Sabtu, Agustus 8, 2020
Beranda Artikel Mengembangkan Potensi Keelokan Panorama Sawah Desa Pematang Lalang

Mengembangkan Potensi Keelokan Panorama Sawah Desa Pematang Lalang

Oleh : H. Irwansyah

dizaman yang serba canggih dengan teknologi mutakhir digitalisasi yang berkembang saat ini, masyarakat harus terus maju untuk merubah cara pandang hidupnya kearah pengembangan disemua bidang. Berpacu dalam upaya untuk meningkatkan taraf hidupnya, kearah yang lebih baik lagi dalam hal inovative di sektor pertanian.

Ya, sektor pertanian itulah potensi yang dimiliki oleh salah satu desa, tepatnya di ujung Utara dari Ibukota Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Adalah Desa Pematang Lalang.

Mayoritas masyarakatnya memiliki mata pencaharian bertani karena lahannya 98 % merupakan area persawahan. Yang uniknya, hampir 70 % kaum perempuan disini yang turun kesawah. Sementara dilain pihak para suaminya hanya nongkrong di kedai kopi.

Penulis yang berkunjung kedesa Pematang Lalang , Rabu (1/7 2020) diterima dengan ramah oleh Kepala Desa (Kades) Anjur Silitonga.

Suasana dan kondisi desa saat ini sama sekali tidak ada yang berubah sejak dua tahun lalu (2018) kunjungan penulis sebagai Ketua Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Percut Sei Tuan bersama rekan anggota Siti Irmayati Lubis dan Dwita Abdi. Baik suasana dan kondisi kantor desa tak berubah, utama Nuansa sawahnya masih sama, mempesona nan menyejukkan hati.

Diterima diruang Kantor Desa, yang kelihatan memprihatinkan, sempit dan kurang terawat, penulis sengaja datang bersama rekan pengusaha Travel, H. Agus Pratiknyo. Siapa sangka Desa yang memiliki potensi panorama sawah yang cantik nan elok dipandang mata, tapi berdasarkan pengamatan penulis, kantornya kurang elok, sudah sepantasnya kantor desa Pematang Lalang segera direnovasi. Betapa tidak, Kecamatan Percut Sei Tuan yang luas, dengan memiliki 18 Desa serta berbatasan dengan kota Medan dan semua kantor desanya sudah bagus namun masih ada juga kantor desa yang kurang layak sebagai tempat mengurusi warganya, itulah dia, Kantor Desa Pematang Lalang.

Keramahan yang ditampilkan Kades Anjur Silitonga dengan intonasi bahasa yang ceplas ceplos membuat suasana pertemuan lebih akrab walaupun berbanding terbalik dengan sikon kantor tersebut.

Penulis tidak ingin membahas tentang Kantor desa ini lebih jauh lagi. .

Panorama sawah Desa Pematang Lalang yang luasnya 850 hektar ini memang sungguh indah sejauh mata memandang. Baru saja kita memasuki Desa Pematang Lalang sudah terlihat suasana yang menyejukkan mata. Terhampar sawah nan hijau dikiri dan kanan dari sebuah jalan yang membelahnya.

Dengan menyusuri infrastruktur yang mulus, rekan pengusaha yang menyertai penulis berdecak kagum kala memandang hijaunya hamparan sawah yang luasnya bak lautan ini.

Memang dahalunya, tanaman padi ini merupakan area pesisir pantai Selat Malaka sebelah Utara berbatasan dari Desa Pematang Lalang. Sebelah Selatan bebatasan dengan Desa Cinta Damai, sebelah Barat berbatasan dengan Desa Percut dan di sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Pantai Labu.

Sekitar tahun 1985 mulailah masyarakat Desa Pematang Lalang menanam padi yang sebelumnya merupakan lokasi tambak udang. Setelah lokasi tambak tidak terpakai lagi, masyarakat pendatang yang berasal dari suku batak beradaptasi dengan penduduk setempat dari suku melayu bahu membahu untuk membuka areal persawahan. Orang Tua Kades Anjur Silitonga sendiri datang dari Sipahutar Tapanuli Utara bergabung dengan masyarakat setempat memulailah membangun Desa Pematang Lalang.

Inilah bang, kata Kades Silitonga kepada penulis dalam suasana obrolan, susah kali masyarakat sini. Karakternya sulit berubah keras sedikit kasar, ga mau maju mereka. Kalau nanti musim panen, semua menjemur padi dimuka rumah, yah. . kelihatan kumuh lah. Pernah dari Dinas PU Deli Serdang mau membangun beram jalan supaya rapi, masyarakat tidak ada yang mau, ga bisa nanti menjemur padi kata mereka, tutur Kades Anjur Silitonga menirukan ucapan warganya.

Jadi, apalagi mau membangun inovasi wisata sawah, waduh. . ga terpikir sama mereka itu. Saya sudah jauh hari pingin kali mau buat wisata sawah ini, tapi menyangkut modal jugalah darimana nanti kudapat.

Ketika penulis menyinggung dana desa, spontan Kades Silitonga berujar, waduh bang payah nanti ribut semua masyarakat disini. Bagaimana pertanggung jawabannya, iya kalau untung, kalau rugi bagaimana kata mereka, ujarnya menirukan. Lagi pula kalau dengar dana desa semua mau ikut campur. . kata Kades Silitonga menyambung.

Saya berharap ada pihak lainlah (swasta maksudnya) yang bisa membangun serta mengembangkan untuk wisata sawah disini. Potensi panorama yang indah akan sia – sia kalau tidak dimanfaatkan untuk dikembangkan. Kalau nanti ada yang memulai dan kelihatan hasilnya, barulah masyarakat disini akan ikut untuk berpartisipasi. Misalnya, ada lokasi jualan kuliner dilokasi sawah ini yang laris dan maju. Pasti masyarakat juga akan ikut berjualan seperti minuman es kelapa muda. Nah gitulah karekter warga disini, harus dilihat dulu hasilnya baru mereka ikut.

Anjur Silitonga pertama kali dipilih menjadi Kepala Desa Pematang Lalang tahun 2009. Areal persawahan ini mendapat perhatian sekaligus bantuan dari Balai Sungai Sumatera (BSS). Dibangunlah irigasi ketika itu. Seiring waktu berjalan, luas areal persawahan terus berkembang. Lanjut tahun 2016 Silitonga dipilih kembali untuk menjabat Kepala Desa yang kedua kali. Segala upaya terus dilakukan untuk membangun. Sampai harus mendatangkan pohon pinus dari Berastagi ditanam di area persawahan. Yang awalnya ditertawai oleh sebagian masyarakat karena menyimi setiap hari, selain pinus ada juga bunga yang turut ditanam. Tapi sekarang tumbuh indah dipinggir jalan membelah lokasi persawahan, apalagi dikala angin berhembus daun pohon pinus mengeluarkan suara desingan yang menambah pesona alam sawah disekitarnya.

Bak Gayung bersambut, rekan yang menyertai mengamini apa yang menjadi harapan Kades Pematang Lalang untuk berpartisipasi dalam pengembangan wisata sawah. Tahap awal akan menjajaki terlebih dahulu potensi yang ada. Selanjutnya kalau nanti didukung Kades Pematang Lalang barulah dimulai secara kecil – kecilan wisata sawah yang mempunyai panorama indah ini, beber H. Agus Pratiknyo.

Jarak yang begitu dekat dari lokasi Wisata Pantai Percut hanya 3 km menjadi potensial sekali untuk dibangun dan dikembangkan wisata sawah sebagai tempat wisata alternatif selain pantai. Para wisatawan yang penat setelah menikmati pemandangan laut, bisa berlanjut ke suasana persawahan yang hijau. Atau juga setelah membeli ikan di Percut lalu membawanya ke lokasi wisata sawah untuk di panggang dan menyantapnya sambil menikmati hembusan angin dipersawahan dan fasilitas lain yang disediakan.

Ditopang Warga Desa Pematang Lalang yang harmonis, dengan perbandingan 60% beragama Kristen dan 40 % Muslim, hidup rukun bahu membahu mengerjakan sawah. Sampai tidak bisa lagi dibedakan mana suku batak, mana suku melayu. Seperti dicontohkan Kades Silitonga, ketika ada seorang warga yang ingin tumpangan sepeda motor. Awalnya dia mohon tumpangan dengan menggunakan logat batak. Ketika sampai tujuan dan turun, spontan warga. tersebut menggunakan logat melayu untuk mengucapkan terimakasih. Begitu juga sebaliknya;ketika mau naik tumpangan ada warga pakai bahasa melayu lantas ketika turun dia menggunakan bahasa batak. Begitulah warga di Desa Pematang Lalang sudah merasa menyatu.

Atensi Pemerintah Kecamatan Percut Sei Tuan dibawah kepemimpinan Camat Drs. Khairul Azman Harahap MAP tidak diragukan lagi. Berkomitmen untuk membangun sekaligus mengembangkan potensi sumber daya yang ada di wilayah ini untuk kesejahteraan masyarakatnya.

Walaupun Desa Pematang Lalang berada diujung Utara Kecamatan Percut Sei Tuan, namun Pemerintah baik Kabupaten maupun Kecamatan sama sekali tidak mengecualikan keberadaannya. Dengan dikembangkannya nanti wisata sawah disini tentunya menambah khasanah kekayaan alam di Kecamatan Percut Sei Tuan sebagai tujuan wisata baik lokal maupun nasional.

Dengan menempuh perjalanan dalam waktu 15 sampai 20 menit dari kota Tembung sampailah ke lokasi Desa Pematang Lalang. Begitu juga kalau mengambil titik berangkat dari Batang Kuis.

Kades Silitonga berharap dengan ikutnya seorang pengusaha Agus Pratiknyo menjadi motivasi bagi pemerintahan Desa Pematang lalang untuk turut membantu mensukseskan pembangunan sekaligus pengembangan wisata sawah ini. Desa yang memiliki 3 Dusun dan mempunyai 380 KK sulit meyakini usaha lain selain bertani. Memang di tempat lain sudah ada yang namanya wisata sawah. Namun kalau dilihat dari segi area dan lokasi, boleh dibilang berbeda dan sangat menjanjikan. Lihatlah ada sebuah jalan membelah di dua sisi area sawah. Tinggal memperindah jalan dengan fasilitas yang mempunyai ciri artistik tertentu sebagai layaknya tempat wisata, seperti meja kursi, payung , tanaman bunga, pagar dan lampu penerang jalan. Kalau dikelola dengan baik tentu tidak kalah menariknya dibanding ditempat lain.

Kedepan diharapkan akan muncul ikon untuk Kecamatan Percut Sei Tuan. Selama ini kan belum ada, jangan hanya gula merah saja yang menjadi ikonnya dari zaman nenek moyang kita. Kalau hanya ini semua orang pun bisa membuatnya, katanya berkelakar sambil tertawa lepas.

Penulispun berharap, agar pembangunan wisata sawah diiringi juga dengan dibangunnya kantor Desa Pematang Lalang yang representatif. Agar masyarakatnya dalam berurusan dikantor desa merasa senang dan nyaman, agar bisa merubah karakternya kearah yang lebih baik lagi dan para wisatawan yang berkunjung kemari merasa puas karena adanya kantor yang artistik. dengan slogannya “Kampung Bertuah Tanah Baradad”.

PENULIS ADALAH : Wartawan Realitas/Realitasonline , Ketua BPD Desa Sei Rotan, Bendahara Forum Silaturahmi (Fosil) BKM Se Kecamatan Percut Sei Tuan, Sekretaris Yayasan Thariqah Alqaadiry Mesir Cabang Sumatera Utara, Aktivis Inovasi Kecamatan Percut Sei Tuan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER

‘Negeri Bertuah’ Kembali Diguncang Isu Corona, Jubir Satgas: Warga Kuala PDP, Bukan Positif Covid-19

STABAT - Realitasonline | Kabupaten Langkat yang kerap disebut dengan 'Negeri Bertuah' kembali diguncang isu corona karena salah satu warganya yang positif...

“Dicomblangin”, Harimau Sumatra di London Dibunuh Calon Pasangannya

LONDON - RealitasOnline | Seekor harimau Sumatra mati di Kebun Binatang London. Harimau betina bernama Melati itu dianiaya calon pasangannya, harimau jantan...

“Jemput Bola” Rekam E-KTP, Disdukcapil Pakpak Bharat Terima Penghargaan Gubsu

PAKPAK BHARAT - Realitasonline | Untuk memenuhi persyaratan bagi warga Pakpak Bharat yang sudah berusia 17 tahun atau yang telah kawin untuk...

“Mardua Holong” Tampil Apik Pada Perayaan HBA Kejari Simalungun

SIMALUNGUN - Realitasonline | Keluarga besar  Kejari Simalungun merayakan HBA (Hari Bhakti Adhyaksa) ke 59 penuh suka cita bertempat di Hotel Horizon...

BERITA TERBARU

Bupati Labuhanbatu Hadiri Lepas Sambut Dandim 0209/LB

LABUHANBATU – Realitasonline | Pada acara lepas sambut Dandim 0209/LB, Bupati Labuhanbatu H Andi Suhaimi Dalimunthe ST MT menyampaikan, "Selamat datang Dandim 0209/...

Kejari Simalungun Terima 413 Berkas Tilang Operasi Patuh Toba

Simalungun - Realitasonline | Hasil operasi patuh Toba 23 Juli s/d 5 Agustus yang dilakukan Polres Simalungun, untuk Minggu pertama, sejumlah 413...

Kadistan Tapsel : Ikut AUTP, Petani Tidak Perlu Takut Gagal Panen

TAPANULI SELATAN - realitasonline | Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Ir. H Bismark Muaratua Siregar mengajak para petani khususnya petani...

Erick Thohir Angkat Bakir Pasaman Jadi Dirut PT Pupuk Indonesia

SINGKIL - Realitasonline | Mentri BUMN Erick Thohir mengangkat Bakir Pasaman menjadi direktur utama PT Pupuk Indonesia (4/8/20). Bakir Pasaman salah satu...