Jumat, Juni 5, 2020
Beranda Ekonomi Harga Cabai di Solok Anjlok Rp 7000/Kg

Harga Cabai di Solok Anjlok Rp 7000/Kg

SOLOK –  Realitasonline | Petani di Alahan Panjang Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok Sumatera Barat mengeluhkan harga cabai anjlok yakni hanya Rp7.000 per kilogram jika dibandingkan dengan harga sebelumnya mencapai Rp50.000 per kilogram.

Seorang petani di Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok Hendri (30) di Alahan Panjang, Minggu (17/5/2020), mengatakan turunnya harga cabai tersebut sudah berlangsung sejak tiga bulan yang lalu secara bertahap.

Ia menyebutkan sebelumnya harga cabai mencapai Rp50.000 per kilogram, sebulan kemudian turun menjadi Rp25.000, turun lagi menjadi Rp20.000 per kilogram, dan terus turun menjadi Rp10.000, bahkan sampai sekarang masih turun hanya Rp7.000 per kilogram.

“Selain harga yang murah perawatannya juga susah membutuhkan biaya yang mahal. Akan tetapi harus bagaimana lagi petani terpaksa menjual dengan harga Rp7.000,” kata dia.

Ia mengaku mengalami kerugian yang cukup besar dengan penjualan cabai yang hanya Rp7.000 tersebut. Karena biaya perawatannya yang cukup mahal. “Biasanya sekali panen dengan berat 500 kilogram mendapat omset puluhan juta. Namun sekarang tidak mencukupi,” ujar dia.

Lebih lanjut ia menyebutkan harga tomat juga murah hanya Rp2.500 per kilogram jika dibandingkan dengan harga sebelumnya mencapai Rp5.000 per kilogram. “Penurunan harga tomat ini juga sudah terjadi sejak beberapa bulan yang lalu,” kata dia. Ia mengatakan tidak mengetahui pasti penyebab turunnya harga cabai dan tomat tersebut dan berharap harganya kembali naik.

Petani lainnya Yanti (35) menyebutkan sejumlah tanaman lainnya berupa bawang merah mengalami kenaikan harga mencapai Rp45.000 per kilogram dibandingkan sengan harga sebelumnya hanya Rp20.000 per kilogram. “Kenaikan harga bawang ini memang sudah cukup lama bertahan yaitu sekitar dua bulan yang lalu,” kata dia.

Lebih lanjut ia menyebutkan kubis juga mengalami kenaikan harga mencapai Rp3.000 per kilogram dari harga sebelumnya hanya Rp1.000 per kilogram. “Kebetulan tanaman yang banyak dipanen oleh petani di Alahan Panjang saat ini berupa cabai dan tomat, makanya harganya anjlok,” sambungnya.

Sedangkan untuk bawang merah sendiri, kata dia saat ini masyarakat di Alahan Panjang lebih banyak yang sedang melakukan penanaman ketimbang yang panen.

Menurut petani lainnya Edi (45) kerugian petani cabai saat ini mencapai 90 persen, sedangkan kerugian petani tomat mencapai 65 persen. “Karena biaya perawatannya yang tidak sedikit seperti upah pengolahan lahan serta harga pupuk dan harga pestisida juga naik, sedangkan harga cabai anjlok,” kata dia. (AY/ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER

‘Negeri Bertuah’ Kembali Diguncang Isu Corona, Jubir Satgas: Warga Kuala PDP, Bukan Positif Covid-19

STABAT - Realitasonline | Kabupaten Langkat yang kerap disebut dengan 'Negeri Bertuah' kembali diguncang isu corona karena salah satu warganya yang positif...

“Dicomblangin”, Harimau Sumatra di London Dibunuh Calon Pasangannya

LONDON - RealitasOnline | Seekor harimau Sumatra mati di Kebun Binatang London. Harimau betina bernama Melati itu dianiaya calon pasangannya, harimau jantan...

“Jemput Bola” Rekam E-KTP, Disdukcapil Pakpak Bharat Terima Penghargaan Gubsu

PAKPAK BHARAT - Realitasonline | Untuk memenuhi persyaratan bagi warga Pakpak Bharat yang sudah berusia 17 tahun atau yang telah kawin untuk...

“Mardua Holong” Tampil Apik Pada Perayaan HBA Kejari Simalungun

SIMALUNGUN - Realitasonline | Keluarga besar  Kejari Simalungun merayakan HBA (Hari Bhakti Adhyaksa) ke 59 penuh suka cita bertempat di Hotel Horizon...

BERITA TERBARU

Sugianto Makmur Sarankan Bentuk Perda Penyakit Menular Manusia, Hewan dan Tanaman di Sumut

Medan - Realitasonline | Anggota FPDI Perjuangan DPRD Sumut Sugianto Makmur menyarankan agar dibentuk Perda (Peraturan daerah) penyakit menular pada manusia, hewan...

SMSI Sumut Apresiasi Empati Gubsu terhadap Media di Tengah Pandemi

Medan - Realitasonline | Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Propinsi Sumut mengapresiasi Gubsu Edy Rahmayadi atas empatinya terhadap keberadaan media pers di...

Dirawat Dengan Gejala Covid 19 Satu Warga Simalungun Meninggal di RSUD Perdagangan

SIMALUNGUN - Realitasonline | Seorang lagi warga kabupaten Simalungun,meninggal dunia dalam perawatan dengan gejala Covid 19 di RSUD Perdagangan, kamis (04/06/2020).

Penutupan Bulan Bhakti IBI-KB Kesehatan Tetap Patuhi Protokol Covid-19

P.SIANTAR - Realitasonline | Penutupan Bulan Bhakti Ikatan Bidan Indonesia-Keluarga Berencana (IBI-KB) Kesehatan bekerja sama dengan Kodim 0207 Simalungun di Kota Pematangsiantar...