Sabtu, Juni 6, 2020
Beranda Artikel Penerbangan Komersial Dibolehkan Terbang Kembali

Penerbangan Komersial Dibolehkan Terbang Kembali

Oleh: H. Irwansyah

Banyak kalangan tak menduga kini Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melalui keputusannya membolehkan kembali maskapai nasional untuk terbang mengangkut penumpang rute domestik di tengah pandemi virus corona (covid – 19).

Katanya, keputusan ini sesuai dengan kebijakan pengoperasian seluruh moda transportasi mulai berlaku sejak tanggal 7 Mei 2020 itupun dengan pembatasan kreteria penumpang.

Ditandai adanya surat edaran dari Menko Perekonomian yang memberikan kelonggaran untuk moda transfortasi kembali beroperasi agar perekonomian nasional tetap berjalan. Kemenhub ditugaskan untuk menjabarkan peraturan Permenhub no. 25 tahun 2020 tentang pengendalian transportasi selama mudik Idul Fitri 1441 H.

Kini di seluruh bandara di Indonesia baik yang dikelola Angkasa Pura I maupun Angkasa Pura II telah memberlakukan kembali penerbangan komersialnya. Keputusan yang diambil Kementerian Perhubungan menimbulkan pertanyaan, bagaimana ini bisa dilakukan padahal keputusan untuk menghentikan sementara penerbangan komersial baru diputuskan mulai tanggal 24 April 2020 sampai tanggal 1 Juni 2020 artinya batas waktu yang telah ditentukan belum berakhir. Mengingat penghentian sementara penerbangan komersial dalam upaya mendukung untuk memutus mata rantai wabah virus corona serta menekan jumlah korban yang terjangkit covid – 19 agar tidak bertambah yang ujungnya agar wabah ini segera berakhir.

Di sisi lain di berbagai daerah juga telah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), warga yang bermukim dilarang ke luar dan yang akan masuk juga dibatasi atau dilarang. Memang keputusan pemberlakuan kembali moda transportasi khususnya untuk penerbangan dilakukan dengan syarat mempunyai surat keterangan berbadan sehat dari instansi terkait artinya calon penumpang yang akan terbang ke suatu daerah harus melewati beberapa pintu untuk memperoleh surat tanda berbadan sehat tersebut. Harus mengikuti prosedur tes kesehatan protokoler pandemi virus corona saat ini. Tentunya kalau ini benar – benar dilakukan, akan membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

Pertanyaannya apakah calon penumpang bisa mengikuti prosedur yang telah ditetapkan ? Kalau kita melihat selama ini, yang namanya calon penumpang atau orang yang hendak bepergian apalagi menggunakan pesawat terbang tidak ada yang mau repot. Untuk membeli tiket aja kalau bisa dilakukan melalui online saja, tidak melalui manual.

Nah, sekarang kalau hendak terbang harus mengikuti tahapan pemeriksaan kesehatan di tengah wabah covid – 19. Memang prosedur ini bagus dilakukan karena calon penumpang harus benar – benar memiki tubuh yang sehat sehingga tidak ada yang namanya ditulari ataupun menularkan virus penyakit seperi corona kepada orang lain. Jadi calon penumpang harus benar – benar siap mengikuti tahapan ini. Pemberlakuan beroperasi kembali terhadap moda transportasi ini juga menjadi polemik ditengah masyarakat mengingat masih ada aturan pemerintah yang melarang warga untuk mudik.

Di saat ada aturan warga dilarang mudik, saat yang sama ada aturan moda transportasi dibolehkan kembali untuk beroperasi yang sebelumnya telah dihentikan sementara.

Para pengusaha angkutan, swasta atau BUMN, khususnya pemilik maskapai Penerbangan di tanah air, di momen Ramadhan menjelang Idul Fitri seperti saat ini merupakan waktu yang tepat untuk meraup keuntungan berlipat yang diperoleh dari masyarakat yang menggunakan moda transportasi udara, apalagi kalau bukan yang namanya mudik. Dilain pihak bagi masyarakat kebanyakan bahwa merayakan hari besar seperti Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga besar di kampung halaman merupakan budaya yang sudah melekat bertahun – tahun. Jadi ya harus mudik alias pulang kampung.

Moda transportasi untuk beroperasi diberlakukan lagi, disisi lain ada aturan dilarang mudik. Jadi pertanyaannya, para pengusaha angkutan dari mana bisa mendapatkan penumpang disaat Ramadahan gini padahal keberkahan Ramadhan kali ini sedang ditunggu oleh kebanyakan para pengusaha angkutan tentunya melalui budaya mudik yang dilakukan masyarakat umumnya.

Kita menyadari bahwa wabah yang ditimbulkan oleh virus corona (covid -19) utamanya di pelosok tanah air sudah begitu mengkuatirkan sekali. Di saat yang sama pemerintah begitu giatnya, dengan semangat yang luar biasa bekerjasama dengan semua unsur masyarakat berusaha untuk menghentikan penyakit menular ini agar tidak terus mewabah. Dengan berbagai macam cara, mulai dengan membasuh tangan, badan dengan disinfektan, hand sanitizer menggunakan masker, lock down sampai yang disebut PSBB. Semua usaha dilakukan agar bisa memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Di sisi lain, dihati yang paling dalam apa yang dirasa sekaligus diharapkan oleh semua lapisan masyarakat bahkan pemerintah sekalipun tidak menghendaki ini terjadi di Indonesia. Kita lihatlah ekonomi sudah babak belur. Bahkan bagi pemerintah sendiri sudah tidak bisa fokus lagi, hari ini sudah diteken satu keputusan, besoknya ada lagi keputusan yang berbeda pula. Belum lagi tidak sinkronnya pemerintah pusat dengan daerah. Salah satu contoh keputusan untuk menghentikan beroperasinya moda angkutan darat, laut maupun udara. Tidak lama berselang keputusan dianulir dengan mengaktifkan kembali moda transportasi untuk beroperasi. Yang Uniknya Peraturan dilarang mudik, PSBB dan lainnya masih berlaku. Pengusaha angkutan mengharap penumpang ada yang mudik.

Transportasi jalan sudah barang tentu melanggar peraturan PSBB. Seharusnya pemerintah baik pusat maupun daerah harus konsentrasi dan fokus untuk menuntaskan pandemi covid – 19 ini. Harus dibuat kajian dan rencana yang sangat matang, bagaimana satu keputusan dan peraturan yang dibuat harus benar – benar dikaji secara mendalam agar tidak menimbulkan persolan baru. Memperhatikan surat ederan Menteri Perekonomian yang mengharap agar perekonomian nasional tetap berjalan, agar semua pihak bisa menjabarkan bahwa kedepan tidak ada lagi yang namanya penghentian yang sifatnya menghambat ekonomi. Kalau boleh berandai – andai. Seandainya seluruh bandara di Indonesia tetap beroperasi termasuk Bandara Internasional Kualanamu dari awal, seluruh maskapai penerbangan terbang seperti biasa sesuai jadwal, tetapi tetap harus mengikuti prosedur yang ditetapkan gugus tugas dalam protokoler kesehatan untuk mencegah berjangkitnya corona virus lebih luas, mungkin ekonomi tidak sampai terpuruk seperti ini.

Kita lihat saja perusahaan perbankan mereka tetap beroperasi ditengah pandemi virus corona tetapi tetap memperhatikan prosedur kesehatan yang ditetapkan gugus tugas covid – 19. Apapun ceritanya keputusan Menhub dengan membelakukan kembali moda transportasi khususnya penerbangan disambut dengan suka cita. Kedepan diharapkan semua pihak harus tetap berupaya agar orang yang terjangkit tidak bertambah lagi bahkan bisa selesai wabah ini dengan segera agar perekonomian bangkit kembali. Pemerintah harus membuat terobosan besar bagaimana agar masyarakat Indonesia tetap sehat, tentunya dengan memperkuat ketahanan dibidang kesehatan. Insya Allah.

*Penulis adalah wartawan Realitas/Realitasonline.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER

‘Negeri Bertuah’ Kembali Diguncang Isu Corona, Jubir Satgas: Warga Kuala PDP, Bukan Positif Covid-19

STABAT - Realitasonline | Kabupaten Langkat yang kerap disebut dengan 'Negeri Bertuah' kembali diguncang isu corona karena salah satu warganya yang positif...

“Dicomblangin”, Harimau Sumatra di London Dibunuh Calon Pasangannya

LONDON - RealitasOnline | Seekor harimau Sumatra mati di Kebun Binatang London. Harimau betina bernama Melati itu dianiaya calon pasangannya, harimau jantan...

“Jemput Bola” Rekam E-KTP, Disdukcapil Pakpak Bharat Terima Penghargaan Gubsu

PAKPAK BHARAT - Realitasonline | Untuk memenuhi persyaratan bagi warga Pakpak Bharat yang sudah berusia 17 tahun atau yang telah kawin untuk...

“Mardua Holong” Tampil Apik Pada Perayaan HBA Kejari Simalungun

SIMALUNGUN - Realitasonline | Keluarga besarĀ  Kejari Simalungun merayakan HBA (Hari Bhakti Adhyaksa) ke 59 penuh suka cita bertempat di Hotel Horizon...

BERITA TERBARU

Wiwiek Sisto Widayat: Akibat Covid-19 Diperkirakan Perekonomian Sumut Melemah di Triwulan II

MEDAN - Realitasonline.id | Bank Indonesia memprediksikan perekonomian Sumatera Utara (Sumut) pada triwulan II tahun 2020 ini akan mencapai titik terendahnya, yang...

Warga Resah, Abdya Masuk Zona Merah Covid-19

BLANGPIDIE - Realitasonline | Pasca ditetapkannya Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) bersama delapan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Aceh berstatus zona merah corona...

Kejari Paluta Tindaklanjuti Laporan Dugaan Penyelewengan ADD dan DD Aek Haruaya

PALUTA - Realitasonline | Adanya dugaan penyalahgunaan pengelolaan Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2019, Kepala Desa Aek...

Dukungan Pelaku Pariwisata Parapat New Normal di Simalungun

SIMALUNGUN - Realitasonline | Pasca dilaksanakan kegiatan sosialisasi dan simulasi pelaksanaan New Normal di Kabupaten Simalungun, khusus daerah wisata Parapat, 31/05/2020 yang...