Kamis, Juli 9, 2020
Beranda Artikel Mengubah Budaya Pedagang Pasar Gambir Tembung Tidak Menempatkan Lapaknya di Badan Jalan

Mengubah Budaya Pedagang Pasar Gambir Tembung Tidak Menempatkan Lapaknya di Badan Jalan

Oleh  : H. Irwansyah

Artikel ini adalah hasil pemikiran dan kajian lapangan penulis, merupakan prospek logika inovative.Bukan maksud ingin menggurui siapapun. Penulis berupaya mengangkat tema tentang sektor pembangunan disemua bidang yang ada di Kecamatan Percut Sei Tuan Deli Serdang.

Sebagai wujud kepedulian seorang anak bangsa yang ingin turut memajukan daerahnya melalui pemikiran dan kerja nyata. Dibawah ini penulis menyajikan situasi Pasar Gambir Tembung yang semerawut.

Para pedagang yang berjualan di Pasar Gambir Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan seenaknya menempatkan lapak dagangannya di bahu jalan. Hal ini tentunya membuat jalan menjadi sempit serta menggangu lalulintas.

Hampir setiap hari di lokasi ini kerap mengalami kemacatan.Kenderaan yang melintas terutama mobil harus extra hati – hati jika melewati pasar gambir ini,karena dikiri kanan jalan pedagang mengambil sebagian badan jalan untuk berjualan, ditambah lagi kesibukan para pembeli yang berhenti. Apabila pengemudi lengah bisa jadi menyenggol lapak dagangan orang.

Pantauan penulis, Selasa (23/6 2020) pagi,kemacatan terjadi diseputar lokasi pasar gambir. Seperti Jalan Pasar VIII dan IX atau jalan menuju ke Pasar VII. Bagi kenderaan yang melintas yang hendak kearah Medan atau sebaliknya berjalan pelan atau berhenti. Diakibatkan menyempitnya badan jalan sehingga kenderaan yang berselisih harus saling mengalah untuk bisa lewat.

Padahal pemerintah Kecamatan Percut Sei Tuan dibawah pimpinan Camat Drs Khairul Azman Harahap, MAP bersama Muspika dan Dinas terkait sudah sering menertibkan para pedagang. Bahkan sudah dibangun kios untuk pedagang dengan mengambil tempat yang sudah ditentukan. Dibuat parit sesuai standart jalan sehingga pedagang tidak ada lagi yang berjualan dipinggir jalan sampai memakan badan jalan. Lokasi Pasar Gambir ini sempat tertib beberapa saat.

Namun belakangan para pedagang kembali lagi berjualan dipinggir jalan.

Situasi begini hendaknya jangan berlarut, harus ada solusi dan bila perlu ada tindakan yang dilakukan Pemerintah Kecamatan. Seperti dibuat Perda atau paling tidak harus ada kesepakatan antara Pihak eksekutif dengan para pedagang.

Untuk lebih efektif nya keputusan, bisa juga ditempuh,misalnya Camat  mengajak duduk bareng, makan bersama dengan para elemen masyarakat di wilayah Percut Sei Tuan ini. Seperti dengan pedagang, Dinas Pasar, Dinas Perhubungan, Kepala Desa, Ormas,  Tokoh Pemuda, Tokoh masyarakat, Tokoh Agama, Aktivis Lingkungan Hidup, Aktivis Inovasi, dll.

Dicari solusi terbaik dan tepat untuk mengatasi persoalan pedagang ini. Memang untuk merubah budaya pedagang kita, utamanya pedagang tradisional yang doyan jualan dipinggir jalan ketimbang didalam kios yang telah disediakan, tidaklah mudah. Diperlukan pendekatan dan pengertian yang luar biasa. Selama ini,kalau petugas menertibkan, para pedagang seolah patuh. Tapi apabila petugas pergi, pedagang kembali lagi ketempat semula dipinggir jalan. Terjadi kucing – kucingan.

Sejalan tentunya yang paling penting adalah pendekatan sekaligus pengertian dilakukan terhadap calon pembeli. Artinya dihimbau juga kepada pembeli agar belanja harus pada pedagang yang berjualan dikios jangan yang dipinggir jalan.

Untuk fasilitas seperti parkir, MCK dan lainnya harus juga menjadi perhatian. Karena parkir seenaknya/sembarangan juga ambil bagian dalam menciptakan kemacetan.

Pasar Gambir Tembung merupakan aset yang harus dijaga dan dilestarikan keberadaannya. Disamping sarana tempat transaksi jual beli juga merupakan barometer tingkat kehidupan ekonomi masyarakat sekitar. Betapa tidak, semakin tinggi tingkat taraf hidup masyarakat maka tinggi pula daya beli yang dilakukan masyarakat tersebut begitu juga sebaliknya. Untuk lapangan kerja juga menjadi serapan atas keberadaan Pasar Gambir ini.

Agaknya Pemerintah Kecamatan harus serius menjaga aset Pasar Gambir ini, kalau dikelola sekaligus dikembangkan dengan sungguh – sungguh tentunya bisa mendatangkan pendapatan bagi kas daerah khususnya untuk Kecamatan. Pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pemasukan dari segi perparkiran misalnya, selama ini kan belum jelas kemana arah muaranya. Belum lagi dari sektor kebersihan dan lainnya. Bisa mendatangkan pendapatan bagi kas pemerintah kecamatan, yang ujungnya dipergunakan untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Percut Sei Tuan.

Semua elemen masyarakat harus bersinergi untuk mengolah dan mengelola Pasar Gambir ini. Mulai dari pedagang sendiri, pembeli, tokoh pemuda sampai kepada tingkat pemerintahnya.

Kenapa harus ada Tokoh Pemuda?. Kita tidak usah tutup matalah,coba lihat selama ini para pemuda setempat turut andil dalam menciptakan kemacatan dan kesemerawutan Pasar Gambir.

Betapa tidak, para pemuda setempat memungut semacam upeti terhadap pedagang khususnya yang berjualan dipinggir jalan bagaimana agar mereka bisa leluasa berjualan walau letaknya sampai memakan badan jalan sekalipun, tanpa memikirkan kemacatan yang bakal terjadi.

Ditambah lagi kebiasaan pedagang, memang kalau ditanya, siapapun orangnya pasti ingin berjualan paling terdepan yang langsung berinteraksi dengan pembeli ketika orang pertama kali masuk ke kawasan pasar. Dan Pembeli juga begitu seakan malas untuk masuk kedalam menuju kios pedagang yang telah disediakan lapaknya. Alasannya klasik, becek, capek dan sempit. Inilah kebiasaan buruk yang harus dirubah.

Kemacatan yang mencolok sering terjadi di jalan pasar VIII. Kawasan ini merupakah lokasi gudang dan pabrik. Sudah barang tentu kenderaan yang melintas relatif berukuran besar seperti truck. Dan jalan Pasar VIII ini salah satu akses yang menghubungkan dari dan ke Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang.

Apabila Pasar Gambir ini bisa tertata rapi sebagai pasar tradisional yang dimiliki Percut Sei Tuan. Prospek sebagai kunjugan turis sudah barang tentu menjadi daya tarik tersendiri tentunya akan meningkatkan pendapatan disektor pariwisata.

Jarak yang dekat dari Bandara Internasional Kualanamu sebagai pintu gerbang Sumatera Utara menjadikan Pasar Gambir Tembung sebagai alternatif bagi wisatawan khususnya lokal untuk berbelanja. Potensi yang dimiliki Pasar Gambir untuk tujuan belanja masih mungkin bisa ditata serta dikelola dan dikembangkan oleh Pemerintah Kecamatan berkolaborasi dengan semua elemen yang ada di Percut Sei Tuan serta Dukungan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang juga dinantikan dengan semangat kreativitas dan inovasi anak bangsa. (*)

Penulis adalah Wartawan Realitas/Realitasonline, Ketua BPD Sei Rotan, Aktivis Inovasi Percut Sei Tuan, Pengamat Sosial Masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER

‘Negeri Bertuah’ Kembali Diguncang Isu Corona, Jubir Satgas: Warga Kuala PDP, Bukan Positif Covid-19

STABAT - Realitasonline | Kabupaten Langkat yang kerap disebut dengan 'Negeri Bertuah' kembali diguncang isu corona karena salah satu warganya yang positif...

“Dicomblangin”, Harimau Sumatra di London Dibunuh Calon Pasangannya

LONDON - RealitasOnline | Seekor harimau Sumatra mati di Kebun Binatang London. Harimau betina bernama Melati itu dianiaya calon pasangannya, harimau jantan...

“Jemput Bola” Rekam E-KTP, Disdukcapil Pakpak Bharat Terima Penghargaan Gubsu

PAKPAK BHARAT - Realitasonline | Untuk memenuhi persyaratan bagi warga Pakpak Bharat yang sudah berusia 17 tahun atau yang telah kawin untuk...

“Mardua Holong” Tampil Apik Pada Perayaan HBA Kejari Simalungun

SIMALUNGUN - Realitasonline | Keluarga besar  Kejari Simalungun merayakan HBA (Hari Bhakti Adhyaksa) ke 59 penuh suka cita bertempat di Hotel Horizon...

BERITA TERBARU

Tiga Komisi DPRD Taput Konsultasi ke Provinsi

TARUTUNG - Realitasonline.id | Tiga (3) Komisi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tapanuli Utara (Taput) Konsultasi ke Tingkat Provinsi Sumut di Medan.

Terbukti Nyabu, Dua Pemuda Asal Haranggaol Diancam 3,6 Tahun

SIMALUNGUN - Realitasonline.id | Dua pemuda asal Haranggaol Horison Simalungun, Luter Simarmata (20) dan Roni Alkahpi Pardede (20) masing masing dituntut hukuman...

Pada Penyerahan 20 Betor Sampah, Bupati Bireuen Ingatkan Warga Agar Menjaga Kebersihan

BIREUEN - realitasonline.id | Bupati Bireuen Dr H Muzakkar A Gani, SH MSi mengatakan salah satu cara hidup sehat adalah dengan selalu...

UNESCO Global Geopark, Edy Rahmayadi Dorong Peningkatan Fasilitas Kaldera Toba

DELISERDANG - realitasonline.id | Dewan Eksekutif United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada sidang ke-209 menyepakati Kaldera Toba sebagai UNESCO Global...