Sabtu, Agustus 8, 2020
Beranda Artikel Literasi Vs Hoax di Tengah Pandemi ? Apa Kaitannya?

Literasi Vs Hoax di Tengah Pandemi ? Apa Kaitannya?

Oleh: Kelompok KKN DR 43 UIN Sumatera Utara

Hah literasi? apasih itu literasi, sering dengar cuman gak tau itu apa. Itu merupakan ungkapan yang sering terdengar dari beberapa kalangan mahasiswa dan masyarakat luas. Bahkan sering juga  literasi ini dikaitkan dengan perpustakaan atau kegiatan membaca dan menulis, yah  mungkin masih jarang terdengar di telinga makna yang sesungguhnya dari literasi ini sendiri. 

Nah disini  akan dikupas  informasi mengenai makna literasi atau lebih lengkapnya makna sebenarnya dibalik literasi informasi. literasi adalah kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi.

Saat manusia sedang membaca atau menulis, sedikit banyaknya akan terjadi transfer informasi atau ilmu pengetahuan dari bahan yang sedang dibaca atau ditulis tersebut. Dan sedikit banyaknya akan memahami makna dari tulisan atau bacaan tersebut.

Berikutnya informasi yang sedang dibaca atau ditulis tersebut akan diolah didalam pikiran, nah pada saat mengolah informasi inilah akan tersirat beberapa makna yang akan menjadi kesimpulan inti dari apa yang kita baca atau tulis tersebut. Hal inilah yang kemudian menjadi alasan atau pemikiran dimana literasi sering dikait-kaitkan dengan membaca, menulis atau perpustakaan.

American Library Association (ALA) mendefinisikan literasi informasi sebagai serangkaian kemampuan yang dibutuhkan seseorang untuk menyadari kapan informasi dibutuhkan dan kemampuan untuk menempatkan, mengevaluasi, serta menggunakan informasi yang dibutuhkan secara efektif.

Perlu kita ketahui juga bahwa secara umum  literasi informasi diartikan sebagai kemelekan atau keberaksaraan informasi.  Nah agar lebih jelasnya berikut telah di rangkum pendapat dari berbagai kalangan mengenai pengertian dari literasi informasi.

Menurut Kamus Bahasa Inggris, literacy adalah kemelekan huruf atau kemampuan membaca dan information adalah informasi. Jadi literasi informasi adalah kemelekan terhadap informasi.

Istilah ini masih sangat asing di tengah masyarakat, meskipun demikian istilah ini biasanya dihubungkan dengan kemampuan dalam penggunaan perpustakaan dan penggunaan teknologi informasi.

Definisi lain diberikan oleh Verzosa (2009) bahwa literasi iformasi dapat diartikan sebagai sebuah keahlian dalam mengakses dan mengevaluasi informasi secara efektif untuk memecahkan masalah dan membuat keputusan. Seseorang yang memiliki keahlian ini tahu bagaimana belajar untuk belajar. Karena mereka tahu bagaimana mengelola informasi,mengevaluasi, memilah-milah dan menggunakannya sesuai dengan etika yang berlaku.

Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa literasi informasi merupakan kemampuan yang ada dalam diri setiap individu  dalam menemukan informasi yang dibutuhkan, yang kemudian dengan adanya informasi ini dapat menubuhkan kemampuan dan mengolah informasi ini dalam kehidupan sehari-hari.

Kita semua sudah melihat bagaimana  pesatnya Perkembangan  akan ilmu pengetahuan dan kehidupan manusia yang semakin maju dengan kehadiran teknologi komunikasi dan informasi. 

Semakin canggihnya teknologi di bidang komputerisasi, informasi dan komunikasi saat ini, menyebabkan informasi semakin banyak dan beragam jenisnya. Informasi tersebut  dapat berupa informasi dalam bentuk  dokumen, berita, data keuangan, laporan penelitian, data statistik dan lain-lain masih banyak lagi.

Namun perlu di ketahui juga bahwa membludaknya informasi saat ini perlu juga diadakan yang namanya filter information atau penyaringan informasi. Karenatidak semua informasi yang di suguhkan itu semuanya adalah nyata ada juga yang besifat hoax, hoax merupakan beritabohong atau berita palsu yang dibuat seolah-olah benar adanya.

Dampak dari penyebaran informasi hoax ini sangat negatif karena bisa membuat salah paham dan juga menimbulkan finah hingga perpecahan. Untuk itu kita tidak dianjurkan hanya sekedar mencari informasi tapi lebih pada bagaimana memilih informasi  dari pada sekedar mendapat akses terhadap informasi.

