Rabu, Februari 1, 2023
BerandaArtikelMahasiswa Kesejahteraan Sosial FISIP USU Tingkatkan Semangat Prestasi Belajar Anak Melalui Penerapan...

Mahasiswa Kesejahteraan Sosial FISIP USU Tingkatkan Semangat Prestasi Belajar Anak Melalui Penerapan Giat Bimbingan Belajar Gratis dengan Metode Groupwork

Penurunan peran dan kualitas anak dalam proses belajar menjadi masalah pokok yang sangat menonjol saat ini dan menjadi fenomena barudimana anak mengalami penurunan dalam proses perkembangannya dalam hal belajar. penyebab penurunan proses belajar pada anak tidak terlepas dari pascapandemic covid-19 kurang lebih selama 2 tahun menyebabkan ketakutan bahkan di seluruh dunia. Dimana pandemi telah menguras banyak energi baik dalam tatanan ekonomi, tatanan sosial dan telah mengorbankan banyak hal termasuk salah satunya kegiatan belajar mengajar yang terpaksa harus di lakukan secara online yang berdampak pada  Penurunan peranan dan kualitas diri pada anak.

Simson simanjuntak (190902053)  merupakan salah satu mahasiswa dari jurusan Ilmu Kesejahteraan sosial,fakultas ilmu sosial dan ilmu politik, Universitas Sumatera Utara melaksanakan kegiatan praktek kerja lapangan salah satu organisasi kemasyarakatan yang bergerak dibidang sosial  yaitu Karang taruna sempakata Jl. Bunga Sedap Malam X No.2 Kelurahan Sempakata Kecamatan Medan Selayang-Kota Medan. Kegiatan pelaksanaan Praktek kerja lapangan ini juga di bimbing oleh Supervisor Sekolah Ibu Hairani Siregar, S.Sos., MSP dan di monitor oleh Bapak Fajar Utama Ritonga, S.Sos., M.Kesos. dalam kegiatan praktek kerja lapangan ini Simson berpendapat bahwa menjadi seorang   mahasiswa  kesejahteraan sosialbukan hanya bertugas berangkat ke kampus untuk belajar.  Tetapi menjadi mahasiswa tentu memiliki peran mulia yang begitu besar. Sesuai dengan tri dharma perguruan tinggi tentu mahasiswa perlu berkontribusi dan mengaplikasikan ilmunya dalam masyarakat. Karena masyarakat merupakan laboratorium sosial bagi  mahasiswa  khususnya mahasiswa ilmu Kesejahteraan sosial dalam mengaplikasikan ilmu dan pengetahuannya untuk memberi dampak sosial secara konkret di masyarakat.

karang taruna kelurahan sempakata merupakan salah satu karang taruna di Sumatera Utara yang berdiri untuk menghimpun generasi muda dalam meningkatkan kualitas dan mempersiapkan generasi penerus bangsa yang tangguh dan memiliki rasa tanggungjawab sosial yang tinggi serta mampu berpartisipasi dalam membantu pelaksanaan program-program pembangunan guna terciptanya kesejahteraan sosial. Sebagai organisasi kepemudaan yang lahir dari masyarakat banyak peran dan fungsi yang di jalankan oleh anggota karang taruna yang diwujudkan melalui kesetiakawanan sosial yang bergerak dalam bidang kesejahteraan sosial, peningkatan bidang usaha ekonomi kreatif, serta pengabdian masyarakat. Termasuk didalamnya ialah kepedulian karang taruna dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM)  khususnya anak-anak sebagai generasi dimasa depan yang menjadi harapan bangsa dalam memajukan dan mewujudkan cita cita kebangsaan Negara Republik Iindonesia. Dalam hal ini Simson Simanjuntak dalam pelaksanaan kegiatan praktek lapangan ikut serta berpartisipasi dan berperan aktif serta berkolaborasi dengan organisasi karang taruna  dalam membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh anak sebagai kelompok sasaran dan mewujudkan peran serta menyalurkan cipta,rasa,karsa dan edukasi kepada anak anak di lingkungan sekretariat karang taruna melalui pemberian giat bimbingan belajar gratis pada anak.

