Kemitraan Antara Pemkab Taput Dengan Jurnalis

0

Catatan: Marudut Nainggolan

Helatan Pemkab Taput melalui Dinas Kominfo, bukan hanya mendengar paparan bupati terkait berbagai keberhasilan pembangunan dan program ke depan serta berbagai kendala serta solusi, kemudian bagaimana peran aktif jurnalis menyikapi sebagai bentuk kemitraan.

Tetapi kali terakhir tahun 2022, temu pers yang dihelat, Selasa (27/12) dirumah dinas bupati yang pandu Kadis Kominfo Hendrik Taruna, dihadiri ratusan insan menyebut dirinya jurnalis termasuk aku .

Dalam sesi awal terkesan kami sebagai peserta sosialisasi setelah tampilnya Bahal Simanjuntak Kadis Sosial memaparkan program bantuan sosial (Bansos) kepada masyarakat dari kementerian sosial.

Boleh ku simpulkan, paparan tentang mekanisme atau peraturan yang mengikat hingga seseorang itu boleh mendapat bantuan sesuai kategori bukan karena selera ,tetapi benar-benar orang yang layak berdasarkan kelengkapan administrasi ,seperti KTP,KK, Pekerjaan yang harus sinkron.

Pada intinya, dari paparan Bahal Simanjuntak , paling tidak teman-teman wartawan dan aku didalamnya memahami mekanisme pemberian bansos dari kementerian sosial.

Sehingga kemudian, bila ada dari wartawan menerima informasi sekitar keluhan warga terkait bantuan sosial, setidaknya dalam penyajian pemberitaan ada keseimbangan tidak lagi terkesan memihak.

Dan atau paling penting, melalui penyampaian materi , teman-teman wartawan ditengah keluarga dan kerabat boleh berperan mengingatkan betapa pentingnya keseragaman penulisan identitas baik di kartu penduduk dan kartu keluarga dan harus terdaftar dalam DTKS.

Baca Juga:   HPN 2023: Ekspedisi Geopark Kaldera Toba, Pers Turut Menjaga Warisan Dunia

Temu pers akhir tahun , tampilkan tiga ketua organisasi pers yang ada di Taput yakni Alfonso Situmorang (PWI), Janpiter Simorangkir (SMSI) dan Lamhot Silaban (SPRI) menyampaikan sambutan.

Bertiga didepan ratusan wartawan mengapresiasi kinerja pemerintah Tapanuli Utara selama kepemimpinan Nikson Nababan. Dan mengatakan , agenda temu pers bagian dari wujud kemitraan pemkab dengan jurnalis.

Hanya saja dalam hatiku, sekiranya ketiga ketua-ketua kami para wartawan yang bernaung di tiga organisasi, menyampaikan secara lugas,bahwa berbagai kritik konstruktif dari wartawan adalah bagian dari hakiki kemitraan.

Dan sebaliknya, kepada kami-kami anggotanya di organisasi boleh disarankan agar setiap kritik melalui berita media tetap mengedepankan kaidah-kaidah jurnalistik. “kritik konstruktif, kritik membangun” kira-kira begitulah.

Bila demikian, kami-kami akan semakin memaknai hakiki dari sebuah kemitraan.Tapi tak apalah, yang pasti di pandangan ku ,ketiga ketua organisasi wartawan di Tapanuli Utara dalam penyampaian sambutan telah menunjukkan jati diri seorang wartawan professional.

Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan tidak jauh beda dari temu pers lalu-lalu, mengajak wartawan untuk lebih memaknai kemitraan. “Silahkan teman wartawan ,bila mendapat informasi dilapangan konfirmasi ke saya, kalau ada masalah kita diskusikan bersama”,ajak Nikson Nababan.

Bagi aku, ajakan ini, sebagai bentuk keterbukaan Nikson Nababan kepada wartawan dan itu diamini teman sekitar ke duduk satu meja di acara temu pers, entah teman yang lain.

Baca Juga:   HPN 2023: Ekspedisi Geopark Kaldera Toba, Pers Turut Menjaga Warisan Dunia

Bagi aku, sebagai wartawan, sejak kepimpinan Nikson Nababan ,lebih fokus meliput di lembaga Legislatif.

Tetapi dari sisi organisasi, ketika aku masih ketua PWI Bonapasogit selama dua tahun di kepemimpinan periode pertama Nikson Nababan, perhatian beliau untuk berjalannya roda organisasi sesuai program selalu direspon positif oleh beliau

Bahkan diakhir periode saya, kami usulkan agar biaya perhelatan Uji Kompetensi Wartawan di Taput di tampung dalam APBD.

Luar biasa itu direalisasikan, ketika bung Posma Simorangkir sebagai ketua PWI Bonapasogit kembali mengusulkan dan direalisasi. Ada sebanyak 19 wartawan di Tapanuli Utara dinyatakan wartawan kompeten ,mayoritas wartawan Non PWI.

Bagi aku, responsif Bupati Nikson Nababan bagi program organisasi PWI Bonapasogit yang pernah aku nahkodai, adalah bagian dari perhatian beliau kepada wartawan.

Jujur saja ,terkait tulis menulis di media aku bekerja tak lah terlalu maju, belum pernah lah konfirmasi berita, karena memang sejak Nikson Nababan memimpin Taput, aku lebih fokus meliput di DPRD Taput.

Tetapi dari yang pernah kualami selama memimpin organisasi PWI Bonapasogit, hampir tiga tahun, tak lah pernah Bupati Nikson Nababan tidak mendukung kegiatan organisasi PWI.

Itulah kemitraan yang aku genggam dari Nikson Nababan selama menahkodai pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di Tapanuli Utara. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini