Rabu, November 30, 2022
BerandaArtikelSerbuan Teritorial TMMD Lepaskan Warga Hasinggaan Samosir Dari Belenggu Keterisoliran

Serbuan Teritorial TMMD Lepaskan Warga Hasinggaan Samosir Dari Belenggu Keterisoliran

Penulis : Alfonso Situmorang

Negeri Indah Kepingan Surga, mungkin itulah jargon Kabupaten Samosir yang terus digaungkan guna menjual pariwisata daerah tersebut. Pulau Samosir dengan keindahan Danau Toba salah satu Danau terbesar bahkan luasannya bisa dilihat dari antariksa senantiasa menjadi magnet bagi turis mancanegara dan domestik guna menginjakkan kaki disana.

Namun dibalik keindahan dan menakjubnya keindahan Danau Toba dengan diwarnai punggung Pusuk Buhit. Tersimpan suatu asa dari 1.123 insan yang mendiami suatu Desa yang berada dilereng pebukitan Huta Dolok Hasinggaan.

Namanya Desa Hasinggaan, Desa yang berada di kecamatan Sianjur Mula Mula Kabupaten Samosir berdasarkan informasi Kepala Desa Hammat Sagala sudah ada sekitar ratusan tahun.

Desa yang terdiri dari 296 Kepala Keluarga tersebar di Dusun Hasinggaan, Dusun Bahal Bahal serta Pinal Bidangara selama ini untuk masuk dan keluar desa menggunakan moda transportasi Kapal.

Berbatasan dengan Desa Bonandolok , menuju Hasinggaan sebenarnya bisa diakses jalur darat namun akibat belum optimalnya jalur darat (Setapak) warga setempat terpaksa menggunakan jalur Danau.

Menempuh perjalanan 45 hingga 50 menit menggunakan moda transportasi Kapal menuju ibukota Kecamatan membuat para pelajar yang melanjut ke SMP dan SMA terpaksa indekost.

Terbayang, agar tidak terlambat masuk sekolah orang tua terpaksa menitipkan anaknya kerumah keluarga ataupun kost dengan bayar makan. Tidak hanya untuk biaya sekolah, para orang tua harus mengeluarkan biaya tambahan untuk kost hingga ongkos Carter kapal mereka ketika pergi pulang.

Bahkan biaya itu mencapai sekitar Rp 25 ribu perorang, belum lagi ketika warga mau Maronan (ke pasar belanja) pun harus rombongan mengingat keterbatasan transportasi. Impian warga yang sudah puluhan generasi tinggal di Desa tersebut akan sebuah jalan yang mampu dilewati kendaraan roda dua akhirnya tiba.

Apakah itu, yakni sebuah progam namanya TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) , setelah dua puluh tahun diusulkan ke Pemkab.

Wadan Pusterad. Mayjen TNI. Ilyas Alamsyah, Danrem 023 KS Kolonel. (Inf). Dody Triwinarto , Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom, Dansatgas TMMD Letkol.Inf. Hari Sandra dan lainnya saat mengecek kondisi pekerjaan jembatan darurat. (Realitasonline.id/Alpon Situmorang)

Akhirnya sebuah sinyal datang untuk sebuah mimpi terbukanya akses jalur darat yang kala tahun 2021 masih sebatas menyentuh lintasan Desa Bona sekitar 800 meter. Dan akan melanjut ke Hasinggaan dengan panjang 1200 meter saat launchingnya TMMD ke 115 tanggal 11 Oktober lalu.

Program fisik TMMD yang akan bekerja hingga tanggal 9 Nopember 2022 akan menyentuh pekerjaan fisik pembukaan jalan sepanjang 1.200 meter, pembuatan 5 unit gorong-gorong, pembuatan 2 unit jembatan darurat dan pembuatan Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 500 meter.

Mendapat sinyal kampung mereka akan dibuka akses jalur darat, Op. Michael Sinaga (66) tidak dapat menahan harunya. Op. Michael yang menurut pengakuannya sudah Lima generasi berdiam di Hasinggan menuturkan akses transportasi menjadi kendala berat.

Warga yang mayoritas mata pencahariannya Padi Sawah serta bertanam Jagung harus kerja keras hanya untuk menyekolahkan anak-anak mereka.

” Kalau sekolah dasar ada disini, ya, yang kita kewalahan yakni melanjut ke SMP. Semua orang tua yang punya anak menyekolahkan anaknya kejenjang SMP dan SMA itu ke ibukota Kabupaten,” katanya saat berbincang dengan Jurnalis ketika turun liputan ke Desa tersebut.

