Kamis, Juli 9, 2020
Beranda HL Rebutan Wilayah di Himalaya Barat, India dan Cina Diambang Perang, Lalu Militer...

Rebutan Wilayah di Himalaya Barat, India dan Cina Diambang Perang, Lalu Militer Mana Paling Kuat?

INDIA – realitasoine.id | India dan China diambang perang, menyusul bentrokan berdarah antara kedua pasukan pada Senin (15/6/2020) lalu yang menewaskan setidaknya 20 tentara negeri Sungai Gangga di perbatasan yang mereka sengketakan.

Sebelum peristiwa berdarah itu terjadi, situasi di perbatasan Himalaya yang memisahkan antara wilayah India dan China, yang kedua negara sengketakan, memang sedang panas selama berminggu-minggu terakhir.

(Foto/net)

Setelah bentrokan yang menewaskan seorang kolonel India, Pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi telah memberikan perintah kepada angkatan bersenjata India untuk melakukan perekrutan darurat guna menambah cadangan perangnya.

Defence News mengutip Economic Times melaporkan, Pemerintahan Modi sudah meminta Kepala Staf Pertahanan IndiaJenderal Bipin Rawat untuk berkoordinasi dengan tiga angkatan untuk memprioritaskan perekrutan jika perlu.

Mereka yang akrab dengan masalah tersebut mengatakan kepada Economic Times, Angkatan Laut India juga telah mendapat lampu hijau untuk mengerahkan kapal perang di dekat Selat Malaka.

Bahkan, kalau perlu menempatkan kapal perang di tempat lain di kawasan Indo-Pasifik.
Mesin perang Angkatan Udara Indiatermasuk pesawat tempur juga telah bergerser ke lokasi yang dekat dengan perbatasan China.

Melansir Global Times, surat kabar China, Tiongkok sebelum bentrokan berdarah itu pecah menempatkan meriam howitzer paling canggih yang terpasang di kendaraan militer, PCL-181 di wilayah perbatasan. Selain itu, mengirim tank Tipe 15 ke daerah itu.

Komando Militer Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) Tibet juga melakukan latihan infiltrasi ke garis musuh, operasi manuver skala besar yang melibatkan ribuan pasukan terjun payung plus kendaraan lapis baja yang datang dari China Tengah.

Lalu, militer mana yang paling kuat, India atau China?

(foto/net)

Anggaran Pertahanan
India : Jumlah penduduk 1,28 miliar orang, anggaran pertahanan US$ 55,9 miliar, jumlah tentara aktif 2,14 juta orang, jumlah tentara cadangan 1,15 juta orang.
Cina : Jumlah penduduk 1,37 miliar orang, anggaran pertahanan US$ 228 miliar, jumlah tentara aktif 2,3 juta orang, jumlah tentara cadangan 8 juta orang.

(Foto/net)

Angkatan Darat
India : Tank 4.426, Kenderaan lapis baja 5.681, Artileri 5.067, Artileri self-prpelled 290, Artileri roket 292.
Cina : Tank 7.760, Kendaraan lapis 6.500, Artileri 9.726, Artileri self-propelled 1710, Artileri roket 1.770.

(Foto/net)

Angkatan Udara
India : Total pesawat 2.216, Pesawat tempur 323, Pesawat tempur multi fungsi 329, Pesawat pencegat 220, Helikopter 725.
Cina : Total pesawat 4.182, Pesawat tempur 1.150, Pesawat tempur multifungsi 629, Pesawat pencegat 270, Helikopter 1.170.

(Foto/net)

Angkatan Laut
India : Total kapal 214, Kapal induk 2, Kapal perusak 11, Kapal fregat 15, Kapal korvet 24, Kapal selam 15.
Cina : Total kapal 780, Kapal induk 2, Kapal perusak 36, Kapal fregat 54, Kapal korvet 42, Kapal selam 76.

(Foto/net)

Hulu ledak nuklir (data SIPRI)
India : Hulu ledak nuklir 150, Cina : Hulu ledak nuklir 320

Jumlah Tentara Tewas

Jika India sudah mengkonfirmasi ada tentaranya yang tewas akibat konflik di wilayah perbatasan, Cina hingga kini belum mengumumkan jumlah korban. Namun menurut intelijen Amerika Serikat (AS) setidaknya ada 35 tentara Cina tewas akibat pertempuran tanpa senjata di wilayah Himalaya Barat.

Mengutip US News, sumber intelijen AS menyebutkan Cina tidak mengumumkan korban itu karena menganggap korban di antara pasukan mereka sebagai penghinaan bagi angkatan bersenjatanya. Dan mereka belum mengkonfirmasi jumlah tersebut karena takut akan membuat musuh lain semakin berani menurut analisa sumber itu.

Di ambang perang, militer China desak India hentikan tindakan provokatif.
Sebelumya India mengkonformasi ada 20 tentara mereka yang tewas akibat perang tanpa senjata api ini. Kebanyakan yang  meninggal akibat luka terkena batu dan pisau.

Cina dan India belakangan memang sedang dilanda konflik akibat berebut wilayah perbatasan di Himalaya Barat. Kedua tentara bertempur sengit di Lembah Galwan, Ladakh, daerah yang disengketakan di wilayah Kashmir.

Kedua negara berdebat selama beberapa dekade atas wilayah di dataran tinggi yang sebagian besar wilayah tidak berpenghuni. Tentara kedua negara berhadap-hadapan di banyak titik di sepanjang perbatasan bersama sekitar 3.440 km (2.100 mil).

Konfrontasi pada hari Senin lalu itu terjadi setelah ketegangan meletus dalam beberapa bulan terakhir setelah Indiamembangun jalan baru di Ladakh, di sepanjang Garis Kontrol Aktual yang memisahkan kedua pihak.

Hal itu membuat marah Cina, yang mengerahkan pasukan dan membangun infrastruktur sendiri di wilayah yang disengketakan. Kondisi ini membuat tentara kedua negara semakin berdekatan dan meningkatkan risiko bentrokan. Kedua negara menganggap wilayah perbatasan itu penting secara strategis, ekonomis dan militer. (AY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER

‘Negeri Bertuah’ Kembali Diguncang Isu Corona, Jubir Satgas: Warga Kuala PDP, Bukan Positif Covid-19

STABAT - Realitasonline | Kabupaten Langkat yang kerap disebut dengan 'Negeri Bertuah' kembali diguncang isu corona karena salah satu warganya yang positif...

“Dicomblangin”, Harimau Sumatra di London Dibunuh Calon Pasangannya

LONDON - RealitasOnline | Seekor harimau Sumatra mati di Kebun Binatang London. Harimau betina bernama Melati itu dianiaya calon pasangannya, harimau jantan...

“Jemput Bola” Rekam E-KTP, Disdukcapil Pakpak Bharat Terima Penghargaan Gubsu

PAKPAK BHARAT - Realitasonline | Untuk memenuhi persyaratan bagi warga Pakpak Bharat yang sudah berusia 17 tahun atau yang telah kawin untuk...

“Mardua Holong” Tampil Apik Pada Perayaan HBA Kejari Simalungun

SIMALUNGUN - Realitasonline | Keluarga besar  Kejari Simalungun merayakan HBA (Hari Bhakti Adhyaksa) ke 59 penuh suka cita bertempat di Hotel Horizon...

BERITA TERBARU

Tiga Komisi DPRD Taput Konsultasi ke Provinsi

TARUTUNG - Realitasonline.id | Tiga (3) Komisi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tapanuli Utara (Taput) Konsultasi ke Tingkat Provinsi Sumut di Medan.

Terbukti Nyabu, Dua Pemuda Asal Haranggaol Diancam 3,6 Tahun

SIMALUNGUN - Realitasonline.id | Dua pemuda asal Haranggaol Horison Simalungun, Luter Simarmata (20) dan Roni Alkahpi Pardede (20) masing masing dituntut hukuman...

Pada Penyerahan 20 Betor Sampah, Bupati Bireuen Ingatkan Warga Agar Menjaga Kebersihan

BIREUEN - realitasonline.id | Bupati Bireuen Dr H Muzakkar A Gani, SH MSi mengatakan salah satu cara hidup sehat adalah dengan selalu...

UNESCO Global Geopark, Edy Rahmayadi Dorong Peningkatan Fasilitas Kaldera Toba

DELISERDANG - realitasonline.id | Dewan Eksekutif United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada sidang ke-209 menyepakati Kaldera Toba sebagai UNESCO Global...