Kini dunia sedang di guncang oleh Wabah mematikan, wabah ini disebabkan oleh satu makhluk kecil yang dinamakan Corona Virus. Yang mengakibatkan semua kegiatan baik sosial, ekonomi, bakhan pendidikan di semua  negara mangalami modifikasi kebijakan, Termasuklah Negara Indonesia. Indonesia sudah memodifikasi kegiatan dengan bersifat daring (online).

Masyarakat di tuntut untuk pandai dan terjun aktif dalam dunia maya. Dan pemberlakuan ini membuat masyarakat juga aktif untuk bermedia sosial. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kemampuan memperoleh informasi seluruh lapisan masyarakat, sebab secara tidak langsung situasi ini yang kemudian tidak menutup kemungkinan memperluas atau memperbanyak penyebaran informasi Hoax di kalangan masyarakat.

Dan disinilah kemampuan Literasi Dibutuhkan. Ada beberapa jenis literasi informasi yang seharusnya dimiliki oleh seluruh lapisan masyarakat karena ini juga sedang marak-maraknya atau sedang trendi dalam masa pandemi covid 19, diantaranya:

a. Literasi gambar (Visual Literacy), yaitu suatu kemampuan untuk memahami dan menggunakan gambar termasuk pula kemampuan untuk berfikir, belajar, serta mengekspresikan gambar tersebut.

b. Literasi media (Media Literacy), yaitu suatu kemampuanuntukmengakses, menganalisa, dan memproduksi informasi untuk hasil yang spesifik .

c. Literasi computer (Computer Literacy), yaitu suatu kemampuan untuk menciptakan danmemanipulasi dokumen dan data menggunakan perangkat lunak pengolah kata, pangkalan data dan sebagainya.

d. Literasi digital (Digital Literacy), yaitu suatu keahlian yang berkaitan dengan penguasaan sumber dan perangkat digital.

e. Literasi jaringan (Network Literacy), yaitu suatu kemampuan untuk  dapat mengakses,menempatkan,dan menggunakan informasi dalam dunia berjejaring misalnya internet, pengguna harus menguasai keahlian ini.

Rata-rata jenis literasi ini masih berhubungan dengan teknologi informasi, mengapa demikian? karena memang teknologi informasi di masa pandemi ini menjadi salah satu penyebaran informasi nomor satu, terutama sosial media.

Hampir semua kalangan berkecimpung setiap harinya dengan sosial media baik itu facebook, instagram, whatsaap, twitter dan lain sebagainya.  Nah, inilah alasan mengapa teknologi informasi khususnya sosial media menjadi penyebaran informasi nomor satu paling cepat.

Literasi informasi dimasa pandemi Covid-19 sekarang ini sangatlah penting, dikatakan demikian karena hal ini sangat berkaitan erat. Adapun alasannya dikatakan sangat berkaitan erat yaitu: jika seandainya masyarakat kurang informasi mengenai dampak Covid-19, bagaimana corona dapat menular, bagaimana ia berkembang biak, dan apa saja gejalanya dan lain sebagainya tentunya hal  ini akan membuat masyarakat kurang sadar akan dampaknya dari Covid-19 tersebut.

Bahkan mungkin akan menghiraukan anjuran-anjuran yang dibuat oleh pemerintah, larangan-larangan yang dibuat pemerintah serta protokol kesehatan yang harus di ikuti, nah dengan demikian jika masyarakat kurang bahkan tidak memiliki kemampuan literasi informasi yang baik terutama mengenai wabah Covid-19.

Akan berbeda lagi ceritanya, jika seandainya masyarakat  paham dan sadar mengenai makna dan pentingnya kemampuan dari literasi informasi itu sendiri. Jikaseandainya masyarakat paham betul makna sesungguhnya literasi ini sesungguhnya segalanya akan mudah terkontrol dimasa pandemi ini. Informasi yang berceceran tidak akan langsung di terima dengan baik tetapi akan melalui prosespemfilteran terlebih dahulu sebelum di gunakan atau disebarluaskan.

Didalam dunia literasi seseorang yang terampil akan penggunaan informasi serta pengaplikasiannya disebut dengan seseorang yang melek informasi. Alangkah indahnya jika dimasa pandemi sekarang ini banyak ditemukan masyarakat melek Covid-19, jika hal ini terjadi tentunya pencegahan dan upaya memutuskan matai rantai Covid-19 akan bisa sedikit demi sedikit mengurangi ke khawatiran tentang meluasnya penyebaran wabah ini.