Op. Michael menuturkan filosofi Batak ‘ Anakkon Hi Do Hamoraon Diau’ menjadi penyemangat agar anak-anak mereka lebih meningkat hidupnya.

Bentuk antusias warga saat ikut membantu Satgas TMMD. (Realitasonline.id/Alpon Situmorang)

” Kalau saya, ingin anak-anak Saya berhasil dan sukses. Makanya orang tua disini, dari pagi hingga sore itu bekerja di Ladang agar bisa membiayai anak sekolah,” ungkap Op.Michael yang pengakuannya memiliki anak yang bertugas sebagai Prajurit TNI dan Polri.

Dengan terbukanya akses jalur darat melalui Serbuan Teritorial Kodim 0210/TU, Op. Michael sangat senang.

” Segini saja dibuka, kami sangat senang. Dan memang bila dilanjutkan, desa kami ini berbatasan langsung dengan Sitio Tio Kabupaten Dairi tepatnya di Dusun Pinalbidangara,” ungkapnya.

Kalau dari Desa Sitio Tio Dairi diperbatasannya sudah diaspal,.hanya saja diujung jalan Dusun ini menuju kesana masih setapak.

” Kalau saja jalur ini nantinya tembus, akan banyak orang dari Dairi ataupun Desa tetangga kemari. Selama ini, banyak kapal yang datang kemari hanya untuk memancing, apalagi kalau jalur daratnya bisa diakses mobil tentunya Desa kami ini akan ramai dan bukan lagi tempat persinggahan seperti namanya yakni Hasinggaan,” ungkapnya.

Panser Situmorang warga Dusun Pinalbidangara pun juga merasakan nasib yang dialami mayoritas orang tua Hasinggaan. Para pelajar SMP dan SMA untuk melanjutkan pendidikan harus indekos di pusat Ibukota Samosir Pangururan untuk menghemat biaya.

” Ya itu benar, anak kami harus indekos di Pangururan. Sekali seminggu pulang kampung. Sabtu pulang, Minggu berangkat lagi. Begitulah setiap minggunya,” kisahnya.

Walaupun memiliki sebuah Kapal yang juga kerap digunakan warga untuk menyeberang ataupun belanja hingga mengangkut barang. Panser pun juga merasakan penambahan biaya untuk anak-anak mereka indekos.

” Harus ke pangururan melanjutkan sekolah. Tidak mungkin pulang pergi setiap harinya. Jarak dari hasinggaan ke pelabuhan pangururan kurang lebih 50 menit. Dari pelabuhan menuju Pangururan harus naik angkot lagi untuk tiba ke sekolah atau rumah kos-kosan,” tambahnya.

Dengan terbukanya jalur darat, tentunya akan mengurangi kost biaya indekost

” Kami sudah bisa menyicil kendaraan roda dua, untuk dipakai anak-anak kami sekolah, bahkan kekota pun sudah bisa lewat jadi tidak takut lagi ada tidak kapal untuk menyeberang, terima kasih buat TNI,” ucapnya.

Op Revans Simandalahi meluapkan kegembiraannya dengan berucap mimpi bertahun-tahun agar terbuka akses darat serasa tidak ada harapan lagi, karena Desa Hasinggaan persis berada dibawah lereng perbukitan berbatu dan terkendala pembebasan lahan.

Ungkap warga Huta Sosor Dusun Hasinggaan air mata kebahagiaan mengalir saat TMMD pertama kali tahun 2021 hadir di Desa Hasinggaan yang sasaran fisiknya membuka jalan sepanjang 800 meter dengan lebar 6 meter.

Kala itu, jalan yang dibuka sebatas menghubungkan Desa Hasinggaan ke Desa Bonan Dolok yang merupakan pintu masuk akses darat ke Hasinggaan. Jaraknya kurang lebih 3 KM.

Walau masih belum sempurna, bagi warga hasinggaan pembukaan jalan oleh TMMD itu sudah merupakan berkat. Karena sudah bisa dilalui kendaraan roda dua (motor) walau medannya masih cukup parah untuk berinteraksi ke desa tetangga.

” Terima kasih kepada TNI yang sudah membuka jalan setelah 20 tahun lebih diusulkan masyarakat,” ucap Op Revans.

Lain lagi, kisah Kepala Desa Hammat Sagala menuturkan pasca baru terbukanya akses TMMD pertama kali dari jalur Desa Bonan Dolok sebatas pertengahan belum begitu lebar ke Desa Hasinggaan.

Warga Desa Hasinggaan berani membeli Kuda Besi (motor) sebagai alat transportasi untuk mengangkut hasil pertanian.

“Kami tidak mau menyalahkan pemerintah karena akses jalan belum lancar. Namun disatu sisi akibat pelepasan lahan yang menjadi persoalan,” ucap Kades tiga periode tersebut.

Namun karena satu faktor kecemburuan dan iri kepada desa lain yang sudah maju.

” Untung ada rasa iri dan cemburu itu, kalau tidak ada jalan ini tidak akan terbangun dan akhirnya dengan kesadaran itu masyarakat memberikan tanahnya tanpa ganti-rugi,” ujarnya seraya tersenyum.

Bentuk antusias warga saat ikut membantu Satgas TMMD. (Realitasonline.id/Alpon Situmorang)

Keinginan maju dan tidak mau terkungkung dalam keterisoliran menjadi awal kesepakatan bersama tanpa mengharapkan ganti rugi lahan untuk pembukaan jalan tembus ke jantung desa. Melalui pemerintah desa mengusulkan proposal ke Camat Sianjurkan Mulamula untuk diteruskan ke Bupati Samosir.

” Bersama tokoh masyarakat kami antarkan proposal untuk melanjutkan pembukaan jalan. Itulah mimpi dan harapan kami, agar Bupati Samosir terbuka hatinya untuk melanjutkan pembukaan jalan tersebut,” cerita Hammat Sagala penuh harapan saat wartawan turun ke Hasinggaan, Jumat lalu (28/10/2022).

Namun, ada kendala penghambat menurut Hammat, Jembatan Sitapigagan di Desa Bonan Dolok harus dibangun. Karena jembatan Sitapigagan merupakan kunci akses penghubung pembukaan jalan TMMD tahun 2021-2022.

Bila jembatan itu tidak dibangun, akan sia-sia pembukaan jalan TMMD ke 115, karna jembatan itulah kunci akses penghubung dua desa saling berdekatan untuk bisa dilalui kendaraan roda empat terkoneksi ke daerah lain melalui jalur darat. Bila sudah dibangun, akan memudahkan masyarakat berinteraksi dan menjual hasil pertanian, sehingga perputaran ekonomi di Desa Hasinggaan cepat maju.

Dimana ada harapan, impian akan menjadi kenyataan. Warga pinggiran Danau Toba yang didominasi lima marga (Simanjorang, Simandalahi, Sagala, Sinaga, Simarmata) Itu akhirnya bernafas lega.

Tanggal 11 Oktober 2022 tepatnya Selasa, pengharapan masyarakat Desa Hasinggaan kembali dikabulkan.

Bupati Samosir Vandiko Gultom, ST resmi membuka pelaksanaan TMMD ke 115 Kodim 0210/TU tahun 2022 yang dipusatkan di Desa Hasinggaan. Pemerintah Kabupaten Samosir bersama masyarakat mendukung sepenuhnya pelaksanaan TMMD ke 115 yang dipusatkan di Desa Hasinggaan.

Merupakan daerah terpencil dan terisolir, dimana akses jalan sampai saat ini masih ditempuh melalui jalur danau. Akan tetapi merupakan desa yang potensial dibidang pertanian.

Penghasil bawang merah dan hasil pertanian lainnya seperti, Jagung dan padi yang pendistribusiannya ke desa tetangga dan kecamatan melalui kapal/perahu kayu.

” Dengan dibukanya jalan ini, maka akan membuka akses yang dapat menghubungkan antar desa bahkan antar kabupaten (dairi) menuju karo dan medan dari bibir pantai Danau Toba. Dimana jalan itu sudah dibuka Kabupaten Dairi,” kata Vandiko Gultom.

Dandim 0210/TU Letkol Hari Sandra menjelaskan, pelaksanaan TMMD ke 115 di Desa Hasinggaan fokus pekerjaan fisik sepanjang 1.200 meter, pembuatan 5 unit gorong-gorong, pembuatan 2 unit jembatan darurat dan pembuatan Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 500 meter.

Serta pelaksanaan kegiatan non fisik berupa, penyuluhan PBBN, Penyuluhan Wawasan Nusantara, Penyuluhan Hukum, Penyuluhan Narkoba, Penyuluhan KB dan Penyuluhan Stunting yang bekerjasama dengan OPD Pemkab Samosir.

Dansatgas Letkol Hari Sandra juga menyebut personel teritorial gabungan yang terjun dalam pelaksanaan TMMD 115, terdiri dari 150 personel.

Terbagi Kelompok Komando 15 orang, Asistensi (TNI, Polri dan Pemda) 25 orang, SSK 110 orang melibatkan TNI AD 83 orang, AL 5 orang, AU 2 orang, Zipur 10,Polri 10 orang dan masyarakat lokal 10 orang setiap harinya. Peralatan yang diturunkan, Excavator, Beko Loader, Breaker serta peralatan lainnya.

Ada satu moment yang tercatat dibenak warga terutama penulis, pada hari Sumpah Pemuda 28 Oktober.

Bentuk antusias warga saat ikut membantu Satgas TMMD. (Realitasonline.id/Alpon Situmorang)

Warga Hasinggaan kedatangan tamu yakni dua Jenderal Bintang Dua dan Satu, rombongan Tim Wasev yang hadir diantaranya Wadan Pusterad Mayjen TNI Ilyas Alamsyah, Kapok Sahli Pangdam I/BB Brigjen TNI Djashar Djamil, SE, MM, Kabag Bhakti Pusterad Letkol Inf lucky Sonny Maramis A.M dan Wa. Aster Kodam I/BB Letkol. Arm. Azhari S.I.P mendarat di Hasinggaan.

Bahkan rombongan kedua Jenderal tersebut diiringi Bupati Samosir Vandiko Gultom, ST, Danrem 023/KS Kolonel Dody Trwinarto, Dandim 0210/TU Letkol Hari Sandra, Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon menjajal jalan yang kondisinya sekitar 85 persen.

” Progresnya sudah berjalan di atas 85 persen. Tadi sudah saya sampaikan kepada Dandim, agar pelaksanaan pekerjaan fisik selesai tepat waktu, agar secepatnya dapat dinikmati masyarakat,” ujar Wadan Pusterad Mayjend Ilyas Alamsyah dihadapan warga di Posko TMMD ke 115.

Mayjend. Ilyas berpesan kepada Bupati Vandiko agar tahun depan pekerjaan ini dievaluasi untuk tahap peningkatan. Dansatgas Letkol Hari Sandra menguraikan bahwa proses pelaksanaan pekerjaan fisik akan tuntas sebelum penutupan.

Sementara pelaksanaan non fisik berupa penyuluhan akan mulai dilaksanakan awal Nopember 2022. Bupati Vandiko pada saat itu merespon pertanyaan tentang jembatan Sungai Sitapigagan yang merupakan kunci keberhasilan pembukaan jalan TMMD ke 115 untuk bisa dilalui kendaraan roda empat.

” Itu benar, jembatan itu kunci keberhasilan pembukaan jalan ini. Tahun depan akan kita anggarkan untuk pembangunan jembatan,” ujarnya dihadapan awak media kala itu.

Setelah sebulan prajurit Kodim 0210/TU berjuang bersama rakyat melalui program TMMD.

Akhirnya, Danrem 023/KS Kolonel (Inf) Dody Triwinarto didampingi Dandim 0210/TU Letkol Hari Sandra secara resmi menutup pelaksanaan TMMD ke 115.

” Terima kasih kepada semua pihak, yakni Forkopimda, tokoh masyarakat, Satgas lintas sektoral dan Pemkab Samosir atas suksesnya pelaksanaan TMMD ke 115 tuntas tepat waktu dan sesuai target, ” kata Pangdam I/BB Mayjend Daniel Chardin yang melalui Danrem 023/KS Letkol Dody Triwinarto pada acara penutupan tanggal 9 Nopember 2022.

TMMD lahir untuk membantu masyarakat di daerah terpencil. Kemanunggalan TNI menjadi sarana membangun NKRI untuk rakyat lebih maju dengan menerapkan pola gotong-royong dan saling bahu membahu.

TNI juga hadir untuk mengatasi kesulitan rakyat dipelosok-pelosok desa khususnya dibidang insfrastruktur jalan dan jembatan.

Dody berpesan agar jalan yang sudah dibuka, dijaga dan dipelihara dengan baik. Masyarakat harus saling merawat jalan yang sudah dibuka agar bisa digunakan dalam jangka waktu lama.

Dansatgas TMMD ke 115 Letkol Hari Sandra memastikan kedatangan prajurit teritorial Korem 023/KS ke Desa Hasinggaan bukan hanya membangun sasaran fisik.

Berbagai kegiatan non fisik seperti penyuluhan-penyuluhan juga diprogramkam sebagai bentuk sinergitas TNI dengan masyarakat.

Bentuk antusias warga saat ikut membantu Satgas TMMD. (Realitasonline.id/Alpon Situmorang)

Sasaran fisik TMMD ke 115 membuka jalan sepanjang 1.200 meter dengan lebar 8 meter, membuat Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 500 meter, membangun 5 unit gorong-gorong dan membangun dua unit jembatan darurat telah tuntas.

Untuk sasaran non fisik, pelaksanaan 8 program penyuluhan, seperti penyuluhan Hukum,Narkoba, Perkonomian, WASBANG, PPBN, Kesehatan, Stunting, POSYANDU, POSBINDU & PTM dan penyuluhan KB-KESEHATAN juga tuntas dengan baik.

” Semua berjalan dengan lancar dan tepat waktu. Baik pelaksanaan kegiatan fisik dan non fisik. Terima kasih kerjasama yang baik kepada jajaran kepolisian, dinas terkait Pemkab Samosir, masyarakat atas terlaksananya TMMD ke 115 tepat sasaran. Semoga program pelaksanaan fisik dan non fisik nantinya akan membawa perubahan untuk lebih maju bagi warga Desa Hasinggaan,” sebut Hari Sandra.

Bupati Vandiko apresiasi kinerja Satgas dan tim TMMD ke 115 di Kabupaten Samosir. Diharapkan pembukaan akses jalan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

” Pemkab Samosir sangat mendukung program TMMD. Saya sangat senang dan puas. Tahun depan diharapkan masih ada program TMMD di Samosir dan memilih lokasi yang paling urgent untuk dibuka. Terima kasih kepada TNI dan tim yang telah sukses menyelesaikan pelaksanaan TMMD ke 115,” ungkapnya.

Vandiko meminta kepada masyarakat agar menjaga dan memelihara jalan yang sudah dibuka. Sehingga apa yang telah dikerjakan TNI dapat bertahan lama.

Anggota DPRD Samosir Parluhutan Samosir yang ikut turun pada acara penutupan TMMD ke 115 mengakui perjuangan TNI/Polri membuka jalan di Desa Hasinggaan.

Katanya, program TMMD sejalan dengan visi-misi Bupati Samosir mewujudkan impian masyarakat semakin maju.

Tahun depan melalui anggaran APBD Samosir tahun 2023 akan menganggarkan peningkatan jalan yang sudah dibuka melalui program TMMD.

Pasca tuntasnya Serbuan Teritorial TNI melalui TMMD di Desanya, Hammat Sagala mengucap syukur atas berkat telah dibukanya jalan yang selama ini didambakan masyarakat.

“Kerinduan akan pembangunan di desa kami semakin dekat. Masyarakat pun semakin bersemangat mengolah lahan pertaniannya. Karena sudah cepat menjual hasil pertanian ke desa tetangga dan kecamatan melalui jalur darat,” ungkapnya.

Potensi-potensi alam yang ada di Desa Hasinggaan yang selama ini belum tersentuh akan tersentuh seperti air terjun serta panorama alam keindahan Danau Toba.

” Kami harap Pak Bupati membangun jembatan diatas Sungai Sitapigagan yang merupakan pintu masuk akses darat roda empat dan kalau bisa menembuskan ke Dairi agar ada interkoneksi antar Kabupaten,” pintanya.

Desa Hasinggaan tidak akan lagi menjad tempat Persinggahan seperti namanya, kala itu saudagar-saudagar yang datang dari Dairi dan tongging untuk berinteraksi melalui jalur danau.

Sekarang, akses jalan darat sudah dibuka, apalagi kalau sudah tembus ke dairi. Masyarakat di Kecamatan Sianjur Mulamula akan memilih melintasi Hasinggaan bila ingin berinteraksi ke medan dan kabupaten tetangga lainnya (pakpak, simalungun, karo).

” Hasinggaan tidak lagi jadi tempat persinggahan sementara, akan tetapi bisa menjadi pilihan tempat tinggal bagi anak-anak kami bagi yang ingin Martabe. Semua berkat TMMD, mimpi 20 tahun menjadi nyata, warga lepas dari keterisoliran jalur darat, semoga TNI semakin jaya dan kami sangat rasakan Kemanunggalan TNI bersama rakyat selama ini,” tukasnya.*

Tulisan ini untuk diikutkan dalam Lomba Karya Jurnalistik TMMD ke 115 TA 2022

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

BERITA POPULER

BERITA TERBARU