Mahasiswa Praktikum 2 Kesejahteraan Sosial Fisip USU Ikut Serta Bersama Dinas Sosial Kota Medan dalam Upaya Rehabilitasi Sosial Pemerlu Layanan Kesejahteraan Sosial Kota Medan

0

M. Rafli Muhajir mahasiswa Kesejahteraan Sosial FISIP USU dengan Supervisor Sekolah Fajar Utama Ritonga., S.Sos., M.Kesos dan Supervisor Lapangan Lamo Mayjend Lbn Tobing telah melaksanakan PKL II di Dinas Sosial Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Praktikum ini berlangsung dari bulan Oktober-Desember 2022.

Rafli memilih Dinas Sosial Kota Medan, Bidang Rehabilitasi Sosial sebagai tempat melakukan PKL 2. Hal ini beralasan karena memiliki keinginan, untuk terlibat langsung dalam suatu instasi pemerintah. Tentu saja ketika melakukan PKL di Tempat tersebut, maka Rafli yakin dan percaya bahwa ide maupun saran nya terkait mengatasi permasalahan sosial akan lebih diterima oleh pihak lembaga dengan begitu Rafli bisa berkontribusi dalam upaya mengatasi permasalahan sosial yang ada di Kota Medan. Dengan melakukan praktikum di Dinas Sosial Kota Medan, Rafli bisa banyak belajar dan mengambil ilmu dari kepala Rehabilitasi Dinas Sosial Kota Medan dan Staff lainnya dalam hal upaya mengatasi permasalahan sosial. Ilmu yang didapatkan nantinya sebagai bekal bagi praktikan untuk menghadapi dunia pekerjaan sesungguhnya yaitu sebagai Pekerja Sosial.

Pada bulan pertama, Kegiatan yang dilakukan adalah melakukan observasi ke Dinas Sosial Kota Medan. Pada bulan pertama ini juga praktikan menyiapkan keperluan administrasi agar bisa diterima praktikum di Dinas Sosial Kota Medan. Setelah Praktikan sudah diterima, Maka yang dilakukan praktikan ialah menjalin relasi bersama Staf di Dinas Sosial Kota Medan. Ketika relasi sudah terjalin, maka praktikkan siap untuk membantu para staff dalam menyukseskan visi-misi Bidang Rehabilitasi sosial Dinsos Medan. Kegiatan yang dilakukan oleh praktikkan pada bulan pertama masih sebatas dalam ruang lingkup administrasi saja. Salah satu hal yang dilakukan oleh praktikkan ialah ikut membersamai rapat bersama pihak terkait atau yang terlibat dalam menyukseskan visi misi bidang rehabilitasi sosial. Kegiatan lainnya yang dilakukan oleh praktikan ialah mendata dan verifikasi kelayakan calon penerima bantuan sosial Kota Medan dengan kualifikasi penerima yaitu Lanjut Usia dan Penyandang Disabilitas. Tentu saja dalam hal verifikasi ini praktikkan bersama staff lainnya, melakukannya dengan teliti dan membutuhkan waktu yang cukup lama, agar bantuan tersebut dapat diterima oleh yang berhak/tepat sasaran.  Agenda lainnya yang dilakukan oleh praktikkan pada bulan pertama ialah, Pemasangan Poster sekaligus mengsosiasikan isi poster yang dibuat oleh praktikkan.

Pada bulan kedua, Praktikkan meminta izin kepada kepala Rehabilitasi sosial dinas sosial Kota Medan untuk melakukan mini project dan ikut serta langsung kelapangan dalam hal upaya mengatasi permasalahan PPKS. Setelah mendapatkan izin, Praktikkan ikut serta bersama tim Unit Reaksi Cepat Kota Medan untuk merazia Gelandangan dan Pengemis di sekitar Kota Medan. Setelah Gelandangan dan Pengemis di Kota Medan sudah terjaring dalam razia, maka mereka dikumpulkan dalam suatu tempat untuk dilakukkan pendataan awal dan diproses lebih lanjut.

Baca Juga:   HPN 2023: Ekspedisi Geopark Kaldera Toba, Pers Turut Menjaga Warisan Dunia

Dalam upaya mendata klien untuk mencari tau titik permasalahan yang menyebabkan mereka menjadi Gelandangan,Pengemis maupun Lansia telantar. Metode yang Rafli lakukan dalam menyelesaikan masalah klien Rafli menggunakan metode group work yang bersifat general, diantaranya sebagai berikut :

  1. Tahap Assesment

Tahap assesment, adalah suatu proses pemahaman tentang masalah sebagai dasar untuk melakukan tindakan pertolongan dan pemecahan masalah klien. Dalam upaya memahami masalah yang dihadapi klien, Praktikan menggunakan teknik Forum group discussion (FGD). Sasaran klien pada intervensi group ini yaitu PPKS atau Pemerlu layanan kesejahteraan sosial yang terdiri dari  gelandangan, pengemis dan lansia telantar di kota medan. Setelah praktikkan mendapatkan inti permasalahan yang dialami oleh klien, maka dalam hal ini praktikan menyiapkan strategi-strategi untuk mencari jalan keluar dari permasalahan yang dialami oleh klien

  •    Tahap Planning/Perencanaan

Planning atau perencanaan adalah proses penyusunan strategi dalam penyelesaian masalah klien. Adapun permasalahan yang dialami oleh Klien yaitu :

  1. Untuk lansia Telantar : dalam hal ini lansia, masalahnya yaitu, lansia mengalami kesepian karena sudah tidak memiliki keluarga lagi dan merasa bahwa dirinya sudah tidak berguna lagi, karena sudah tidak ada teman bercerita.
  2. Untuk Anak Jalanan : Dalam hal ini anak jalanan/pengemis. Masalahnya yaitu, mereka ada yang terpaksa meminta-meminta dijalanan karena keterbatasan ekonomi, ada juga karena untuk kepentingan memenuhi gaya hidup tetapi memiliki rasa malas untuk bekerja

Untuk permasalahan yang dialami oleh lansia terlantar. Dalam hal ini praktikkan memberikan solusi kepada lansia tersebut, agar mau untuk dibawa kepanti jompo. Tentu saja jika lansia itu bersedia dibawa, setidaknya bisa merasakan kehidupan yang lebih baik lagi dan bisa mendapatkan teman untuk bercerita dan mendengarkan keluh kesah. Pada awalnya klien tersebut tidak bersedia untuk dibawa dengan alasan sudah nyaman dengan praktikan dan menganggap praktikan sebagai cucunya. dalam hal ini praktikkan meyakini klien tersebut. bahwasannya suatu saat kita tetap bisa bertemu lagi dan terus memantau perkembangan klien. Solusi lainnya yaitu praktikkan mencoba untuk berperan sebagai broker(Perantara) yang mengfasilitasi untuk mengajaukan kepada pihak yang berwenang, agar lansia tersebut dapat diajukan sebagai penerima bansos dari pemerintah.

Untuk permasalahan yang dialami oleh anak jalanan. Praktikkan memberikan saran kepada mereka agar berhenti untuk menjadi anak jalanan atau meminta-minta belas kasihan orang lain. Praktikkan mencoba untuk memberikan motivasi singkat, dengan mengatakan kehidupan mereka masih panjang dan jika ada kemauan untuk berubah tentu saja bisa memungkinkan untuk memperbaiki taraf hidup menjadi lebih baik lagi. Praktikkan dan tim lainnya membujuk yang bersangkutan agar mau dibawa kepanti untuk dilakukan pembinaan untuk meningkatkan kualitas keterampilan, skill dan yang paling utama agar bisa kembali melanjutkan sekolah.

Baca Juga:   HPN 2023: Ekspedisi Geopark Kaldera Toba, Pers Turut Menjaga Warisan Dunia

Pada tahap perencanaan ini, Rafli menggunakan teori modeling dari Albert Bandura. Teori ini mengatakan bahwa proses belajar mengamati tingkah laku/ perilaku orang lain di sekitar kita. Dan setelah diskusi mengenai permasalahan dan perencaaan yang telah Rafli susun, klien setuju untuk mengikuti setiap saran yang diberikan.

  • Intervensi adalah tahap dalam pelaksanaan program pertolongan yang diberikan pekerja sosial dalam menyelesaikan masalah klien. Pada tahap ini Rafli terlibat memberikan support system untuk membangkitkan semangat klien agar bisa fokus dan mengikuti sesi pembinaan yang dilakukan oleh tim rehabilitasi sosial, Salah satu keterampilan yang diberikan oleh Rehabilitasi sosial agar nantinya memperoleh manfaat atau hasil dari pelatihan skill. Dalam proses intervensi ini juga praktikkan mengusulkan agar klien tersebut, diusulkan sebagai penerima bantuan sosial dari pemerintah, agar nantinya bisa memperbaiki kualitas hidupnya dan sebagai modal untuk membuka usaha maupun mencari pekerjaan.
  1. Dampak dan hasil Mini Project. Setelah rangkaian groupwork yang telah diberikan telah membuahkan hasil yang cukup memuaskan. Klien Rafli saat ini sudah mulai untuk berkomitment untuk berubah menjadi lebih baik lagi dan menikmati segala proses yang ada. Hasil yang didapatkan mereka berjanji untuk tidak kembali menjadi gelandangan dan pengemis lagi dan berniat bekerja dengan memanfaatkan pelatihan skill maupun bantuan sosial  yang sudah diberikan oleh dinas sosial Kota Medan. Klien lansia juga merasa senang menikmati masa tua nya di panti, karena bisa menceritakan keluh kesahnya dan bisa hidup dengan nyaman,diperhatikan dan penuh kasih sayang oleh petugas dan warga panti.
  2. Terminasi adalah tahap pemutusan hubungan dengan klien ketika tujuan diinginkan sudah tercapai. Pada tahap in Rafli melakukan pemutusan hubungan dengan klien dan mengucapkan terimakasih kepada klien karena sudah mengikuti segala prosesnya. Praktikkan juga memberikan pesan agar klien dapat tetap menjaga semangatnya.

Dari 4 tahap groupwork yang Rafli lakukan tadi, Rafli sudah melihat perubahan pada diri klien seperti bertambah nya kemampuan keterampilan klien sebagai hasil dari pembinaan maupun pelatihan yang diberikan oleh praktikkan dengan berkolaborasi dengan dinas sosial Kota Medan. Rafli juga melihat bahwasannya ada keinginanan yang kuat dari klien untuk merubah nasibnya menjadi lebih baik lagi.

Demikianlah susunan program praktikum yang telah dilaksanakan M.Rafli Muhajir untuk ikut serta berkontribusi bersama Dinas Sosial Kota Medan dalam hal mengatasi permasalahan sosial yang ada di Kota Medan. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini