Rabu, Februari 1, 2023
BerandaArtikelKomitmen Agincourt Resources Dalam Melestarikan Lingkungan Melalui Pengembangan Lubuk Larangan

Komitmen Agincourt Resources Dalam Melestarikan Lingkungan Melalui Pengembangan Lubuk Larangan

Catatan: Riswandy
 
Selaku pengelola Tambang Emas Martabe, PT Agincourt Resources (PTAR) melalui Departemen Community Relations terus berupaya dan menjalankan berbagai program pelestarian lingkungan dan melestarikan berbagai keanekaragaman hayati di wilayah sekitar Tambang Emas Martabe yakni, dengan menggerakkan masyarakat untuk menjaga ekosistim lubuk larangan di wilayah sungai sebagai bagian dari budaya kearifan local.
 
Salah satu upaya yang dilakukan PTAR dalam melestarikan lingkungan hayani yakni melalui pelepasan 17.000 bibit ikan jurung dan ikan mas di lubuk larangan Sungai Garoga, Desa Garoga dan pelepasan 15.000 bibit ikan terdiri dari 5000 ekor bibit ikan Jurung yang merupakan salah satu spesies endemik lokal serta 10.000 bibit ikan Nila di lubuk larangan Sungai Batu Horing Kecamatan Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).
 
Kegiatan tersebut mendapat dukungan masyarakat dan pemerintah daerah khususnya Pemerintah Kecamatan Batang Toru dan Pemerintah Desa Garoga dan Desa Batu Horing, karena kegiatan tersebut selain sebagai bagian dari komitmen PTAR dalam mendukung kearifan local,  juga merupakan budaya turun temurun yang harus dipertahankan ini di tengah-tengah masyarakat dan muaranya akan meningkatkan pendapatan masyarakat dari sector perikanan air tawar.
 
Bibit ikan jurung dan ikan mas yang dikembangbiakkan di dua lubuk larangan tersebut akan dapat dipanen oleh masyarakat dalam waktu maksimal 2 tahun ke depan. Pelepasan bibit ikan di lubuk larangan akan terus dilanjutkan dan kegiatan ini juga didukung oleh para Kepala Desa dan pegiat lingkungan dan melakukan konservasi ikan jurung sebagai spesies endemik di Tapsel.
 
Pelepasan bibit ikan di lubuk larangan juga bagian dari kontribusi PTAR dalam mendukung upaya melestarikan lingkungan hidup yang merupakan tanggungjawab semua, sehingga diharapkan muncul keterlibatan dan rasa memiliki terhadap lubuk larangan yang saat ini mulai jarang digalakkan.
 
Lubuk larangan merupakan kearifan lokal yang turut menjaga kelestarian alam, terutama sungai dari pencemaran, perusahan, dan eksploitasi berlebihan. Keberadaan lubuk larangan juga dapat memperkuat kesadaran masyarakat untuk melestarikan jenis-jenis ikan lokal, karena dalam kurun waktu tertentu, masyarakat dilarang untuk mengambil ikan dan biota sungai lainnya.

Baca Juga:   HPN 2023: Ekspedisi Geopark Kaldera Toba, Pers Turut Menjaga Warisan Dunia
Kondisi sungai Garoga Desa Garoga Kecamatan Batang Toru yang asri dengan lingkungan yang terjaga. (Foto : Realitasonline / Ist)

Di pilihnya lubuk larangan karena dinilai sebagai kearifan lokal yang berpengaruh kuat dalam praktik-praktik adat konservasi alam serta menjaga kelestarian sungai dari pencemaran, pengrusakan atau eksploitasi berlebihan.
 
General Manager Operations PTAR Rahmat Lubis bersama Manager Community Relations PTAR Masdar Muda, Direktur & CFO PTAR Noviandri Hakim, dan Senior Manager Community PTAR Christine Pepah saat meninjau lubuk larangan di Kecamatan Batang Toru mengatakan, kegiatan yang dilakukan PTAR tersebut sebagai bentuk upaya konservasi alam dan menjaga kelestarian sungai.
 
