Kamis, Juli 9, 2020
Beranda Artikel Pohon "Bagot" Entaskan Kemiskinan dan Rehablitasi Lahan Kritis

Pohon “Bagot” Entaskan Kemiskinan dan Rehablitasi Lahan Kritis

Oleh: Marudut Nainggolan (Wartawan Realitasonline)

Tanaman Aren ( Enau ) atau “Bagot”dalam bahasa batak Toba, pertumbuhannya kini makin langka, disebabkan tergerus usia tua, masyarakat petani sendiri tidak melakukan peremajaan atau penanaman kembali.

Bagot dari sejarah pertumbuhannya berkembang secara liar,namun pasti masyarakat justru memetik hasilnya menopang kehidupan ekonomi.

Kalangan warga desa menyebut sesuai pengamatan dilapangan, penyebaran tanaman Bagot dilakukan oleh binatang. Musang dikenal suka memakan buah aren kemudian biji dibuang melalui kotoran,proses alam berjalan biji bertumbuh jadi pohon enau dengan secara tidak beraturan.

Populasi binatang Musang kata penduduk desa semakin langka oleh  pemburuan karena binatang ini kerap memangsa ternak ayam peliharaan . Tidak tertutup kemungkinan tanaman enau makin langka sebab diyakini justru binatang inilah yang “bertugas” penyebar pohon dimaksud. Boleh dikhawatirkan kelangkaan pohon enau terimbas terhadap pertumbuhan home industri.

Pohon Aren dapat menghasilkan beberapa jenis produksi seperti gula merah, cuka, kolang kaling, tepung aren dan minuman tuak.

Dari sononya sebagian warga pedesaan termasuk di Tapanuli Utara hingga sekarang telah memanfaatkan bagot sumber ekonomi keluarga.

Tanaman aren, biasanya tidak membutuhkan kondisi tanah khusus, sehingga dapat tumbuh pada tanah-tanah liat berlempung, berkapur serta berpasir.

Namun seperti pernah diuraikan Ir. Darwin Lumbangaol ketika menjabat Kadis Kehutanan dan Konservasi Tanah di Pemkab Taput kepada penulis dan dituangkan di media Harian Bukit Barisan ketika itu, tanaman aren tidak tahan pada tanah yang kadar asamnya terlalu tinggi.

Dikatakan, pertumbuhan tanaman aren lebih memungkinkan pada lahan yang memiliki ketinggian 500-800 meter diatas permukaan laut. Diatas 800 meter diatas permukaan laut dapat juga tumbuh namun produksi buahnya kurang memuaskan.

Tanaman Bagot masih kata Darwin Lumbangaol dalam pertumbuhannya membutuhkan curah hujan yang merata sepanjang tahun, setidaknya sebanyak 1.200 m m pertahun serta suhu udara kurang lebih 25 drajat celsius. Jika diperhitungkan dan menurut Sehmidth dan Ferguson,  yang paling cocok buat tanaman aren adalah iklim sedang sampai iklim agak basah.

Faktor lingkungan juga mempengaruhi pertumbuhan tanaman bagot.Darwin Lumbangaol mencontohkan daerah-daerah yang cocok adalah perbukitan dan berlembah seperti lembah di tepian sungai sekelilingnya banyak ditumbuhi berbagai jenis tanaman keras. karena dengan demikian tanaman ini tidak membutuhkan  terik matahari sepanjang hari.

Tanaman aren dapat dikembangkan melalui pembibitan dilapangan, bibit tanaman dapat dipindahkan ke lokasi penanaman setelah berumur 2-3 tahun. Bagi lahan gembur dibuat lobang berkisar 50 x 50 x 50 cm, sedang bagi lahan agak berliat berpasir lobang tanaman dibuat 75 x 75 x 75 cm, melihat tajuk pohon ini dapat melebar sehingga membutuhkan jarak 9 x 9 m atau 6 x 6 m.

Wilayah Taput Berpotensi

Mengingat semakin langkanya tanaman aren, sudah waktunya tindakan pelestarian. Melihat daerah Taput memiliki potensi dan peluang  sangat mungkin untuk dikembangkan.

Mengembangkan pohon aren sangat-sangat memungkinkan di wilayah Tapanuli Utara yang bergunung dan berlembah .

Dalam kondisi sekarang, memang sudah waktunya dilakukan penganeka ragaman tanaman hutan bernilai ekonomis, selain aren, tanaman kemenyan pun semakin langka dan jarang diremajakan.

Mengembangkan tanaman aren selain meningkatkan perekomomian petani yang ada di pedesaan  sekaligus juga merehablitasi lahan-lahan kritis yang masih tersebar di wilayah ini

Pohon berbatang besar , berijuk dan tingginya mencapai 15 meter, kata Ir. Darwin Lumbangaol kepada penulis, tergolong suku Areccaceae. Berbuah bundar agak lonjong berbiji tiga. Kulit buah  mengandung kriatal oksalat yang menyebabkab rasa gatal bila tersentuh getahnya.

Dari bunga pohon enau ini dapat disadap niranya untuk pembuatan gula nira dan minuman tuak.,terangnya.

Bukan itu saja, pohon jangkung ini bermanfaat banyak, seperti ijuk untuk bahan anyaman, atap rumah, dekorasi. Tulang anak daun dapat dibuat sapu lidi sedangkan daun muda untuk pelinting tembakau, Umbun batangnya membuat sagu, serta buah untuk kolang kaling yang kini banyak dijual dipasaran,terang Darwin Lumbangaol seperti terkutip dari kliping  tulisanku diharian Bukit Barisan Medan, Kamis 1 September 1994.

Fakta dilapangan, tanaman enau makin langka, selain termakan usia, kurangnya perhatian peremajaan,namun tidak dipungkiri belakangan ini ada dari warga bergerak melakukan penanaman, seperti dilakoni warga desa Simanungkalit.

Keluarga petani yang enggan namanya dimediakan  melakukan terobosan dengan mencetak bibit bagot untuk ditanami dilahan milik keluarga.

Bibit varietas lokal pilih dari pokok aren yang memiliki sifat baik dari sisi produksi air nira di Desa Simanungkalit, Kecamatan Sipoholon, Tapanuli Utara,seperti terlihat dalam gambar.

Pemerintah Tapanuli Utara belum lama ini melakukan menaman sebanyak 1.000 bibit tanaman aren pada lahan seluas 3,5 hektare di di Desa Lumban Ina-ina Kecamatan Pagaran.

Penanaman bibit perdana  oleh Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan, didampingi Kadis Pertanian SEY Pasaribu dan beberapa pimpinan OPD, serta Camat Pagaran.

Bupati Taput Nikson Nababan berharap ,tanaman aren dirawat dengan baik, sebab bila pertumbuhannya baik akan memberikan hasil dalam menopang perekonomian petani.

Selain itu sebut Nikson Nababan, pertanaman pohon aren di lahan milik warga, sebagai upaya merehablitasi lingkungan dan mengembangkan tanaman hutan bernilai ekonomis. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER

‘Negeri Bertuah’ Kembali Diguncang Isu Corona, Jubir Satgas: Warga Kuala PDP, Bukan Positif Covid-19

STABAT - Realitasonline | Kabupaten Langkat yang kerap disebut dengan 'Negeri Bertuah' kembali diguncang isu corona karena salah satu warganya yang positif...

“Dicomblangin”, Harimau Sumatra di London Dibunuh Calon Pasangannya

LONDON - RealitasOnline | Seekor harimau Sumatra mati di Kebun Binatang London. Harimau betina bernama Melati itu dianiaya calon pasangannya, harimau jantan...

“Jemput Bola” Rekam E-KTP, Disdukcapil Pakpak Bharat Terima Penghargaan Gubsu

PAKPAK BHARAT - Realitasonline | Untuk memenuhi persyaratan bagi warga Pakpak Bharat yang sudah berusia 17 tahun atau yang telah kawin untuk...

“Mardua Holong” Tampil Apik Pada Perayaan HBA Kejari Simalungun

SIMALUNGUN - Realitasonline | Keluarga besar  Kejari Simalungun merayakan HBA (Hari Bhakti Adhyaksa) ke 59 penuh suka cita bertempat di Hotel Horizon...

BERITA TERBARU

UNESCO Global Geopark, Edy Rahmayadi Dorong Peningkatan Fasilitas Kaldera Toba

DELISERDANG - realitasonline.id | Dewan Eksekutif United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada sidang ke-209 menyepakati Kaldera Toba sebagai UNESCO Global...

Simpan Ganja Dalam Gubuk Divonis 5 Tahun Bui

Simalungun - realitasonline | Batu Marsaid Lada Simarmata (42) terbukti menyimpan ganja dalam gubuk divonis 5 tahun denda 900 juta subsider 6...

Pemprov Sumut Terus Kembangkan Transaksi Elektronik

MEDAN - realitasonline.id | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus mengembangkan transaksi digital. Hingga saat ini, Pemprov Sumut memiliki beberapa aplikasi transaksi elektronik,...

Tingkatkan Ketahanan Pangan, Bupati dan Ketua TP PKK Asahan Gerakan Tanam Cabai

ASAHAN - realitasonline.id | Gerakan Tanam Cabai memiliki maksud dan tujuan untuk memasyarakatkan optimalisasi lahan pekarangan baik di pedesaan maupun perkotaan dalam memproduksi kebutuhan pangan.