Kamis, Juli 9, 2020
Beranda Ekonomi Jason Pasaribu, Petani Jagung di Garoga Jaga Malam Halau "Hama" Monyet

Jason Pasaribu, Petani Jagung di Garoga Jaga Malam Halau “Hama” Monyet

TARUTUNG – realitasonline.id | Komplotan “hama Monyet” perusak tanaman Jagung milik petani di wilayah Garoga Tapanuli Utara sudah terjadi sejak tahun lalu, kata Jason Pasaribu SPd.

Ditemui dikantor dewan Tarutung, Jumat (26/6) Jason Pasaribu jauh sebelum menjadi anggota legislatif hingga sekarang tetap menggeluti pertanian dengan bertanam Jagung dikampungnya Garoga.

Tanaman Jagung yang menjadi tanaman primadona  penduduk kecamatan Garoga paling ujung wilayah Tapanuli Utara yang berwatas dengan Labuhan Batu.

Serangan hama monyet, sudah berlangsung tahun lalu, dan untuk menghalaunya, petani membuat jaring keliling dengan mengeluarkan biaya mencapai Rp 1.600.000 setiap hekataran lahan jagung.

Tidak cukup hanya membuat pagar jaring keliling, sebab gerombolan monyet tidak terhitung jumlahnya,terang Jason Pasaribu.

Selain pembuatan jaring yang menyedot dana tersebut, warga atau pemilik tanaman jagung ikut ronda malam (jaga malam) dengan menggunakan petasan menghalau monyet termasuk anjing peliharaan dilibatkan.

Itulah yang dilakoni petani teman warga petani Jagung di 13 kecamatan Garoga selama ini untuk menyelamatkan hasil pertanian Jagung dan meminimalkan serangan monyet,  pungkas anggota DPRD Taput ini.

Jagung menjadi tanaman pertanian primadona  bagi masyarakat di Garoga, itu tak terbantahkan.

Sebab kata Jason Pasaribu petani Jagung belum bertumpuh menggunakan pestisida, memang Tuhan tlah menganugrahkan kultur tanah subur di bumi Garoga, pungkas anak seorang hamba Tuhan ini masih kepada Realitasonline.

Ketika dipertanyakan ,terang anak Garoga yang pernah mengabdi sebagai guru honor, menyebut setiap tahun hitungan rata-rata Rp. 80 milyar uang berputar di Garoga khusus dari Jagung.

Potensi bumi Garoga untuk pertanaman Jagung dimanfaatkan masyarakat menopang perekonomian keluarga.

Hanya saja serangan gerombolan hama monyet pastinya membebani petani.

Untuk meminimalkan kerusakan akibat serangan monyet, petani terpaksa mengeluarkan uang membuat jaring keliling pada lahan tersebut, termasuk petasan belum lagi jaga malam melibatkan anjing, kata Jason.

Selaku petani Jagung, kata Jason Pasaribu, rata-rata petani di Garoga menggunakan bibit Jagung “Vioner 32” didatangkan dari Jawa Barat melalui perwakilan di Medan.

Satu bungkus bibit Jagung timbangan 5 kg seharga Rp. 525.000,- Untuk luasan lahan 1 hektare dibutuhkan 2 bungkus bibit dan hasilnya mencapai 2 ton per hektarnya dengan harga jual Rp. 3000,-/kg.

Terlepas adanya hama monyet menyerang tanaman Jagung dan sudah pekerjaan rutinitas petani menghalaunya, yang dibutuhkan petani perhatian instansi terkait untuk menambah bantuan hand traktor ke petani serta bantuan lainnya, sebut Jason Pasaribu. (MN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER

‘Negeri Bertuah’ Kembali Diguncang Isu Corona, Jubir Satgas: Warga Kuala PDP, Bukan Positif Covid-19

STABAT - Realitasonline | Kabupaten Langkat yang kerap disebut dengan 'Negeri Bertuah' kembali diguncang isu corona karena salah satu warganya yang positif...

“Dicomblangin”, Harimau Sumatra di London Dibunuh Calon Pasangannya

LONDON - RealitasOnline | Seekor harimau Sumatra mati di Kebun Binatang London. Harimau betina bernama Melati itu dianiaya calon pasangannya, harimau jantan...

“Jemput Bola” Rekam E-KTP, Disdukcapil Pakpak Bharat Terima Penghargaan Gubsu

PAKPAK BHARAT - Realitasonline | Untuk memenuhi persyaratan bagi warga Pakpak Bharat yang sudah berusia 17 tahun atau yang telah kawin untuk...

“Mardua Holong” Tampil Apik Pada Perayaan HBA Kejari Simalungun

SIMALUNGUN - Realitasonline | Keluarga besar  Kejari Simalungun merayakan HBA (Hari Bhakti Adhyaksa) ke 59 penuh suka cita bertempat di Hotel Horizon...

BERITA TERBARU

UNESCO Global Geopark, Edy Rahmayadi Dorong Peningkatan Fasilitas Kaldera Toba

DELISERDANG - realitasonline.id | Dewan Eksekutif United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada sidang ke-209 menyepakati Kaldera Toba sebagai UNESCO Global...

Simpan Ganja Dalam Gubuk Divonis 5 Tahun Bui

Simalungun - realitasonline | Batu Marsaid Lada Simarmata (42) terbukti menyimpan ganja dalam gubuk divonis 5 tahun denda 900 juta subsider 6...

Pemprov Sumut Terus Kembangkan Transaksi Elektronik

MEDAN - realitasonline.id | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus mengembangkan transaksi digital. Hingga saat ini, Pemprov Sumut memiliki beberapa aplikasi transaksi elektronik,...

Tingkatkan Ketahanan Pangan, Bupati dan Ketua TP PKK Asahan Gerakan Tanam Cabai

ASAHAN - realitasonline.id | Gerakan Tanam Cabai memiliki maksud dan tujuan untuk memasyarakatkan optimalisasi lahan pekarangan baik di pedesaan maupun perkotaan dalam memproduksi kebutuhan pangan.