TMMD: Akses Jalan Hasinggaan Dari Yang Tidak Ada Menjadi Ada

0

Oleh: Marudut Nainggolan, Wartawan Realitasonline.id

Selain menjaga keutuhan bangsa, Tentara Nasional Indonesia (TNI) memiliki tanggungjawab besar membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat, TNI tentunya bersinergi dengan pemerintah pusat, provinsi, pemerintah daerah (kabupaten) dan lebih ketingkat bawah yakni pemerintahan desa.

Mengawali kiprahnya ikut secara langsung membangun negeri dengan sasaran masyarakat desa terisolir , TNI membuat program Kemanunggalan dengan rakyat yang dicetuskan Jenderal TNI, M Yusuf pada tahun 1980, yakni ABRI Masuk Desa (AMD).

Catatan perjalanan dan perkembangan waktu terjadi reformasi di tubuh ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia), dengan dipisahkannya Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan TNI pada tanggal 1 April 1999. Seiring itu pula ABRI Masuk Desa (AMD) berubah nama menjadi TNI Manunggal Membangun Desa , disingkat dengan sebutan TMMD.

Terkait ini sebut Komandan, Komando Distrik Militer ( Kodim) 0210/TU ,Letnan Kolonel (Letkol) Infanteri (Inf) Hari Sandra, boleh jadi tidak banyak mengetahui tentang ABRI Masuk Desa telah berubah menjadi Tentara Nasional Indonesia ( TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Hasil wawancara dengan penulis, perubahan ini sebut Dandim 0210/TU dengan wilayah teritorial kabupaten Tapanuli Utara, Toba, Humbang Hasundutan dan Kabupaten Samosir ternyata tidak merubah tujuan awal dari dicetuskannya pelaksanaan AMD untuk pertama kalinya yakni , selain untuk lebih mempererat kemanunggalan TNI dengan Rakyat, juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan dan memantapkan kesadaran bermasyarakat, berbangsa, bernegara, bela negara serta disiplin nasional, ujar Hari Sandra

Kesetiaan TNI kepada rakyat telah dibuktikan dengan kesungguhan dan keberhasilan TNI dalam melaksanakan tugas-tugas dari negara khususnya yang mana TNI merupakan bagian dari rakyat Indonesia ikut bertanggungjawab dalam pencapaian keberhasilan pembangunan guna mewujudkan tujuan nasional.

Desa Hasinggaan dengan jalan baru hasil TMMD. (foto Marudut/Realitasonline)

Pembangunan yang dilakukan oleh bangsa Indonesia harus menyentuh seluruh masyarakat Indonesia sampai di wilayah terpencil (terisolasi) sekalipun. Sehingga menuntut keikutsertaan dan kiprah TNI yakni dengan ikut aktif dalam Pembangunan Nasional, dengan menitik beratkan pada pembangunan di daerah-daerah pedesaan yang terpencil (terisolasi) di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam wawancara, Dandim 0210/TU menyebut, dalam pembangunan nasional orientasinya diarahkan kepada kepentingan rakyat banyak. Secara umum rakyat Indonesia lebih banyak bermukim di daerah pedesaan,kata dia.

Oleh karena itu, pembangunan pedesaan sebagai bagian integral dari pembangunan nasional mempunyai arti yang strategis. Dengan pembangunan ini akan meningkatkan taraf hidup dan kualitas masyarakat desa sebagai sumber kekuatan dalam melaksanakan Sistem Pertahanan Rakyat Semesta.

TNI Membangunan Negeri Melalui Metode Kemanunggalan dengan Rakyat

Tak terpungkiri, sejak Abri Masuk Desa (AMD) hingga TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) sasaran utama adalah daerah-daerah terisolir yang sangat-sangat membutuhkan pembangunan infrastruktur jalan, seperti halnya TMMD ke 115 Tahun 2022, Kodim 0210/TU.

Dandim 0210/TU ,Letkol Inf Hari Sandra dalam wawancara dengan penulis mengatakan, TMMD ke 115 diwilayah teritorial Kodim 0210/TU menyasar infrastruktur jalan di desa terpencil Hasinggaan Kecamatan Sianjurmula-mula Kabupaten Samosir.

Hasinggaan dipimpin seorang kepala desa, Hammat Sagala, dimana wilayah desa ini berada dilereng jejeran pegunungan dipinggiran hamparan Danau Toba.

Selama ini masyarakat desa Hasinggaan, karena ketidak tersedianya jalan darat , untuk berinteraksi keluar desa harus mengarungi perairan Danau Toba menggunakan perahu dan kapal motor.

