Menerobos Ketertinggalan, Tapanuli Mematok Provinsi (Bagian II)

0

Catatan: Marudut Nainggolan / wartawan Realitasonline 

Pada tulisan awal digambarkan peranan pelabuhan Barus, Natal dan Pelabuhan Sibolga sebelum pemerintah Belanda membuka perkebunan dan tambang minyak di Sumatera Timur. 

Keterisolasian Tapanuli

Setelah Belanda membuka perkebunan karet, tembakau dan pertambangan minyak di SumateraTimur, pusat perhatian beralih ke pantai timur  sumatera, pelabuhan Belawan  berkembang pesat sebagai pelabuhan eksport karet, tembakau dan minyak bumi. 

Belanda mengembangkan Sumatera Timur yang secara topografi lebih mudah  dieksploitasi, selain tingkat kesuburannya dibanding Tapanuli yang bergunung-gunung dan sebagian tanahnya tandus.
Pusat perhatian pemerintah kolonial Beland dari Tapanuli beralih ke Sumatera Timur, Belawan menjadi pelabuhan internasional pengeksport hasil bumi dan tambang menggantikan pelabuhan Barus, Sibolga dan pelabuhan Natal. 

Ketiga kota pelabuhan di Tapanuli makin surut dan akhirnya Barus dan Natal hilang dari perhatian dan pendengaran, sementara Sibolga menjadi pelabuhan kecil dan sedikit peranannya. 

Kebangkitan Sumatera Timur merupakan “lonceng” kesurutan dan kemunduran Tapanuli ,sebut Doktor Ilmu Sosial dan Politik Spesialisasi Sosiolog ini. 

Seminar berfokus akan SDA dan SDM Tapanuli menurut menurut menurut DR. Bungaran Simanjuntak dari catatan para Controleur, Resident, Ambtenaaren Belanda maupun para missionaris dan peneliti bahwa hasil bumi dan tambang di Tapanuli cukup banyak. 

Tapanuli Utara setelah dimekarkan, Tapsel ,Tapteng  merupakan sumber beras disamping karet dan Dairi penghasil kopi serta hasil hutan seperti rotan disamping palawija lainnya. 

Tapanuli memiliki hasil tambang cukup banyak hanya belum dieksploitasi, tersedianya bahan tawas, belerang, bismut, batungamping, kaolin, batuan granit dan kandungan gas maupun tambang emas.

Dalam hal bahan tambang ini menurut Simanjuntak masih banyak belum tercover oleh pejabat Belanda termasuk pejabat Indonesia dan rasanya memerlukan penelitian dan eksplorasi yang sungguh- sungguh. 

Barangkali, pemrakarsa pembentukan provinsi di keresidenan Tapanuli (prov. Nias, Tabagsel, prov. Tapanuli)  perlu menyikapi secara positif agar lebih objektif dan transparan bila hendak mengajak rakyat membangun bekas keresidenan Tapanuli menjadi provinsi, ujar Bungaran Simanjuntak. 

Apa yang dimiliki Tapanuli berupa hasil bumi dan tersedianya tambang dapat memadai menumbuhkan kehidupan yang lebih makmur bagi rakyat. Apabila SDA Tapanuli bermutu tinggi, kemajuan akan lebih cepat bahkan bukan tidak mungkin akan lebih berjaya dari Jepang dan Belanda yang miskin sumber daya alamnya tapi sumber daya manusianya tinggi sehingga mampu menjadi negara maju. 

Justru  yang perlu dipersiapkan lebih sungguh-sungguh oleh pemerintah di Tapanuli maupun oleh rakyat ialah menciptakan sumber daya manusia di Tapanuli. Mutu SDM sangat menentukan keberhasilan sesuatu negara dan bila ingin menjadi provinsi itu yang utama  diberhasilkan, dan sangat logis eks keresidenan Tapanuli menjadi provinsi, simpul Prof. DR. Bungaran A Simanjuntak. 

Sementara dalam makalah Mentaris Siagian, SE, MBA, gagasan untuk mendirikan provinsi Tapanuli merupakan gagasan rasional dan perlu segera diwujudkan bila masyarakat daerah ini segera mengejar ketertinggalan tingkat kesejahteraan sehingga minimal sama dengan tingkat kesejahteraan masyarakat daerah lain yang telah lebih dulu maju. 

Pertimbangan bagi putra kelahiran Desa Simangumban Taput seputar Tapanuli menjadi provinsi penting tepat waktu. Disebutkan pembangunan Tapanuli akan dapat dilaksanakan lebih efisien, efektif dan produktif (membangun daerah lebih kecil relatif lebih muda bila dibandingkan dengan daerah yang lebih luas), sehingga keterbelakangan Tapanuli dapat didongkrak. 

Sejarah mencatat  daerah-daerah tingkat dua berintegrasi menjadi provinsi di Tapanuli pernah bersatu dalam suatu kesatuan wilayah yaitu Keresidenan Tapanuli. 

Secara makro, sumber daya ekonomi dapat dibedakan atas sumber daya manusia. Dalam era globalisasi mobilitas SDM dan sumber daya modal semakin tinggi dan faktor SDM menurut Kepala BIro Umum pada kantor Menteri Negara Penanaman Modal dan Pembinaan BUMN ini menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan kualitas kehidupan  suatu bangsa. 

Dengan mudah kita menyaksikan keberhasilan suatu negara membangun masyarakatnya tanpa SDA namun cukup tinggi SDM handal. Sebaliknya kita pun menyaksikan ketidak berhasilan  suatu negara yang memiliki SDA cukup namun SDM rendah. 

Potensi dan prospek SDM Tapanuli pada kondisi saat ini sangat terbatas, tapi bila statusnya menjadi provinsi dan pengelolaan pemerintahannya jelas, transparan dan menjanjikan serta mampu menciptakan kondisi berusaha kondusif, makan SDM berkualitas  dengan sendirinya akan datang.

Prinsipnya mobilitas SDM hampir sama dengan mobilitas sumber daya modal, yaitu senantiasa mengalir dari tempat yang kurang  menguntungkan ke tempat yang lebih menguntungkan.” Sebagai permukaan air dalam bejana berhubungan yang tidak sama karena adanya katup penutup ditengah bejana, maka bila katup penutup dibuka, permukaan air yang lebih tinggi akan menurun dan permukaan air yang rendah akan naik sehingga tinggi permukaan air dalam kedua pipa bejana menjadi sama”, tutur pengajar pada STAN Jakarta. 

Bahasan seputar potensi SDA dan SDM pada seminar ini menarik bagi pemerintah  daerah Tapanuli  agar dengan demikian segenap unsur masyarakat sungguh-sungguh dapat memahami tantangan, hambatan, dan masalah yang dihadapi dalam melaksanakan suatu program pembangunan serta memiliki kesamaan visi dalam menangkap peluang yang timbul bagi keberhasilan pembangunan daerah dengan lebih dahulu memahami kekuatan, kelemahan serta tantangan yang terbentang, kata Bupati Taput Drs. RE Nainggolan dalam kata sambutan, ketika itu. 

Dihadapan peserta seminar yang memenuhi ruangan Sopo Partungkoan Tarutung, bupati beberkan berbagai kendala serta peluang membangun Tapanuli.  

Kehadiran perantau sangat besar manfaatnya dan akan semakin lengkaplah perhatian untuk memikirkan apa yang dapat diperbuat mempercepat pembangunan di Tapanuli yang bermuara terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

Tulisan ini pernah saya angkat dimedia aku bekerja ditengah gencarnya keinginan pembentukan provinsi Tapanuli.  Semoga bermanfaat. Itu saja, horas! ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here