Minggu, Agustus 1, 2021
BerandaArtikelKesemrawutan Pasar Gambir Tembung Bisa Rusak Kesohorannya

Kesemrawutan Pasar Gambir Tembung Bisa Rusak Kesohorannya

Penulis : H. Irwansyah

Salah satu pasar yang ramai dikunjungi masyarakat Tembung untuk berbelanja adalah Pasar Gambir yang terletak di Desa Bandar Klippa Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara.

Kebutuhan akan sembako, segala jenis sayuran, ikan sampai bermacam jenis lainnya yang diperlukan untuk kebutuhan dapur dapat diperoleh di pasar tradisional ini. Sebelum matahari terbit bahkan sejak diniharipun pasar ini sudah dipadati orang untuk beraktifitas terutama menyangkut jual beli kebutuhan bermacam bahan pokok. Pasar yang merupakah central pedagang kelontong maupun beragam keperluan dapur bahkan berbagai jenis pakaian dan alat kecantikan ada disini.

Kecamatan Percut Sei Tuan cukup luas punya delapan belas desa, dua kelurahan, kendati mempunyai banyak pasar yang tersebar, namun secara historis pasar gambir yang ada di Tembung lebih tersohor keberadaannya. Disamping letaknya yang cukup strategis juga mempunya nilai jual yang tinggi.

Lalu, kenapa Pasar Gambir terkait lokasi ataupun letaknya harus menyebut nama “Tembung” ? padahal keberadaannya sebenarnya masuk wilayah Desa Bandar Klippa.

Kalau ditilik dari sejarah, terkait kemerdekaan Indonesia, begitulah ketenaran nama kota Tembung terangkat berkat perjuangan para pejuang kemerdekaan yang terkenal dengan sebutan “Pejuang Medan Area” dengan basisnya berpusat di tengah Desa Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan.

Desa Tembung sendiri berada ditengah antara desa yang lainnya di Percut Sei Tuan. Diantaranya Desa Sambirejo Timur, Desa Bandar Klippa, Desa Bandar Khalifah, Desa Sei Rotan dan Desa Kolam. Ketika kita menyebut nama Desa yang diantaranya ini, tetap saja orang menyebut dengan nama Tembung.

Dan uniknya lagi, agar lengkap alamat yang disebut ditambah lagi dengan sebutan pasar. Bukan identik dengan tempat orang berjualan, akan tetapi pasar disini diartikan lebih kepada sebutan alamat. Mulai dari pasar satu, dua, tiga, empat..dan seterusnya.

Jadi dikala orang bertanya tentang alamat tempat tinggal misalnya, maka orang yang ditanya akan menjawab, tinggal di Tembung Pasar 10 atau rumah saya di Tembung Pasar 8.

Sebutan kata Tembung sampai sekarang masih terus melekat manakala keberadaan kita yang bermukim di wilayah induk Kecamatan Percut Sei Tuan dimanapun kita tinggal diantara desa yang berdampingan dengan DesaTembung.

Kota Tembung juga diperkaya dengan sejarah lainnya. Salah satu yang tak asing keberadaan “rujak simpang jodoh” di pasar 7 Tembung. Konon sekitar tahun 1960 an bagi masyarakat Tembung dan sekitarnya yang ingin mendapatkan jodoh harus mengunjungi kawasan ini sambil menikmati kuliner yang ada termasuk rujak uleknya (bumbu kacang yang digiling)

Terbukti dari banyak cerita yang muncul, sebagian besar memang mendapat jodoh dari hasil pertemuan di simpang pasar 7 ini. Hal hasil kawasan ini terkenal dengan sebutan “rujak simpang jodoh”.

Pasar Gambir Tembung memiliki banyak pedagang berjualan dan terkenal juga dengan keberadaan pedagang kaki limanya (k -5) (pedagang yang menjajakan jualannya dengan meletakkan lapaknya tepat dipinggir jalan).

Kehadiran para pedagang kaki lima inilah sering menimbulkan masalah ditengah hiruk pikuknya suasana pedagang dan pembeli yang memadati area pasar gambir. Kendati pemerintah Kecamatan Percut Sei Tuan berulang kali menertibkan para pedagang kaki lima, namun bagai tak ada artinya kerja yang dilakukan aparat kecamatan yang dipimpin camatnya beserta stakeholder.

Tak ayal, pasca penertiban berlangsung para pedagang bak kucing – kucingan dengan petugas dilapangan. Ketika petugas penertiban tak kelihatan dilokasi, kadang seperti ada yang mengkomandoi, satu persatu pedagang kembali menggelar lapak dagannya ditempat semula.

Teranyar, berlangsung penertiban pedagang kaki lima di Pasar Gambir bahkan menyasar sampai kelokasi sepanjang pasar 9. Tak tanggung penertiban langsung dipimpin camat Percut Sei Tuan ketika dijabat Drs Khairul Azman, melibatkan aparat TNI/Polri Satpol PP, Dishub, Aparatur Kecamatan dan Desa serta unsur lainnya.