 Dalam hal ini simson sebagai mahasiswa bersama organisasi karang taruna  membantu mengembalikan keberfungsian anak dalam belajar melalui  kegiatan mini project yang dilakukan dengan menggunakan metode group work  pada level intervensi mezzo. Group work  dipilih  sebagai metode yang sangat efektif dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh anak-anak. dimana kegiatan belajar mengajar dipandang sebagai suatu kelompok yang terbagi dalam kelompok untuk mencapai suatu tujuan dengan mengkondisikan anak-anak sebagai suatu kesatuan.  Dalam mengaplikasikan metode group work ada 6  tahapan yang digunakan  dalam proses membantu permasalahan yang dihadapi oleh anak,  Adapun 6 tahapan yang di gunakan dalam pelaksanaan metode ini yaitu tahap persiapan,tahap assessment, tahap perencanaan alternative program, tahap pelaksanaan (implementasi) program, tahap evaluasi, dan tahap terminasi.

Baca Juga:   HPN 2023: Ekspedisi Geopark Kaldera Toba, Pers Turut Menjaga Warisan Dunia

Dalam proses intervensi yang di lakukan Simson mengunakan6tahapan intervensi pada groupwork

  • Tahap persiapan

Pada tahap ini mahasiswa sebagai agen perubah melakukan penyiapan lapangan dengan studi kelayakan terhadap siapa dan daerah mana yang akan dijadikan sebagai objek saasaran perubahan. Pada tahapan ini simson memilih kelompok anak-anak yang berada di lingkungan sekretariat karang taruna kelurahan sempakata sebagai kelompok sasaran dari program yang akan dilaksanakan. Selanjutnya  mahasiswa sebagai petugas dan  pelaku agen perubah mempersiapkan diri dan teknik terkait program yang akan di laksanakan dalam mebantu permasalahan kelompok sasaran.

  • Tahap assessment

Tahap assessment merupakan tahap dimana mahasiswa sebagai agen perubah  menjalin relasi dan hubungan baik dengan  kelompok sasaran dan sudah masuk pada tahap mengidentifikasi permasalahan kelompok sasaran. Pada tahap ini saya sebagai agen perubah melakukan pendekatan dengan anak-anak dengan memperkenalkan diri dan saling memberikan feedback satu sama lain. Dalam proses mengidentifikasi masalah kelompok sasaran simson menggunakan teknik SWOT. Pertama kekuatan (strength) yaitu melihat kekuatan atau factor faktor pendukung yang dimiliki oleh anak-anak dalam proses perubahan. kedua kelemahan (weaknesses) yaitu mengidentifikasi dengan melihat kelemahan kelompok sasaran baik secara internal maupun eksternal, ketiga peluang (opportunities) yaitu menganalisis bagaimana peluang yang dimiliki kelompok sasaran, keempat ancaman (threat) yaitu melihat bagaimana anacaman atau tantangan dari program yang dilakukan.

  • Tahap perencanaan alternatif program

Tahap ini merupakan tahap dimana mahasiwa sebagai agen perubah secara aktif dan partisipatif mencoba membuat perencanaan tentang bagaimana program yang akan di lakukan kedepannya dalam penyelesaian masalah. Simson sebagai agen perubah berdiskusi dengan karang taruna sebagai salah satu stakeholders terkait bagaimana proses keberlanjutan dari program. Dalam hal ini program yang akan dijalankan dalam proses pengembalian keberfungsian kelompok sasaran ialah melakukan program giat bimbingan belajar secara gratis di sekretariat karang taruna yang dilakukan 2 kali dalam seminggu yaitu hari sabtu dan minggu dengan skala prioritas pemberian pembelajaran ialah mata pelajaran bahasa ingris, matematika, dan pendidikan pancasila.

