Minggu, Agustus 9, 2020
Beranda Artikel Melihat Kesiapan 6 Desa Kawasan Khusus di Percut Sei Tuan Dalam Pengembangan...

Melihat Kesiapan 6 Desa Kawasan Khusus di Percut Sei Tuan Dalam Pengembangan Agro Wisata

Oleh : H. Irwansyah

Pemerintah Kabupaten Deli Serdang melalui Peraturan Bupati (Perbub) No.28 Tahun 2020 telah memilih 3 Kecamatan masuk dalam Kawasan Khusus dalam Pengembangan Wisata Agro. Ketiganya adalah Kecamatan Percut Sei Tuan, Kecamatan Pantai Labu dan Kecamatan Sibolangit. Artinya Ketiga Kecamatan ini mendapat prioritas  untuk segera dikembangkan. Salah satunya Kecamatan Percut Sei Tuan.

Karena berbatasan langsung dengan kota Medan otomatis Percut Sei Tuan sangat pesat dalam hal pembangunan. Bahwa Kecamatan Percut Sei Tuan merupakan daerah sasaran untuk agro wisata yang ingin dikembangkan, ke wilayah utara yang mempunyai panorama pantai. Tak kalah menariknya juga panorama sawah yang dimiliki sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai tujuan wisata.

Kecamatan Percut Sei Tuan yang saat ini dipimpin Camat Drs Khairul Azman Harahap MAP, dengan 18 Desa dan 2 Kelurahan, memiliki potensi yang luar biasa khususnya disektor pariwisata.

Melalui Peraturan Bupati (Perbub) No.28 Tahun 2020 terdapat 6 desa di Kecamatan Percut Sei Tuan yang masuk ke dalam prioritas kawasan khusus pengembangan sebagai tujuan wisata untuk dikembangkan, dikelola dan dipoles sebagai agro wisata modern.

Hal ini terungkap melalui sosialisasi yang di gelar pada Selasa (07/7 2020) baru – baru ini di Aula Kantor Camat Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat dan Pedesaan (PMD) H Citra Effendi Capah didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pembangunan Kawasan dan Ekonomi Pedesaan Pahrum Siregar SH menyampaikan sosialisasi kepada 6 Kepala Desa serta perangkatnya yang masuk Wilayah Khusus Kawasan Pengembangan wisata.

Tak dipungkiri juga selain 6 Desa yang masuk wilayah khusus pengembangan,ke 12 desa yang lain yang ada di Kecamatan Percut Sei Tuan juga mempunyai potensi yang mumpuni untuk dikembangkan juga sebagai tujuan wisata modern, pungkas Capah.

Karena sudah masuk ke ranah Perbub, otomatis perhatian Pemerintah Kabupaten Deli Serdang tertuju ke 6 Desa yang memang berada di Utara Percut Sei Tuan masuk kawasan Pantai. Diantaranya Desa Percut, Pematang Lalang, Tanjung Rejo, Cinta Rakyat, Cinta Damai dan Tanjung Selamat.

Khusus Desa Pematang Lalang yang mempunyai wilayah 98% lahannya merupakan persawahan. Tak ayal hampir sepanjang tahun masyarakatnya hidup dari mata pencaharian di bidang pertanian. Areal persawahan yang begitu luas terhampar memunculkan panorama nan indah dipandang mata.

Memang tak sia-sia pemerintah memasukkan desa ini termasuk kawasan khusus pengembangan dalam Perbub nya. Potensi panorama sawahnya yang mempesona menjadi priorotas untuk dibangun dan dikembangkan sebagai tujuan wisata sawah.

Bercermin dari kecamatan tetangga, Kecamatan Labuhan Deli, Desa Pematang Johar yang telah berhasil mendatangkan pulus dari wisata sawahnya. Memantik semangat Kades Pematang Lalang Anjur Silitonga untuk turut mengembangkan sawahnya sebagai tujuan wisata. Putra asli Pematang Lalang ini berujar akan sia-sia potensi panorama yang dimiliki sawah kita jika tidak dikembangkan.