Baca Juga:   Comf-PPE: Alat Pelindung Diri Berbasis Internet Karya Mahasiswa FTUB dan FKUB

Hanya berlangsung satu hari, tampak lokasi bekas penertiban menjadi bersih dari pedagang k -5. Baik di area Pasar Gambir juga di sepanjang ruas jalan Pasar 9 Percut Sei Tuan kelihatan lapang dan bersih. Drainase dikiri kanan turut dikeruk. Sebentar saja, tidak sampai hitungan hari kembali tenda – tenda berdiri bak jamur tumbuh dimusim hujan.

Sepertinya Penertiban yang dilakukan pemerintah Kecamatan Percut Sei Tuan tidak menerapkan konsep yang jelas. Konsep dimaksud, seperti merancang tata ruang, revitalisasi, prinsip ini jelas arahnya, yaitu meliputi perbaikan dan peningkatan kualitas kondisi fisik bangunan, tata hijau, sistem penghubung, sistem tanda/reklame dan ruang terbuka kawasan.

Baca Juga:   Comf-PPE: Alat Pelindung Diri Berbasis Internet Karya Mahasiswa FTUB dan FKUB

Dipandang dari sisi manajemen, revitalisasi mampu membangun pengelolaan pasar yang mengatur secara jelas aspek – aspek seperti hak dan kewajiban pedagang. Tata cara penempatan dan pembiayaan serta fasilitas yang dibutuhkan.

Tanpa konsep yang jelas maka setiap penertiban yang dilakukan akan percuma, hanya menghabiskan anggaran saja. Siapa yang untung dan diuntungkan, tidak jelas.

saat ini pasar gambir Tembung terlihat semerawut. Kemacetan terjadi disana – sini. Arus lalu lintas tersendat, pengendara harus extra hati – hati melintas, lengah sedikit bisa menubruk pedagang atau pembeli disekitar. Pedagang kaki lima seenaknya menggelar lapaknya sampai menyit badan jalan. Bagai tak nampak lagi kerapian serta nilai historisnya.

Salah seorang Kepala Desa Bandar Klippa Soeripno, SH mengatakan, sepertinya akan sia – sia saja mekakukan penertiban di pasar gambir tanpa ada aturan yang jelas. Paling tidak dibuat perda yang mengatur. Kalaupun ada plank yang diletakkan di area pasar gambir untuk melarang berjualan dipinggir jalan, inikan hanya himbauan saja tidak mengikat, terbukti tidak ada pedagang yang menggubris, ujarnya.

Sudah berapa pejabat camat Percut Sei Tuan berganti. Penertibanpun sudah berulang dilakukan, namun sampai saat ini belum ada perubahan yang berarti, masih kelihatan semerawut.

Sebenarnya kalau ditata dan dikembangkan dengan serius, pasar gambir Tembung akan menjadi daya tarik tersendiri bagi kunjungan wisatawan. Betapa tidak, selain strategis plus memiliki nilai historis seperti yang dijelaskan diatas. Strategis, pasar gambir Tembung dengan lokasi di pinggir ruas jalan lintas dari Medan – Bandara Kualanamu atau sebaliknya.

Memang untuk menjadikan pasar gambir Tembung terlihat teratur dan bersih bukan suatu pekerjaan mudah. Diperlukan kajian yang mendalam. Diperlukan sinergitas berbagai elemen masyarakat yang ada.

Dan sebenarnya bisa dilihat siapa pihak yang mengatur keberadaan pasar gambir Tembung dilapangan saat ini.

Aktifitas kelompok OKP terlihat jelas mengkoordinir untuk mengatur tata letak lapak para pedagang. Yang hampir menyita badan jalan para pedagang menjajakan jualannya.

Sebenarnya sah saja bila anggota OKP melibatkan diri dalam mengatur sekaligus mengawasi jalannya usaha para pedagang pasar gambir. Sepanjang mengikuti aturan dan menerapkan segi ketertiban bagi pedagang. Apalagi ini juga sebagai bentuk pengerahan tenaga kerja mengisi lapangan kerja warga setempat.

Selain itu alangkah baiknya pemerintah Kabupaten Deli Serdang harus turun gunung dalam rangka merespons persoalan pasar gambir Tembung yang semerawut ini. Misalnya dari Dinas Pasar turun ke Percut Sei Tuan untuk mengatasi bagaimana pembenahan pasar gambir Tembung ini kedepan.

Seharusnya pihak pemerintahanlah yang langsung mengkoordinir para pedagang dilapangan. Kalaupun ingin melibatkan pihak lain tidak masalah. Mereka harus berpedoman pada aturan pemerintah kecamatan Percut Sei Tuan sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah Kabupaten Deli Serdang sepanjang dibuat dahulu MOU nya seperti apa tekhnis pengelolaannya.

Sehingga berjalan sesuai kesepakatan yang dibuat. Intinya pasar gambir Tembung jangan lagi kelihatan semerawut sehingga tidak sampai merusak nilai historisnya. Selanjutnya arus lalu lintas di area pasar gambir Tembung diharapkan menjadi lancar. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER

BERITA TERBARU