Jika seandainya literasi informasi mengenai Covid-19 sudah berhasil masuk kedalam jiwa seseorang atau sekelompok orang setidaknya ada beberapa hal yang akan disadari yaitu :

a. Menyadari kebutuhan informasi mengenai Covid-19

b. Jika seandainya menemukan sebuah informasi mengenai Covid-19 akan mengevaluasi kualitas informasinya bukan hanya kuantitasnya.

c. Menyimpan dan menemukan kembali informasi. Dalam artian akan menyimpan informasi yang dianggap real atau relevan untuk dijadikan sebagai bahan acuan atau tambahan ilmu pengetahuan tentang wabah Covid-19, menemukan kembali informasi yang dimaksudkan disini adalah berusaha mencari informasi kembali jika seandainya hasil dari pencarian informasi sebelumnya dinilai kurang relevan atau akurat.

d. Membuat dan menggunakan informasi secara etis dan efektif. Jika seandainya kita sudah menemukan informasi dari suatu sumber dan sudah menganggap bahwa informasi tersebut sudah efektif maka proses penyampaian nya juga harus efektif juga. Sertadalam pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari juga harus beretika.

e. Mengomunikasikan pengetahuan. Seperti yang sudah dijelaskan diatas jika sudah mendapat informasi yang efektif maka ilmu pengetahuan tersebut harus dibagi kepada orang lain juga, agar yang merasakan akan ilmu pengetahuan tersebut bukan hanya kita saja. karena sebaik baik manusia adalah manusia yang mau berbagi terhadap sesama.

Berdasarkan pemaparan singkat inilah diharapkan masyarakat dari seluruh kalangan, mau untuk sama-sama berpartisipasi memperbaiki kemampuan literasinya. Karena dari kesadaran akan kemampuan literasi yang kita miliki inilah kita akan mendulang banyak manfaat terutama di saat maraknya wabah Covid-19 yang juga membuat penyebaran informasi tidak teratur lagi. Terhindar dari rendahnya literasi terhindar pula kita dari wabah Covid-19. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER

‘Negeri Bertuah’ Kembali Diguncang Isu Corona, Jubir Satgas: Warga Kuala PDP, Bukan Positif Covid-19

STABAT - Realitasonline | Kabupaten Langkat yang kerap disebut dengan 'Negeri Bertuah' kembali diguncang isu corona karena salah satu warganya yang positif...

“Dicomblangin”, Harimau Sumatra di London Dibunuh Calon Pasangannya

LONDON - RealitasOnline | Seekor harimau Sumatra mati di Kebun Binatang London. Harimau betina bernama Melati itu dianiaya calon pasangannya, harimau jantan...

“Jemput Bola” Rekam E-KTP, Disdukcapil Pakpak Bharat Terima Penghargaan Gubsu

PAKPAK BHARAT - Realitasonline | Untuk memenuhi persyaratan bagi warga Pakpak Bharat yang sudah berusia 17 tahun atau yang telah kawin untuk...

“Mardua Holong” Tampil Apik Pada Perayaan HBA Kejari Simalungun

SIMALUNGUN - Realitasonline | Keluarga besar  Kejari Simalungun merayakan HBA (Hari Bhakti Adhyaksa) ke 59 penuh suka cita bertempat di Hotel Horizon...

BERITA TERBARU

Bupati Labuhanbatu Hadiri Lepas Sambut Dandim 0209/LB

LABUHANBATU – Realitasonline | Pada acara lepas sambut Dandim 0209/LB, Bupati Labuhanbatu H Andi Suhaimi Dalimunthe ST MT menyampaikan, "Selamat datang Dandim 0209/...

Kejari Simalungun Terima 413 Berkas Tilang Operasi Patuh Toba

Simalungun - Realitasonline | Hasil operasi patuh Toba 23 Juli s/d 5 Agustus yang dilakukan Polres Simalungun, untuk Minggu pertama, sejumlah 413...

Kadistan Tapsel : Ikut AUTP, Petani Tidak Perlu Takut Gagal Panen

TAPANULI SELATAN - realitasonline | Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Ir. H Bismark Muaratua Siregar mengajak para petani khususnya petani...

Erick Thohir Angkat Bakir Pasaman Jadi Dirut PT Pupuk Indonesia

SINGKIL - Realitasonline | Mentri BUMN Erick Thohir mengangkat Bakir Pasaman menjadi direktur utama PT Pupuk Indonesia (4/8/20). Bakir Pasaman salah satu...