Viral! Ibu Ketua Geng Motor Ezto Salahkan Polisi, Tak Terima 2 Anaknya Ditangkap

0

MEDAN – Realitasonline | Shinta Rumata Simanjuntak, ibu dari ketua Geng Motor Ezto tak terima dua anaknya ditahan polisi. Kritikan dari ibu ketua geng motor tersebut disampaikannya dalam sebuah video yang viral di sosial media.

Dalam video yang berdurasi lebih dari tiga menit itu, seorang wanita yang diketahui bernama Shinta Rumata Simanjuntak mengaku tak terima anaknya ditangkap oleh pihak kepolisian.

“Apakah Pasal 170 itu begitu mengerikan sehingga kedua anak saya diperlakukan seperti teroris, seperti pengedar narkoba atau seperti penjahat yang sekelas dengan itu,” ujarnya.

Dalam video itu dia memohon perhatian dan perlindungan kepada Menkumham, Kapolda Sumut, Kapolrestabes Medan dan Kabid Propam Sumut, kerena merasa mendapat perlakuan yang tidak adil. “Mohon diviralkan kepada Bapak Jokowi untuk boleh mendapat pertolongan dan keadilan anak saya yang sudah dizolimi,” ujarnya. 

Pekan lalu pihak kepolisian berhasil menangkap ketua Geng Motor Ezto yakni Fernando Imanuel Sinurat alias Nando bersama dua anggotanya, Daniel MT Sinurat alian Anin yang tak lain adalah adik kandung Nando, dan Jonathan Roy Putra Hutapea. 

Ketiganya dipersangkakan melanggar Pasal 170 KUHPidana tentang Pengrusakan Barang atau Orang dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. Menanggapi kritikan yang disampaikan ibu ketua Geng Motor Ezto, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Eddizon Isir di Mako Polrestabes Medan menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan di Kota Medan.

“Sekali lagi kami katakan bahwa kami akan menindak tegas para pelaku kejahatan di Kota Medan ini,” katanya.

Sebelumnya, penyerangan yang dilakukan geng motor Ezto terjadi pada Minggu (24/3/2019) sekitar pukul 00.30 WIB di Perumahan Guru Lama Jalan Pembangunan V Tanjung Gusta Medan. Kejadian itu mengakibatkan seorang remaja, Riko Lumban Raja (16) terluka parah dan tidak sadarkan diri selama 6 hari.

Kejadian bermula saat puluhan pemuda yang mengendarai sepeda motor awalnya menyerang rumah Jojo, yang merupakan teman korban di Jalan Pembangunan V. Rumah itu dilempari dengan batu. Jojo mampu menyelamatkan diri ke rumah warga, namun rumahnya dilempari dengan batu.

Sementara Riko yang berada sekitar lokasi menjadi bulan-bulanan. Dia dihajar beramai-ramai secara brutal. Riko tergeletak berlumur darah dan tak berdaya. Tubuhnya pun sempat dilindas sepeda motor. Rico ditemukan polisi di tengah jalan, sekitar 100 meter dari rumah Jojo dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Hingga saat ini petugas telah berhasil mengamankan 8 orang tersangka dan menetapkan 10 orang berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang). (AY/ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here