Tak ayal Anjur Silitonga bahkan tak segan mengundang investor luar desa untuk ikut berpartisipasi dalam pengembangan wisata sawahnya. Memang tak dipungkiri, dengan dikeluarkannya Peraturan Bupati tentang daerah khusus pengembangan untuk wisata agro, kedepan ke enam desa yang masuk dalam radar perhatian pemerintah salah satunya Desa Pematang Lalang akan mendapat kucuran dana  namun jangan sampai seperi pepatah mengatakan “menunggu hujan turun dari langit, air ditempayan ditumpahkan”.

Itu artinya mengabaikan kesempatan yang ada, bahwa ada salah seerong pengusaha sudah tertarik untuk mengelola dan mengembangkan wisata sawah di desa Pematang Lalang. Sementara realisasi dari Perbub tersebut itukan masih panjang dan akan bertahap untuk pembahasan, penelitian, kajian-kajiannya, termasuk juga kucuran anggarannya.

Dalam gelar sosialisasi Perbub no.28  tentang pengembangan kawasan khusus wisata di 6 desa Percut Sei Tuan baru-baru ini, masih membahas tentang wacana pembentukan anggotanya, semacam Lembaga Kerjasama Antar Desa (LKAD) atau Anggota Kerjasama Antar Desa (AKAD) yang anggotanya berjumlah 7 orang yang bertugas mengelola kawasan khusus agro wisata. Agaknya perlu juga ada alternatif lain untuk memberdayakan lembaga yang sudah ada untuk mengurusi kawasan khusus ini.

Kalau dikaji dari sudut efisiensinya, dengan memberdayakan lembaga yang sudah ada, misalnya BPD, maka desa akan memiliki lembaga yang lebih ramping, coba kita lihat kalau dipilih anggota baru, dalam satu desa terdiri 7 orang anggota LKAD nya, maka dikalikan 6 desa berjumlah 42 orang.

Disinilah seharusnya dibutuhkan kejelian membuat kajian mendalam tentang skema dalam membentuk anggota yang mengurusi 6 desa yang masuk wilayah khusus pengembangan wisata agro modern.

Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang baru dipilih tahun ini bisa menjadi solusi untuk bertugas menangani kerja di wilayah khusus pengembangan wisata. Artinya anggota BPD ditiap desa yang bersangkutan lah yang saling bekerjasama.

Berdasarkan Permendagri nomor 110 tahun 2016, tugas dan fungsi BPD selain berfungsi membahas dan menyepakati Rancangan Perdes bersama Kades juga melaksanakan tugas lain yang diatur dalam ketentuan Peraturan Perundang-undangan dalam menciptakan hubungan kerja yang harmonis dengan pemerintah desa dan lembaga desa lainnya.

Kita ketahui bahwa seleksi untuk masuk menjadi anggota BPD tahun ini cukup ketat. Bayangkan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dari mulai legestrasi ijazah dari tingkat SD sampai tingkat pendidikan terakhir, uniknya ada peserta seleksi yang mendapati sekolahnya sudah tutup ketika hendak melegalisir ijazah, SKCK, sampai harus melampirkan surat bebas narkoba dan lain-lain. Ini berarti orang – orang yang terpilih menjadi anggota BPD mempunyai kecakapan dan kapasitas yang mumpuni.

Kalaulah cukup anggota BPD saja yang bertugas untuk kawasan ini mungkin tidak sampai menimbulkan kerja yang tumpang tindih. Tapi jika harus memilih anggota yang baru lagi, tetap harus memilih orang yang benar-benar mampu dan mau bekerja serta mempunyai kapasitas yang memadai untuk pengembangan kawasan di 6 desa di pesisir ini.

Desa Pematang Lalang yang mengandalkan potensi panorama sawahnya yang elok,tidaklah berlebihan jika seorang Anjur Silitonga sebagai orang nomor satu di desanya punya mimpi kalau suatu saat harapannya terwujud mengikuti keberhasilan Desa Pematang Johar dengan wisata sawahnya.

