Minggu, Agustus 1, 2021
BerandaJAWA TENGAHGanjar Pranowo Tinjau Tempat Isolasi di Asrama BPSDMD, Temukan Relawan Mahasiswa

Ganjar Pranowo Tinjau Tempat Isolasi di Asrama BPSDMD, Temukan Relawan Mahasiswa

SEMARANG – realitasonline.id | Komplek Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah kembali dioptimalkan untuk dijadikan tempat isolasi terpusat. Hal itu mengingat trend peningkatan kasus Covid-19 di Jawa Tengah dalam beberapa pekan terakhir cukup tinggi bahkan di beberapa Daerah harus mendapat perhatian khusus karena bed occupancy rate (BOR) yang juga tinggi.

“Ini tempatnya bagus, satu area, jadi kita optimalkan semuanya. Kalau perlu kita cari satu tempat untuk dokter dan perawat yang dekat, dan kita tata lagi. Jadi kalau nanti terjadi outbreak kemudian situasi berat karena trend peningkatan sangat eksponensial, kita masukan sini semua,” kata Ganjar saat meninjau tempat isolasi terpusat BPSDMD Jawa Tengah disela Gowes pagi, Kamis (17/6/2021).

Ganjar menjelaskan di BPSDMD Jawa Tengah terdapat empat klaster atau asrama yang digunakan sebagai tempat isolasi terpusat. Meliputi Asrama Sumbing yang terdiri atas tiga gedung dengan kapasitas sekitar 170 tempat tidur dan saat ini sudah terisi penuh. Selanjutnya Asrama Muria dengan kapasitas sekitar 62 tempat tidur yang saat ini menyisakan enam tempat tidur. Kemudian Asrama Sindoro dengan kapasitas sekitar 220 tempat tidur dan Asrama Merapi sekitar 50 tempat tidur.

“Untuk Asrama Sindoro sudah dipesan oleh Kabupaten Semarang karena dekat aksesnya dan Bupati sudah kontak dan saya izinkan agar bisa membantu kawan-kawan di sana. Kita juga masih punya Asrama Merapi sehingga nanti kalau dalam situasi yang membutuhkan, kawan-kawan di sini sudah siap,” jelasnya.

Gubernur Ganjar menambahkan BPSDMD dinilai sudah siap untuk menampung pasien Covid-19 untuk isolasi terpusat. Sebab, tempat itu sejak awal kasus Covid-19 muncul di Jawa Tengah memang sudah dipersiapkan. Hanya saja kali ini Ganjar meminta agar petugas menambah informasi keterisian tempat tidur secara berkala dan dapat diketahui semua orang.

Baca Juga:   Tingkatkan Minat Baca, Pemkab Kendal Bangun Gedung Perpustakaan Baru

Baca Juga: Sunat Massal Dalam Rangka Kunker Gubsu ke Paluta, Puluhan Anak-Anak Gagal…

Baca Juga: Bupati Asahan Pimpin Upacara HKN, Tekankan Prokes Kepada ASN Juga Berikan…

“Saya juga minta yang Diklat sekarang online semuanya. Ini bagian dari kontijensi plan kita terkait isolasi terpusat. Ditambah juga di depan informasi kamar yang terisi berapa agar yang mau masuk sini bisa jelas,” lanjut Ganjar.

Baca Juga:   Tingkatkan Minat Baca, Pemkab Kendal Bangun Gedung Perpustakaan Baru

Selain menyiapkan tempat isolasi terpusat, Ganjar juga menyiapkan pemenuhan tenaga medis, baik dokter maupun perawat. Selama ini pemenuhan tenaga medis memang sudah dibantu oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Meski demikian Ganjar menilai masih diperlukan tambahan sebagai langkah antisipasi jika terjadi outbreak.

“Kami temukan di sini (BPSDMD) ada relawan dari Poltekkes, mereka mahasiswa tingkat akhir. Saya kira ini cara yang baik dan kalau ini bisa diberikan satu kesempatan kepada mereka mengabdi untuk kemanusiaan, hal ini baik juga mereka ikut diterjunkan,” ucap Ganjar Pranowo

Berdasarkan penjelasan dari relawan Mahasiswa, setidaknya baru 30 persen Mahasiswa tingkat akhir yang menjadi relawan. Ganjar melihat adanya peluang penambahan relawan dari Mahasiswa, khususnya yang sudah tingkat akhir. 

“Saya berpendapat bahwa dalam keadaan darurat seperti ini dibutuhkan akselerasi. Misal terjun sebagai relawan Covid-19 bisa menjadi insentif bagi Mahasiswa, tinggal kebijakan dari Perguruan Tinggi saja. (Di/KYD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER

BERITA TERBARU