Minggu, Agustus 1, 2021
BerandaHL'Sri Nabilla' Dilepasliarkan ke Hutan TNGL

‘Sri Nabilla’ Dilepasliarkan ke Hutan TNGL

TAPANULI SELATAN – realitasonline.id | ‘Sri Nabila’, Harimau Sumatera berjenis kelamin betina yang telah selesai menjalani karantina di Taman Margasatwa Nagari Barumun Aek Godang, Kecamatan Ulu Sihapas Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) akhirnya di lepas liarkan menuju hutan Kappi, Taman Nasional Gunung Lauser (TNGL) Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues Propinsi Aceh, Selasa (3/11/2020).

Evakuasi terhadap ‘Sri Nabila”, dihadiri Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara Sumut) Hotmauli Sianturi, Bupati Gayo Lues Muhammad Amru, Manajer Hubungan Pemerintahan PT.AR Irwanto Situmorang, Superintendent Hubungan Eksternal Departemen Eksplorasi PT.AR Gunawanta Bangun, perwakilan dari Yayasan Parsamuhuan Bodhicitta Mandala Medan, perwakilan beberapa LSM terkait, serta tim dokter hewan yang menangani dan memantau kesehatan ‘Sri Nabilla”, dipimpin. drh. Anhar Lubis.

Proses evakuasi Harimau Sumatera tersebut difasilitasi oleh PT Agincourt Resources (PT.AR), selaku pengelola Tambang Emas Martabe Batangtoru Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), dengan dukungan yang diberikan berupa fasilitas pengangkutan atau alat transportasi berupa helikopter dan pilot dari Bandara Patiambang di Gayo Lues, Aceh untuk menempatkan ‘Sri Nabilla’ di Hutan Kappi yang merupakan zona inti yang berada di kawasan TNGL di Gayo Lues, Aceh. Sebelum diangkut menggunakan helikopter, ‘Sri Nabilla” lebih dahulu harus melalui jalur darat dari Sanctuary Harimau Barumun Nagari, Aek Godang, di Kabupaten Paluta menuju Blangkejeren, Gayo Lues.

Direktur Hubungan Eksternal PT.AR Sanny Tjan, mengatakan, PT AR selakuv mendukung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) BBKSDA Sumatera Utara untuk melepas Harimau Sumatera “Sri Nabilla” ke TNGL.

” Dukungan yang diberikan PT.AR merupakan bukti komitmen perusahaan terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Perusahaan tak hanya selalu mempertahankan pencapaian kepatuhan pengelolaan lingkungan sesuai perundang-undangan tapi juga secara aktif mendukung pemerintah pusat dan daerah, khususnya di wilayah operasional tambang untuk mengelola lingkungan secara berkelanjutan, salah satunya dukungan perlindungan atas flora dan fauna, ” ujar Sanny Tjan.

Baca Juga:   Dampak Pandemi Limbah Medis Melonjak, Wagub Sumut Desak Pusat Permudah Izin

Sanny menambahkan, sebelumnya, ‘Sri Nabilla” masuk ke kandang jebak di Desa Tapus Sipagimbal, Kecamatan Aek Bilah, Kabupaten Tapsel pada 24 Agustus 2020 dan berdasarkan catatan BBKSDA Sumatera Utara, “Sri Nabilla” telah berkonflik dengan masyarakat sekitar desa sejak Mei 2020.

Lebih lanjut, Sanny menjelaskan, P.TAR bekerja sama dengan Scorpion Foundation Indonesia untuk terus mendukung upaya-upaya proteksi dan konservasi di Tapsel.

” Selain dukungan untuk ‘Sri Nabilla” pada September 2020, bersama Scorpion dan BBKSDA Sumut, PT AR juga juga mendukung penyelamatan unggas yang dilindungi yakni burung nuri merah (Red Lory/ Eos Bornea), burung berparuh besar (Rhinoceros) dan elang (Niseaetus Cirrhatus) Adapun, saat ini elang tersebut tengah dalam pengawasan dan perawatan lebih lanjut di Pusat Transit Satwa Liar di Sipirok, dan akan kembali dilepasliarkan di Hutan Batangtoru ketika lebih siap, ” jelas Sanny.

Baca Juga:   Polresta Siantar Tetapkan 6 Tersangka Pelaku Pembakar Rumah Wartawan

Sementara Manajer Senior Komunikasi Korporat PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono menambahkan bahwa tak hanya upaya dan dukungan terhadap pengelolaan lingkungan eksternal, perusahaan juga berkomitmen untuk menerapkan praktik pengelolaan lingkungan berkelanjutan di lingkungan internal operasional Tambang Emas Martabe, yang salah satunya melalui program rehabilitasi. Pada 2019, PT.AR telah mengajukan revisi dokumen penutupan tambang dengan nilai jaminan US$28,3 juta sehingga seluruh area operasional tambang telah memiliki rencana penutupan tambang.

“ Sepanjang tahun lalu pula, total 35,5 hektare area telah distabilkan dengan tanaman penutup. Sebanyak 2.886 bibit telah ditanam selama 2019 dan perusahaan telah menyiapkan 5.828 bibit dari 45 spesies tanaman di fasilitas pembibitan (nursery), ” tutup Katarina. (RI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER

BERITA TERBARU