Betapa tidak, keberhasilan Desa Pematang Johar mengelola dan mengembangkan potensi keindahan persawahannya menjadi objek wisata tidak terlepas dari kerja keras Camat, Kepala Desa nya bersama Ketua BPD yang juga Ketua TPID Kecamatan Labuhan Deli, Buhari Muslim, bahu membahu dengan masyarakat ditopang juga dengan melibatkan partisipasi pihak swasta.

Orang yang berkunjung dilokasi wisata sawah Pematang Johar luar biasa ramainya. Penulis pun tak ketinggalan untuk datang kemari di hari Minggu. Menurut pengamatan, kunjungan wisatawan bagai tak henti bahkan sampai menjelang malam pun masih ada yang berdatangan, inilah sebuah karya nyata sebagai motivasi bagi desa-desa lain untuk berbuat yang terbaik. Bravo! Pak Buhari Muslim.

Bagi Desa Pematang Lalang serta desa lainnya yang masuk kawasan pengembangan cukup diuntungkan dengan keberadaan Desa Percut. Dengan pantai bagannya yang cukup terkenal. Orang Medan dan sekitarnya siapa yang tidak pernah berkunjung ke pantai Percut, ini kata seorang anggota Dewan Kabupaten Deli Serdang yang berasal dari Desa Percut, Kamaruzaman dalam satu kesempatan. Ini menunjukkan pantai percut sudah begitu terkenal sebagai destinasi wisata.

Seperti Desa Tanjung Rejo, kawasan pesisir pantai tak kalah menariknya. Dengan potensi pohon mangrove nya yang luas di pinggir pantai memiliki panorama tersendiri untuk dinikmati sebagai objek wisata yang wajib dikunjungi. Batang pohon serta buah mangrove telah dimanfaatkan untuk pewarna dalam membatik dan diolah menjadi kue kering.

Sudah terbukti, dengan menjalin kerjasama Desa Tanjung Rejo dengan sebuah yayasan telah menghasilkan produk makanan, batik serta hasil olahan lainnya yang telah dipasarkan di daerah sampai ke berbagai wilayah nusantara. Kepala Desa Tanjung Rejo Selamet pernah mengatakan, desanya mendapat kunjungan dari warga Amerika, karena terkenal dengan hutan manggrove nya. Potensi inilah yang menjadi mimpi untuk dikelola kembangkan sebagai tujuan wisata yang disebut dengan wisata mangrove.

Desa Cinta Rakyat sebagai pendukung untuk berkolaborasi sebagai kawasan wisata mempunyai kareteristik tersendiri. Sebagai potensi penghasil kerajinan tangan berbahan bekas dan sederhana yang bagus, makanan ringan dan olahan buah manisan tentunya pilihan alternatif bagi wisatawan untuk berbelanja sebagai buah tangan atau oleh-oleh. Ataupun belanja lalu dinikmati di tepi pantai ataupun di lokasi wisata sawah.

Yang tak kalah menariknya Desa Cita Rakyat menyimpan kekayaan budaya daerah, seperti Reog Ponorogo, Wayang Kulit, Kuda Lumping, kalau ini terus dilestarikan dan dikembangkan akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung. Apalagi sebagai kekayaan budaya menjadi ilmu pengetahuan untuk generasi muda.

Dukungan potensi inovasi yang dimiliki Desa Tanjung Selamat dan Desa Cinta Damai yang termasuk daerah kawasan khusus pengembangan untuk wisata agro modern, yaitu lokasi pertaniannya. Berpotensi sebagai desa penghasil bibit padi unggul. Sebagai tempat tujuan bagi orang yang ingin membeli jenis-jenis bibit padi yang unggul. Atau juga sebagi lokasi dimana para ahli pertanian ingin mengadakan penelitian mengenai jenis padi unggul.