  • Tahap pelaksanaan (implementasi program)

Tahap ini merupakan tahap dimana simson sudah memulai program yang telah di tentukan sebelumnya serta memformulasikan kelompok sasaran. Dalam pelaksanaan program ada 3 pelajaran yang difokuskan yaitu matematika dasar (pembagian, pengurangan, pecahan,) bahasa ingris (listening, writing, reading) serta pendidikan pancasila.  Pada tahap ini saya sudah  mulai melaksanakan program giat bimbingan belajar gratis kepada anak-anak sebagai kelompok sasaran dengan langkah awal yang saya lakukan ialah memberikan kelas motivasi Selanjutnya proses bimbingan belajar saya lakukan semenarik mungkin dengan melakukan dinamika kelompok yang bertujuan untuk memacu diri mereka untuk terus berlomba dan terus belajar.

  • Tahap evaluasi
Baca Juga:   HPN 2023: Ekspedisi Geopark Kaldera Toba, Pers Turut Menjaga Warisan Dunia

Tahap evaluasi merupakan tahap dimana simson melakukan proses pengawasan terhadap program yang sedang dijalankan. Tujuan  dilakukannya ialah  untuk melihat apakah program yang dilakukan memiliki dampak positif bagi kelompok sasaran, dan apakah juga memiliki luaran (output). Melalui pengamatan dan observasi yang simson lakukan terlihat bahwa perubahan positif memang terlihat pada kelompok sasaran hal tersebut dibuktikan dari sikap perubahan yang di tunjukkan seperti mental anak anak yang semakin kuat dan berani, mereka yang dulunya tidak bisa berhitung kini sudah bisa berhitung, kemudian memperkenalkan diri dengan mengunakan bahasa ingris, serta memahami dari pentingnya pancasila. melalui kegiatan ini kemampuan kelompok sasaran meningkat, perubahan sikap juga terjadi pada kelompok sasaran secara umum dimana dulunya mereka bersikap apatis kini menjadi aktif dan antusias serta meningkatnya wawasan dan pengetahuan kelompok sasaran.

  • Tahap terminasi

Tahap terminasi merupakan tahap terakhir bagi simson sebagai agen perubah  dalam pelaksanaanya selama keberlangsungan program. Tahap terminasi merupakan tahap dimana sudah selesainya hubungan atau kontrak atau masa antara agen perubah dengan kelompok sasaran. terlepas  dari selesainya suatu kontrak terminasi juga dilakukan apabila kelompok sasaran sudah mengalami perubahan dan dapat mengembalikan keberfungsiannya. Dalam hal ini simson melakukan terminasi  karena sudah terlihat pada kemampuan kelompok sasaran  untuk mengatasi permasalahan yang ada pada dirinya, serta kemampuan untuk mengatasi kondisi yang mungkin muncul terkait dengan permasalahan dimana anak anak sudah mampu berkembang dan mampu meningkatkan sumber daya mereka melalui program yang dilakukan yaitu  pemberian giat bimbingan belajar gratis serta meningkatnya prestasi anak di sekolah.

Akhir kata, pasca pandemic covid-19 memang menjadi sesuatu hal yang sangat sulit namun bagi simson pandemic  bukan sesuatu hal yang perlu kita keluhkan tetapi bagaimana kita tetap bisa eksis dan mampu tetap memiliki kemampuan dalam hal belajar. Sehingga dalam hal ini bahwa tidak ada kata terlambat dalam belajar, suatu pendidikan atau pembelajaran tidak semuanya kita dapatkan di sekolah formal saja tetapi pendidikan dapat kita dapatkan dalam sekolah non-formal salah satunya ialah melalui program giat bimbingan belajar gratis yang dilaksanakan diluar dari pembelajaran formal. Demikian juga para stakeholders  sebagai agen perubah termasuk mahasiswa harus mampu memberikan kontribusi dalam memajukan sumber daya manusia khususnya anak-anak karna suatu negara bisa berkembang dan maju apabila anak-anak sebagai generasi penerus mempunyai nilai, kemampuan dan keahlian baik dalam bidang pengetahuan, keterampilan sebagai stimulus dalam menunjang  kehidupanya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

BERITA POPULER

BERITA TERBARU