar, kini bisa lebih dipersingkat hingga setengah jam perjalanan setelah dibukanya jalan baru oleh TMMD.

Keuletan dan ketangguhan prajurit TNI AD merambah belantara memang tidak diragukan lagi. Dalam hitungan waktu satu bulan, gundukan tanah berbatu yang menyerupai bukit bercadas rata dengan permukaan tanah. Setapak telah berubah wujud menjadi jalan telpot dengan lebar jalan ideal dilewati kendaraan.

Dusun Tangga Batu, ya…. begitulah masyarakat sekitar menamainya. Dusun terpencil yang berada di lingkup pegunungan hijau itu begitu jauh dari sentuhan pembangunan. Jika malam menyelinap, suasana menjadi hening mencekam. Dari kejauhan hanya kegelapan yang terpampang nyata, menyatu dengan pekatnya kegelapan belantara yang mengelilingi Dusun sekitar.

Wajar kiranya, jika masyarakat yang mayoritas warga Nias, menutup diri dan membatasi aktifitas di kala senja mulai merangkak. Sebanyak 20 Kepala Keluarga (KK) yang menghuni Dusun setempat lebih memilih berdiam diri di rumah, ketimbang melakukan aktifitas di luar rumah pada malam hari.

” Sampai sekarang ini, Dusu kami masih minim penerangan. Kalaupun ada jaringan listrik masih menggunakan tenaga surya yang dibangun pemerintah, sehingga aktivitas warga Dusun terbatas dikarenakan minimnya sarana prasarana, ” keluh Amaleni Waruwu (48), warga Dusun Batu Rosak 

Kelurahan Sangkunur Kecamatan Angkola Sangkunur Kabupaten Tapsel, Sabtu (10/7/2021)

Dusun Batu Rosak termasuk salah satu daerah terpencil dan terisolir yang menjadi target program TMMD 111 Kodim 0212/Tapsel. Dengan keterbelakangannya itu. Warga yang mengandalkan hidup dari berkebun dan bertani tentu berharap, adanya seberkas cahaya untuk menerangi kegelapan dan pembangunan jalan sekiranya menjadi salah satu persyaratan mutlak untuk mengangkat roda perekonomian masyarakat.

Apa jadinya, jika pembangunan jalan dan infrastruktur sebagai pendukung geliat perekonomian warga tidak ada. Warga Dusun pasti akan terkepung dalam situasi yang tidak menguntungkan dan tidak berkesudahan. 

Sebagai solusinya, program nasional TMMD yang sudah memasuki tahun ke-111 berupaya menghalau keterbelakangan warga, sebagaimana diungkapkan Dandim 02123/Tapsel

selaku Komandan Satgas TMMD 111 Kodim 0212/Tapsel Letkol Inf. Rooy Chandra Sihomping, SIP.

Menurut Rooy Chandra, banyak faktor yang menyebabkan masyarakat Dusun Batu Rosak hidup dalam keterasingan. Hal yang paling mendasar adalah akses infrastruktur dan transportasi yang masih terbatas. Kondisi jalan yang berisiko dengan jarak tempuh yang relatif lama menyebabkan warga kesulitan memasarkan hasil pertanian seperti palawija, karet, kopi dan kulit manis. Akses transportasi penghubung antar wilayah sangat terbatas sehingga berdampak terhadap sulitnya perkembangan perekonomian masyarakat di daerah setempat. 

Baca Juga:   Walikota Padangsidimpuan Hadiri Pelatihan Tracing Covid-19

” TMMD 111 yang berlangsung selama satu bulan, terhitung dari tanggal 15 Juni hingga 14 Juli 2021 membidik pembangunan sejumlah sarana prasarana yang dibutuhkan sekaligus yang dibutuhkan dan dikeluhkan warga, ” ucap Rooy Chandra.

Selain pembukaan jalan, 150 personel TNI yang dibantu masyarakat juga membangun jembatan dengan berbagai ukuran, perbaikan tempat ibadah dan lainnya. Kesemua itu diharapkan dapat mendorong percepatan pembangunan dalam daerah terpencil dan kedepannya, warga bisa mengecap kehidupan yang lebih layak. 

Baca Juga:   Bupati Tapsel Ajak Masyarakat Tuluskan Niat Pembangunan Masjid Al-Ikhlas

Sebelumnya, Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD 111 Mabes TNI AD dipimpin Asops Kasad Mayjen TNI Eka Wiharsa menegaskan, masyarakat memiliki peran cukup besar dalam pelaksanaan kegiatan kemanunggalan TNI. Upaya-upaya pembinaan mutlak dilakukan sepanjang masa dengan harapan, terciptanya semangat kegotong royongan antara TNI dan Rakyat.

Disebutkannya, kemanunggalan TNI dengan rakyat telah terbina beratus tahun lamanya dan menunjukkan capaian yang menggembirakan. Pelaksanaan kegiatan TMMD pada prinsipnya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di daerah.

” Kegiatan TMMD tidak hanya dalam wujud pembangunan fisik, namun dalam bentuk kegiatan lain seperti penyuluhan dan pembekalan wawasan kebangsaan yang mengacu pada pembentukan karakter masyarakat, khususnya generasi muda, ” ujar Mayjen TNI Eka Wiharsa.

Ia menjelaskan, jika sebelumnya pelaksanaan TMMD jelas hanya sekali dalam setahun, setelah ada usulan kepada komando atas, pelaksanaan TMMD dilaksanakan dua kali dalam setahun. Artinya dengan bertambahnya jadwal kegiatan TMMD, diharapkan kebutuhan masyarakat terhadap sarana prasarana umum dapat terpenuhi.

” Pembangunan infrastruktur jalan bukan sekedar akses penyambung kaki dan tangan, namun lebih dari itu. Idealnya, ada semacam perubahan berarti yang memberi nilai lebih terhadap kehidupan masyarakat sekitar, ” ucap Mayjen Eka

Bupati Tapsel H. Dolly Putra Parlindungan Pasaribu, S Pt, MM juga menitip pesan kepada warga, agar senantiasa menjaga dan merawat sarana prasarana yang telah di bangun TMMD, karena, dengan dukungan infrastruktur yang memadai, perekonomian daerah tentu dapat ditingkatkan,.

” Usai program nasional ini, warga dapat lebih leluasa memasarkan berbagai hasil pertanian. Jalan yang sebelumnya hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki, selanjutnya bisa dimasuki kendaraan roda dua, mobil atau angkutan lain, ” ungkap Dolly.

Terpisah, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tapanuli Bagian Selatan (Tabgsel) Sukri Falah Harahap mengatakan, sejak pembukaan TMMD 111 Kodim 0212/Tapsel, di Desa Siuhom Kecamatan Angkola Barat Kampung Kabupaten Tapsel pada pertengahan bulan Juni 2021 lalu, tidak luput dari pemberitaan dari para jurnalis dari berbagai media untuk mengekspos kegiatan TMMD.

” Para wartawan yang meliput di kegiatan TMMD 111 Kodim 0212/Tapsel, tanpa kenal lelah, memburu berita di lokasi kegiatan. Saya mengapresiasi teman-teman dari semua media baik cetak, online maupun elektronik, tanpa gentar dan tak kenal lelah memburu berita di lokasi TMMD. Juga kepada Tim Satgas TMMD 111 Kodim 0212/Tapsel serta warga, yang sudah banyak membantu dan kooperatif setiap kali diminta informasi terkait kegiatan di lokasi TMMD, ” terangnya.****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER

BERITA TERBARU