Dengan diterbitkannya Peraturan Bupati nomor 28 tahun 2020 memberikan angin segar bagi pembangunan di Percut Sei Tuan khususnya 6 Desa wilayah Utara yang masuk Kawasan Khusus Pengembangan Untuk Wisata Agro Modern. Sehingga menciptakan kawasan wisata yang terintegrasi satu sama lain.

Terlepas dari situasi politis yang berkembang saat ini. Pemerintah beserta masyarakat di 6 Desa yang masuk kawasan pengembangan wisata ini perlu bersyukur dan berbangga bahwa pemerintah Kabupaten Deli serdang begitu memperhatikan desa yang terletak di ujung Utara Kecamatan Percut Sei Tuan. Yang selama ini mungkin merasa tak tersentuh pembangunan.

Sekarang saatnya harus bekerja keras untuk mempersiapkan segalanya, baik itu pemikiran, tenaga bahkan merubah gaya karekter masyarakatnya agar lebih mengedepankan keramahtamahan dan sopan santun. Inilah modal utama yang harus dipersiapkan. Kalau ini bisa terjadi (seperti di Pulau Jawa-red) maka akan membuat wisatawan yang berkunjung akan merasa senang dan terkesan, akhirnya bisa cerita kepada orang lain. Dan sudah tentu ingin kembali lagi ke lokasi wisata tersebut. Semoga!

Penulis adalah wartawan Harian Realitas/Realitasonline, Ketua BPD Sei Rotan, Aktivis Inovasi Kecamatan Percut Sei Tuan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER

‘Negeri Bertuah’ Kembali Diguncang Isu Corona, Jubir Satgas: Warga Kuala PDP, Bukan Positif Covid-19

STABAT - Realitasonline | Kabupaten Langkat yang kerap disebut dengan 'Negeri Bertuah' kembali diguncang isu corona karena salah satu warganya yang positif...

“Dicomblangin”, Harimau Sumatra di London Dibunuh Calon Pasangannya

LONDON - RealitasOnline | Seekor harimau Sumatra mati di Kebun Binatang London. Harimau betina bernama Melati itu dianiaya calon pasangannya, harimau jantan...

“Jemput Bola” Rekam E-KTP, Disdukcapil Pakpak Bharat Terima Penghargaan Gubsu

PAKPAK BHARAT - Realitasonline | Untuk memenuhi persyaratan bagi warga Pakpak Bharat yang sudah berusia 17 tahun atau yang telah kawin untuk...

“Mardua Holong” Tampil Apik Pada Perayaan HBA Kejari Simalungun

SIMALUNGUN - Realitasonline | Keluarga besar  Kejari Simalungun merayakan HBA (Hari Bhakti Adhyaksa) ke 59 penuh suka cita bertempat di Hotel Horizon...

BERITA TERBARU

Kapolres Taput Tinjau Gotroy Warga Perbaiki Jembatan yang Memutus Akses Desa Terpencil

Taput - Realitasonline | Kapolres Tapanuli Utara AKBP Jonner MH Samosir didampingi Wakapolres Kompol. Mukmin Rambe beserta jajaran perwira melakukan kunjungan ke...

Ajak Terapkan Protokol Kesehatan, Kapolres Taput Berikan Paket Sembako dan Masker di Simangumban

Taput - Realitasonline | Tidak hanya melakukan peninjauan gotong royong perbaikan Jembatan Aek Puli di Lobu Sihim Simangumban, Sabtu (8/8) 2020.

Letkol Inf Rooy Chandra Sihombing Jabat Dandim 0212/TS, Mayor Inf Goklas Pirtahan Silaban Jabat Danyon Inf 123/RW

PADANGSIDIMPUAN - realitasonline | Letkol Inf Rooy Chandra Sihombing SIP menduduki jabatan sebagai Komandan Distrik Militer (Dandim) 0212/Tapanuli Selatan, menggantikan Letkol Inf...

Ketua Pijar Keadilan Support Walikota Siantar

P.Siantar - Realitasonline | Ketua DPC Pijar Keadilan kota Pematangsiantar Carles Siahaan menilai saat ini ada yang tidak beres di Kota Siantar. Baginya, pemimpin itu...