Sangat tepat, TMMD ke 115 Kodim 0210/TU diarahkan ke daerah terisolir, desa Hasinggaan dipinggiran Danau Toba dengan kegiatan fisik berupa pembuatan jalan sepanjang 1200 meter, lebar 8 meter. Selain itu masih sasaran fisik disepanjang jalan membuat dek penahan tanah sepanjang 500 meter, 5 unit gorong-gorong dan 2 unit jembatan darurat.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, mengatakan Program TMMD merupakan kerjasama MoU antara TNI dengan Kemendagri yang sudah berjalan selama ini. Pembinaan terpadu oleh TNI adalah untuk mewujudkan rakyat berjuang serta kemanunggalan TNI -Rakyat melalui kegiatan yang bersifat lintas sektoral, terpadu, melibatkan seluruh komponen bangsa dengan mengedepankan kesejahteraan masyarakat .

Tentu tanpa mengabaikan kesiapsiagaan dalam melaksanakan tugas ketahanan negara yang dikemas dalam kegiatan Bhakti TNI, sebut Bupati Samosir Vandiko Gultom pada seremoni pembukaan TMMD ke 115 di Desa Hasinggaan, 9 Oktober 2022.

Pemerintah bersama masyarakat mendukung sepenuhnya pelaksanaan progam TMMD di Kabupaten Samosir. Desa Hasinggaan merupakan daerah terpencil dan terisolir dan akses jalan masih melalui jalur danau (kapal).

Di sisi lain, Desa Hasinggaan merupakan daerah potensial dalam sektor pertanian, seperti padi, kopi, jagung dan bawang merah. Tapi itu tadi, memasarkan komoditi pertanian warga ke desa tetangga menuju desa ke ibu kota kecamatan serta ke ibu kota kabupaten masih melalui jalur danau.

Dari penelusuran penulis pembukaan jalan oleh TMMD ke 115 Tahun 2022, secara berkelanjutan akan membuka akses yang dapat menghubungkan antar desa bahkan antar kabupaten yaitu Kabupaten Dairi melalui jalan Binangara dusun 3 desa Hasinggaan sekaligus menuju akses jalan pesisir pantai Danau Toba, yakni Humbahas – Samosir – Dairi – Karo.

Terdiri dari tiga dusun, yakni Dusun 1 Hasinggaan (pusat pemerintahan desa), Dusun 2 Bahal-Bahal dan Dusun 3 Final-Binagara . Desa Hasinggaan dihuni 296 kepala keluarga dengan 1173 jiwa penduduk.

Mata pencaharian utama penduduk, bertani dengan jenis unggulan komoditi padi disusul jagung ,bawang merah serta tanaman kopi, kata Kepala Desa Hasinggaan Hammat Sagala.

Hammat tidak menampik , sesuai fakta wilayah desa yang dipimpinnya masih terisolir yang hanya mengandalkan jalur danau untuk memasarkan komoditi pertanian penduduk.

Disektor pendidikan, desa Hasinggaan didapati empat gedung sekolah dasar milik pemerintah. Selepas pendidikan dasar kemudian anak-anak harus keluar desa untuk melanjutkan pendidikan setidaknya ke ibu kota kecamatan atau Pangururan ke ibu kota kabupaten,kata Hammat.

Mendukung TMMD ke 115 Kodim 0210/TU, Pemerintah Kabupaten Samosir telah membebaskan lahan warga Desa Hasinggaan untuk pembuatan jalan.
Mengingat tujuan utama pembebasan lahan, adalah untuk kepentingan masyarakat umum, oleh mereka pemilik memahami apa yang menjadi keinginan pemerintah dalam hal pelepasan lahan dimaksud.

Para pemilik membebaskan lahannya semata-mata demi kepentingan umum dan demi kemajuan desa kedepannya, terang Kades Hasinggaan seraya berulang menyampaikan terimakasih kepada warga pemilik awal.

Yang terpenting bagi pemikiran pemilik tanah , Desa Hasinggaan bisa lepas dari keterisolasian. Selaku kepala desa, saya berterimakasih,pungkas Hammat.

M.Sinaga (66) warga dusun satu Hasinggaan membenarkan, mereka diantara pemilik lahan setelah menerima masukan dari pemerintah kabupaten, ikhlas membebaskan tanah milik keluarganya baik yang tinggal di desa dan di perantauan.

Ayah dari seorang anggota TNI dan seorang anggota Polri ini, berharap kemudian jalan sepanjang 1200 meter hasil TMMD ada tindak lanjut peningkatan kualitas sehingga bisa dimanfaatkan sekaligus memerdekakan desa dari keterisolasian,sebagaimana terkandung dalam program TMMD.

Hasil observasi penulis yang turun ke desa Hasinggaan bersama jurnalis lainnya menggunakan sepeda motor milik dinas TNI yang bertugas di Koramil Pangururan , pada tahun anggaran 2021 TMMD Kodim 0210 membuka jalan menuju desa Bonan Dolok yakni Desa Hasinggaan.

Untuk memperlancar akses jalan penghubung dari Desa Bonan Dolok menuju Desa Hasinggaan sasaran TMMD terhambat oleh sebuah sungai dinamai Tapigagan.

Diperkirakan sepanjang 17 meter, sebuah jembatan parmanen harus di dibangun diatas sungai bila keinginan bersama melepas kedua desa baik Bonan Dolok dan desa Hasinggaan lepas dari keterpencilan, sekaligus untuk membuka akses jalan menuju wilayah Kabupaten Dairi.

Kendala ini diakui oleh Bupati Samosir Vandiko Gultom dihadapan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD ke 115 Mayjend TNI Ilyas Alamsyah yang turun meninjau langsung TMMD di Desa Hasinggaan ,Jumat(28/10/2022).

“Mudah-mudahan tahun anggaran 2023 boleh ditampung “,kata Bupati Vandiko Gultom yang turun ke desa Hasinggaan bersama Tim Wasev TMMD.

Masyarakat Hasinggaan justru paling berharap pemerintah kabupaten Samosir membuat angggaran bagi pembangunan jembatan di sungai Tapigagan Bonan Dolok.

Sebab berbicara destinasi pariwisata Danau Toba, akses jalur darat dilingkar danau yang melibatkan kabupaten harus tertangani dengan baik.

TMMD dengan program kemanunggalan , pemerintah dan masyarakat ,dua kali ini telah membuat badan jalan ditepi Danau Toba dengan sasaran melepas desa terisolir serta bersamaan membuka akses transfortasi darat kabupaten Samosir menuju kabupaten Dairi.

Final-Binagara Dusun 3 Desa Hasinggaan ,wilayah paling ujung lingkar luar sisi perairan Danau Toba menghubungkan kabupaten Samosir dengan Kabupaten Dairi.

Dusun 3 (Final-Binagara) Desa Hasinggaan dihuni 115 Kepala Keluarga, ujar Kepala Dusun ,Pangihutan Sihotang mengawali wawancara dengan penulis.

“Benar, wilayah dusun 3 berwatas dengan Dusun Sitio-tio Desa Silalahi II Kecamatan Silahi Sabungan Kabupaten Dairi”,aku Pangihutan.

Diwawancarai penulis di lokasi Posko TMMD di depan kantor desa Hasinggaan, Kamis (27/10/2022) , ia mengurai jarak antara dusun 1 dengan dusun 3 atau dari titik nol jalan yang dibuka TMMD menuju wilayah dusun 3 mencapai 15 km.

Menurut P. Sitohang sejak tahun 2015 pemerintah kabupaten Samosir membuka akses jalan lingkar hanya saja oleh berbagai kendala kondisi badan jalan kurang maksimal penggunaannya.

Sebagai wilayah terujung Kabupaten Samosir berwatas Kabupaten Dairi, dalam keseharian interaksi antara masyarakat dusun 3 (Final-Binagara) Desa Hasinggaan Samosir dengan warga Dusun Sitio-tio Dairi sudah berjalan sejak dulu kala. Atau sejak Kabupaten Tapanuli Utara belum memekarkan Dairi dan Samosir.

Untuk memasarkan hasil pertanian oleh warga dusun Final-Binagara (dusun 3),lebih cendrung ke ibu kota kecamatan Silahi Sabangunan Kabupaten Dairi.

Lebih dari itu, sebagian jemaat HKBP yang ada di ujung dusun Binagara dengan jemaat HKBP Dusun Sitio-tio mereka berkebaktian dalam satu gereja HKBP.

Masih terang Kadus P.Sitohang, jalan dusun Sitio-tio Dairi menuju watas dusun Final-Binagara sebagian sudah kondisi hotmix tinggal beberapa ratus meter lagi.

Dari kondisi ini tentunya, TMMD ke 115 Kodim 0210/TU membuat jalan di desa Hasinggaan yang berwatas dengan Desa Silalahi II Dairi dengan sasaran melepas daerah terisolir sangatlah tepat seperti disampaikan Bupati Samosir Vandiko Gultom.

Dan Satgas TMMD ke 115 Kodim 0210/TU, Letkol Inf. Hari Sandra selaku Dandim Dandim 0210/TU menuturkan, TMMD yang berlangsung di daerah Desa Hasinggaan dengan sasaran fisik membuat jalan baru sepanjang 1200 meter lebar 8 meter. Dek penahan tanah 500 meter dan 2 unit jembatan darurat.

Direncanakan sesuai jadual, sejak diresmikan pembukaannya tanggal 11 Oktober 2022 ,diharapkan dua hari sebelum berakhir tanggal 09 Nopember 2022, sasaran fisik sudah tuntas dikerjakan.

Pelaksanaan TMMD ke 115 Kodim 0210/TU ,dengan Komandan Satuan Tugas (Dan Satgas) Letkol Inf Hari Sandra , penanggungjawab lapangan Pasi Ter 0210/TU Letda Inf R. Napitupulu. Dan SSK Lettu Inf Julianto,
Bakti TNI Kodim 0210/TU Peltu L. Nainggolan, serta Kades Hasinggaan Hammat Sagala

Personil yang dilibatkan 150 orang terdiri dari , Komando Satgas 15 orang, Asistensi (TNI, Polri dan Pemda) 25 orang dan SSK 110 ( TNI 90 orang, Polri 10 orang dan Zipur 10 orang).

Selain sasaran fisik, urai Letkol Inf Hari Sandra melalui Pasi Teritorial Kodim 0210/TU Letda Inf Rizal Napitupulu dilakukan sasaran non fisik berupa penyuluhan wawasan kebangsaan kepada warga sekitar, PPBN, Hukum, Narkoba, Kesehatan, KB Kesehatan , Perekonomian, Stunting penyuluhan Posbindu, Posyandu.

Sasaran non fisik adalah bagian dari kebersamaan TNI dengan instansi atau lembaga terkait untuk membangun negeri sesuai nafas TMMD, ujar Dandim 0210/TU.

Kemanunggalan TNI dengan Rakyat sesuai tujuan utama program TMMD tercermin dalam pelaksanaan TMMD ke 115 Kodim 0210/TU di desa Hasinggaan Samosir.

Masyarakat yang dikoordinir pemerintahan desa menyingsingkan lengan baju berbaur dengan satuan tugas bekerja secara gotong royong membuat jalan yang nota bene untuk pembangunan daerah Samosir serta khususnya Rakyat Desa Hasinggaan.

Selain ikut terjun pada waktu-waktu tertentu dengan TNI kerja di lapangan, penduduk senang dan menerima kehadiran personil TMMD dengan menerima mereka tinggal bersama selama kegiatan berlangsung.
Sembunyikan kutipan teks

Kemanunggalan TNI dan warga Hasinggaan terpatri selama TMMD berlangsung. Kemanunggalan ini tercermin dari sebanyak 3 sampai 4 personil satuan tugas tinggal bersama di setiap rumah warga sekitar lokasi sasaran. Diperlakukan tak obahnya seperti anak kandung dan keluarga sendiri.

Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD ke 115 Tahun 2022, Mayor Jenderal (Mayjen)TNI Ilyas Alamsyah selaku Wadan Pusterad berkunjung ke lokasi TMMD Desa Hasinggaan Samosir-Sumatera Utara,Jumat( 28/10/2022).

Tim Wasev Mabes TNI-AD bersama rombongan diantaranya Bupati Samosir Vandiko Gultom, Danrem 023/KS Kolonel Dody Triwinarto, Dandim 0210/TU Letkol Inf Hari Sandra, Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon tiba di Posko TMMD Desa Hasinggaan Kecamatan Sianjurmula-mula Kabupaten Samosir.

Untuk memantau langsung proses pelaksanaan TMMD yang ke 115 yang di laksanakan di Desa Hasinggaan, pungkas Mayjen TNI Ilyas Alamsyah kepada wartawan.

Dihadapan media, dia sebut tujuan dari TMMD tak lain semata-mata untuk membantu pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan daerah yang masih tertinggal pembangunannya dan daerah terpencil.

Program TMMD dilaksanakan melalui proses perencanaan yang mengutamakan aspirasi dan kepentingan masyarakat di lokasi sasaran TMMD melalui mekanisme yang di laksanakan TNI dengan perencanaan yang komprehensif dan integral yang melibatkan unsur yang terkait.

“Kesempatan hari ini juga saya berpesan kepada TNI-Polri serta pemerintah setempat dan masyarakat yang sempat hadir, pertama mari kita perkuat kebersamaan dalam gotong royong dalam rangka kemanunggalan agar TMMD dapat berjalan dengan baik,” ujar mayjen Ilyas Alamsyah.

Mayjen TNI Ilyas Alamsyah, saat meninjau lokasi sasaran pembuatan jalan sepanjang 1200 meter, nampak menyemangati satuan tugas yang terdiri TNI,Polri, Unsur Pemkab Samosir . Dan kepada masyarakat desa Hasinggaan ,ia berharap ikut berpartisipasi menyatu dengan satuan tugas untuk menyelesaikan pembuatan jalan.

Sesuai progres, sebelum penutupan TMMD ke 115 Tahun 2022 Kodim 0210/TU yang dijadual ,9 November 2022, sasaran fisik dan non fisik harus sudah tuntas tertangani.

Kebersamaan satuan tugas dengan masyarakat semakin erat untuk satu tujuan, pembuatan jalan bersama pendukung seperti tembok penahan tanah, jembatan darurat dan gorong-gorong harus tuntas ditangani sebelum hari terakhir.

Gambaran itulah yang terlakoni jelang akhir TMMD ke 115 Kodim 0210/TU di lokasi sasaran Desa Hasinggaan. Kekompakan ,kebersamaan antara satgas dan masyarakat, terbalut dengan Kemanunggalan TNI dan Rakyat.

Hasilnya seperti apa yang diharapkan oleh Mayjen TNI Ilyas Alamsyah selaku Tim Wasev ( pengawasan dan evaluasi) TMMD ke 115 Tahun 2022 ,saat peninjauan ke Hasinggaan terjawab sudah termasuk kegiatan non fisik.

Faktanya sebut Dan Satgas TMMD ke 115 Kodim 0210/TU Letkol Inf.Hari Sandra didampingi Pasi Teritorial Letda INF Rizal P. Napitupulu, Dan SSK Lettu Inf Julianto, Bakti TNI Kodim 0210/TU Peltu L. Nainggolan, serta Kades Hasinggaan Hammat Sagala bahwa sasaran fisik dan non fisik TMMD Hasinggaan tuntas sudah terlaksana dengan baik.

Masyarakat Desa Hasinggaan menyampaikan terimakasih atas atas sinergitas TMMD dan Pemerintah Kabupaten Samosir yang hadir membuat jalan sebagai upaya mempercepat pembangunan didaerah ini.

Tanpa TMMD, pastinya Desa Hasinggaan masih terisolir dan belum memiliki akses jalan darat, kata M.Simanjorang salah seorang warga Dusun 2 Desa Hasinggaan ketika berbincang dengan penulis.

“Tuana na ro tentara ,Gabe aong dalan di Huta on”, (beruntung TMMD hadir ke desa Hasinggaan membuka jalan).
“Mauliate ma di nasida” ( Terima kasih buat tentara”, ujar nenek Op Tarbiga br Sagala ketika dimintai pendapatnya.

Nenek uzur berumur 85 tahun tidak banyak berkomentar kecuali ucapan terimakasihnya buat Satgas TMMD yang turun membuat jalan di desa Hasinggaan

Ucapan terimakasih dari warga telah tersampaikan saat tatap muka dengan Tim Wasev TMMD ke 115 Tahun 2022, Mayjen TNI Ilyas Alamsyah ketika turun langsung melihat proses pekerjaan sasaran fisik TMMD di Desa Hasinggaan.

Melalui kemanunggalan TNI dengan Rakyat, kini desa terisolir dibibir perairan Danau Toba telah memiliki sebuah ruas jalan dari yang tidak ada menjadi ada.

Agar akses jalan darat di Desa Hasinggaan Kecamatan Sianjur Mulamula sebagai karya bakti TNI dan Rakyat boleh dimanfaatkan maksimal, diharapkan pemerintah kabupaten Samosir membuat program lanjutan meningkatkan kualitas jalan.

Serta tidak kalah penting membangun sebuah jembatan parmanen diatas sungai Tapigagan Bonan Dolok sangat mendesak sebagai bentuk keseriusan melepas secara utuh desa Hasinggaan dari belenggu keterisolasian. Bravo TMMD.

Tulisan ini diperlombakan dalam TMMD ke 115 Tahun 2022.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini