Jumat, Juni 18, 2021
BerandaJAWA TENGAHBupati Kendal: Cegah Stunting Wujudkan SDM Berdaya Saing

Bupati Kendal: Cegah Stunting Wujudkan SDM Berdaya Saing

KENDALrealitasonline.id | Salah satu cara untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) berdaya saing tinggi, yakni dengan mencegah Stunting. Hal itu disampaikan Bupati Kendal Dico Mahtado Ganinduto saat menerima kunjungan kerja Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat di Pendapa Tumenggung Bahurekso, Jumat (7/5/2021). 

Dico berharap, angka Stunting di kabupaten Kendal bisa terus menurun. Untuk itu, pencegahan Stunting harus benar-benar dilakukan sejak dini

“Generasi muda harus bebas dari Stunting untuk mencapai pembangunan yang maksimal. Dan untuk mencegahnya perlu adanya kerja sama dan sinergitas dari seluruh pihak, baik skala nasional, regional maupun daerah,” kata Bupati.

Disampaikan, saat ini pihaknya sedang menyusun Regulasi berupa Peraturan Bupati tentang percepatan pencegahan stunting terintegrasi, sebagi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Kendal dalam mencegah stunting.

Baca Juga: Gubernur Ganjar Jenguk Pasien Covid-19 Klaster Taraweh

Baca Juga: Kodim 0715/Kendal Sosialisasi Cegah Tangkal Radikalisme

“Kami sedang menyusun SK Bupati tentang tim konvergensi Stunting, dan SK Bupati Kendal yang menetapkan desa lokasi Stunting, serta rembuk Stunting yang akan dilaksanakan pada bulan Juni,” lanjutnya.

Kepala BKKBN Pusat Hasto Wardoyo menyampaikan, angka Stunting di Kabupaten Kendal cenderung rendah, yaitu 9,15 persen. Untuk itu, hal-hal yang sudah dilakukan masyarakat untuk mencegah S tunting, perlu dipublikasikan.

“Komitmen dari ibu Wynne Frederica, Ketua TP PKK Kendal yang juga sebagai istri Bupati Kendal dalam menggerakkan masyarakatnya untuk mencegah Stunting, sangatlah penting untuk kita publikasikan, agar dapat menjadi percontohan bagi kabupaten/kota lainnya,” terang Hasto.

Ditambahkan, pihaknya dalam jangka waktu dekat ini akan membentuk tiga pendamping keluarga, yang terdiri dari tiga unsur. Yakni, bidan, kader dan PKK.

“Jadi jika keluarga memiliki balita, baduta dan ibu hamil harus di didampingi, dan pendamping ini harus proaktif menyambangi keluarga tersebut untuk mencegah terjadinya Stunting dan penyakit lainnya,” pungkas Hasto. (KYD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER

BERITA TERBARU