“ Kegiatan pengembangbiakan di lubuk larangan ini merupakan bagian dari pelestarikan lingkungan dari PTAR, sekaligus menggiatkan partisipasi aktif masyarakat melalui kelompok masyarakat untuk pemanfaatan sungai, dengan tujuan dapat meningkatkan motivasi dan kerjasama para anggota kelompok masyarakat dalam rangka pengelolaan dan pengembangan usaha perikanan air tawar, “ terang General Manager Operations PTAR, Rahmat Lubis.
 
Ia mengungkapkan, pelestarian lingkungan sungai melalui penaburan ikan di lubuk larangan ini salah satu upaya untuk menjauhkan asumsi public bahwa dengan kehadiran PTAR di Batang Toru memiliki dampak kepada pencemaran lingkungan termasuk pencemaran sungai yang mengganggu kehidupan habitatnya.
 
“ Disini perusahaan membuktikan bahwa habitat keanekaragaman di sungai Garoga dan Sungai Batu Horing tetap asri dan ikan yang kita kembangbiakkan bersama masyarakat di lubuk larangan ini sangat baik dikonsumsi dalam meningkatan kebutuhan gizi masyarakat, serta memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memanfatkan lokasi lubuk larangan sebagai potensi perekonomian masyarakat, “ ucapnya.
 
Rahmat  menambahkan, kegiatan ini semuanya terlaksana atas dukungan dan partisipasi masyarakat melalui penaburan bibit ikan yang dikelola kelompok masyarakat, sehingga diharapkan dapat menjaga kekompakan sesama masyarakat. Kepada masyarakat agar saling mengingatkan dan memotivasi sehingga hasilnya nanti dapat dipanen bersama untuk ketahanan pangan di wilayah ini.
 
“ Saya bangga, kita masih dapat menjaga kearifan lokal melalui kegiatan lubuk larangan ini, apalagi kegiatan ini merupakan sebuah tradisi yang sudah teruji sejak lama dan berlangsung secara turun temurun, dengan memanfaatkan SDA yang ada, “ ucapnya
 
Sementara Kepala Desa Garoga Risman Rambe mendukung program ini dan siap membantu dan bergandengan tangan dengan PTAR dalam rangka menjaga ekosistim dan lingkungan sungai sekaligus menangani permasalahan sosial dan ekonomi di lingkungan masyarakat.
 
Disebutkannya, lubuk larangan adalah kebijakan adat kolektif untuk memperkuat kesadaran masyarakat dalam melestarikan jenis ikan lokal yang kian jarang dijumpai di sungai, sehingga dalam kurun waktu tertentu masyarakat dilarang mengambil ikan dan biota sungai, agar bibit ikan dapat berkembang dengan baik dan masyarakat juga telah sepakat untuk bertanggungjawab memelihara ikan dan melestarikan sungai,
 
“ Kami warga Desa Garoga sangat mendukung uapaya yang dilakukan PTAR, walaupun Desa kami tidak masuk dalam wilayah lingkar tambang, namun perhatian PTAR terhadap Desa kami cukup banyak, baik itu dari segi sector perikanan, pertanian dan lingkungan yang terus digalakkan, “ terang Risman.
 
Selain itu, penaburan bibit ikan dimaksud untuk memeliharan ekosistem perairan sekaligus pengembangan sumber daya ikan di daerah ini. Apalagi PTAR akan selalu komit dengan arah kebijakan yang salah satunya berorientasi kepada pembangunan ekonomi kerakyatan yakni sumber daya ikan.
 
“ Sekarang bibit ikan air tawar telah ditabur di lubuk larangan ini dan kepada masyarakat mohon ikan yang kita tabur ini tidak kita tangkap dalam beberapa waktu yang ditentukan, yang pada waktunya mari kita panen bersama, ” katanya. (*)

Baca Juga:   HPN 2023: Ekspedisi Geopark Kaldera Toba, Pers Turut Menjaga Warisan Dunia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

BERITA POPULER

BERITA TERBARU