Minggu, Agustus 1, 2021
BerandaEkonomiBKP Kementerian Pertanian Bantu Distribusi Jagung NTB dan Tuban untuk Peternak di...

BKP Kementerian Pertanian Bantu Distribusi Jagung NTB dan Tuban untuk Peternak di Kendal dan Temanggung

KENDALrealitasonline.id | Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementrian Pertanian RI membantu distribusi Jagung dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Tuban Jawa Timur untuk Peternak Unggas di Kendal dan Temanggung. Hal ini sebagai wujud kepedulian PDCP BKP Kementan guna meringankan beban Peternak Unggas UMKM di Kendal. 

Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera Kendal H. Suwardi saat dihubungi pada saat berlangsung acara Webinar Online Kemitraan Petani Jagung Dengan Peternak Untuk Keberlangsungan Bisnis Unggas, menyampaikan banyak terima kasih kepada Kepala Pusat Distribusi Cadangan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementan RI yang telah memberikan bantuan distribusi Jagung dari NTB dan Tuban untuk para Peternak Unggas di Kendal. 

“Saya mewakili para Peternak Unggas di Kabupaten Kendal baik yang tergabung di Koperasi Peternak Unggas Sejahtera maupun yang tidak, sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepedulian PDCP BKP Kementan RI yang telah membantu distribusi Jagung dari NTB dan Tuban untuk para Peternak Unggas di Kendal,” kata Suwardi. 

BKP Kementerian Pertanian Bantu Distribusi Jagung NTB dan Tuban untuk Peternak di Kendal dan Temanggung
H. Suwardi Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera KDL

Dengan bantuan distribusi dari PDCP BKP Kementan, maka harga beli Jagung turun menjadi Rp 5400 Per Kilogramnya dari harga umum saat ini Rp 5900 Per Kilogramnya. 

“Sekarang ini gelombang kedua, untuk gelombang pertama sudah di distribusikan ke para Peternak. Alhamdulillah dengan program ini para Peternak bisa mendapatkan Jagung harga murah dengan kadar air yang baik, sehingga akan meningkatkan mutu ternak juga,” kata Suwardi.

Baca Juga:   18 Tahanan Kabur, Polres Pelabuhan Belawan dan Polsek Medan Labuhan Bungkam

“Bantuan distribusi ini jelas sangat besar manfaatnya bagi peternak, karena sekarang ini disaat harga telur terpuruk sementara harga pakan ternak yaitu Jagung membumbung tinggi dan sudah terkoneksi 35% di acuan Permendag 7 Tahun 2020,” ungkapnya. 

Suwardi berharap kepada Pemerintah terkait program distribusi Jagung ini, bukan hanya sebagai “Pemadam Kebakaran”, akan tetapi bisa terus berkesinambungan secara kontinyu dan permanen untuk menstabilkan harga pangan ternak. 

Baca Juga:   Pemprov Sumut Usul IMT-GT Punya Pusat Ekspor Produk UMKM

Subsidi Distribusi Jagung ini juga diberikan kepada Peternak di Kabupaten Temanggung sebanyak 50 Ton, dan dengan program tersebut diharapkan ada penurunan harga pakan unggas.

Sigit, salah satu peternak yang memiliki 2500 Ekor Ayam Petelur asal Desa Trimulyo, Kecamatan Sukorejo dan Rohani asal Desa Plososari, Kecamatan Patean, Kendal merasa terbantu dan berterima kasih atas bantuan Subsidi Distribusi Jagung untuk pakan ternak, disaat harga telur anjlok.

“Mudah-mudahan bantuan subsidi distribusi Jagung ini dapat berkesinambungan untuk membantu kami para peternak ayam petelur di Kendal,” pungkas Sigit. (KYD) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER

BERITA TERBARU