Terpapar Covid-19 di Taput Melonjak, Prokes “Ala Bisa Karena Biasa”

0

Oleh: Marudut Nainggolan (Penasehat PWI Bonapasogit)

Yang dikuatirkan terjadi, terpapar virus Covid-19 meningkat. 40 ruang isolasi dirumah sakit rujukan Tarutung Taput dipadati pasien corona,kata direktur RS Tarutung dr Janri Nababan seperti dilansir media.

Tidak bermaksud mengatakan lonjakan terpapar virus corona ditenggarai perantau pulang kampung liburan natal dan tahun baru, tidak sama sekali menjadi pemicu.

Fakta yang tak boleh dipungkiri, jauh -jauh hari sebelum, justru beberapa warga Taput telah terpapar virus corona dan ada korban meninggal.

Terlepas dari situ, situasi terakhir tertulis dalam berita media dituturkan Janri, hingga 13 Januari 2021 , sebanyak 40 ruang isolasi yang disiapkan terdiri dari 32 unit ruang isolasi bertekanan negatif, serta 8 unit ruang isolasi non tekanan negatif di rumah sakit rujukan ini penuh.

Seluruh pasien mayoritas warga Taput menjalani perawatan intensif,ujar Janri kepada wartawan tertentu seperti ditulis dimedia mereka bekerja.

Bukankah jauh sebelum,pasien covid-19 yang dirawat di RS Tarutung banyak sembuh, mayoritas juga masih warga Taput.

Tidak diperoleh sumber pasti berapa angka pasien yang pernah menjalani isolasi di rumah sakit rujukan Tarutung semenjak pandemi melanda negeri.

Pemerintah Tapanuli Utara melalui gugus tugas, menerapkan secara keseluruhan program pemerintah pusat sebagai bentuk upaya memutus penyebaran virus corona di masyarakat.

Tidak diurai dalam tulisan ini, yang pasti masyarakat tanpa kecuali dinegeri ini telah mengetahui berbagai langkah-langkah diambil pemerintah sebagai mengantisipasi agar masyarakat terhindar atau paling tidak memutus sebaran dari serangan virus yang tak bisa dilihat secara kasat mata tersebut.

Pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dibungkus dalam Protokol Kesehatan (Prokes) adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan keseharian masyarakat yang tak boleh diabaikan begitu saja.

Operasi Yustisi bentukan pemerintah pusat dimana personil diisi dari unsur TNI, Polri, Pemerintah Daerah bergerak memberikan pemahaman bahkan dengan membuat sejenis sanksi bagi masyarakat yang melanggar, indikasi bahwasanya pematuhan terhadap prokes mutlak.

Tidak kapasitas saya membahas detail dari sisi medis, apakah bila seseorang benar-benar mematuhi prokes tak lagi bisa disentuh yang namanya virus corona-19, hanya mereka ahli kesehatanlah yang tahu.

Tetapi yang terpenting dipahami masyarakat temasuk saya, segala bentuk apapun dikeluarkan pemerintah terkait virus corona, itu semua bagi kepentingan masyarakat bangsa dan negara.

Kembali ke daerah Tapanuli Utara,lonjakan masyarakat terpapar covid -19 ,boleh membuka mata kita bahwa virus corona ada dimana-mana tinggal kita masyarakat tanpa kecuali diingatkan untuk tetap dan selalu mematuhi yang disebut protokol kesehatan.

“Ala bisa karena biasa”,ungkapan lama ini masih sangat dominan bagi kehidupan keseharian kita ditengah vandemi covid-19.

Memakai masker saban kita keluar rumah atau saat berada dalam rumahpun, cuci tangan pakai sabun, menjaga jarak ditambah meningkatkan imun tubuh dan menghindarkan kecemasan akan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita.

Tidak bermaksud mengatakan bila kita benar-benar mematuhi protokol kesehatan membuat virus corona lari terbiritbirit.

Bukan itu, sekali lagi bukan kapasitas saya mengatakan demikian, tetapi paling tidak dengan mematuhi apa yang menjadi kebijakan pemerintah khususnya pemberlakuan PROKES tak lain tak bukan adalah melindungi diri dari kemungkinan sebaran virus yang telah banyak merenggut jiwa manusia.

Pemerintah Tapanuli Utara melalui Gugus Tugas Penanggulangan dan Pencegahan Covid -19 diisi personil TNI, Polri ,Satpol PP telah bekerja maksimal dan tidak bosan-bosan mengajak masyarakat untuk mematuhi Protokol Kesehatan.

Tindakan pemerintah ini, jangan kita pandang sebelah mata sebab pandemi covid-19 setiap saat mengancam jiwa manusia.

Dalam konteks ini mari!, masyarakat mematuhi Protokol Kesehatan sebab bukankah pepatah lama ada menyebut “Ala Bisa Karena Biasa”. itu saja Horas.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here