Rabu, Februari 1, 2023
BerandaJawa TimurGelar Gathering, KPU Tulungagung Sosialisasi Rancangan Penataan Dapil

Gelar Gathering, KPU Tulungagung Sosialisasi Rancangan Penataan Dapil

TULUNGAGUNG – realitasinline.id| Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan media gathering Pengumuman Rancangan Penataan Daerah Pemilihan (Dapil) dan Alokasi Kursi Anggota DPRD Kabupaten di Lotus Garden Ketanon Tulungagung yang mengundang media elektronik, cetak maupun media online, Kamis (24/11/2022).

Hadir dalam kegiatan tersebut Komisioner KPU Tulungagung Divisi Teknis Penyelenggaraan Muchamad Arif, Bawaslu Kabupaten Tulungagung Suyitno Arman.

Arif menjelaskan Daerah Pemilihan (Dapil) di Kabupaten Tulungagung akan disusun ulang. Sebelumnya, Kabupaten Tulungagung terdiri dari 5 Dapil yang telah ditetapkan sejak Pemilu 2004 silam.

Karena ada proses penataan Dapil, pada Pemilu 2024 mendatang Dapil di Tulungagung berpeluang masih tetap. Namun juga bisa bertambah bergantung dari skema usulan perubahan Dapil yang ditetapkan oleh KPU pusat.

Baca Juga:   Hendak Jual Ponsel Curiannya, Pria ini Ditangkap Polres Tulungagung

“Penataan Dapil diserahkan kepada KPU RI yang kemudian menugaskan kepada KPU Kabupaten/Kota untuk menyusun dan merancang,” kata Komisioner KPU Tulungagung Divisi Teknis Penyelenggaraan Muchamad Arif.

Dalam pelaksanaan penyusunan skema Dapil, lanjutnya, baik KPU, kelompok masyarakat, ataupun Pemerintah Kabupaten/Kota harus memperhatikan unsur-unsur atau prinsip-prinsip penataan Dapil yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.

Prinsip penataan Dapil itu sendiri, ada 7 poin didalamnya antara lain adalah Kesetaraan nilai suara, Ketaatan pada sistem Pemilu yang proporsional, Proporsionalitas, Integritas, Berada dalam 1 wilayah yang sama, Kohesivitas dan Kesinambungan.

Baca Juga:   Persiapkan Lomba Tingkat Provinsi Jatim, TP PKK Kabupaten Tulungagung Gelar Rakor

“Dalam proses penataan Dapil, KPU berkewajiban untuk meminta masukkan dari masyarakat termasuk insan pers. Artinya masyarakat bisa mengusulkan skema penataan dapil berdasarkan versinya dengan catatan harus tetap mematuhi prinsip yang ditetapkan,” ungkap Arif.

Sementara itu, narasumber dari Bawaslu Kabupaten Tulungagung Suyitno Arman menjelaskan peran media untuk dapat mensuskeskan Pemilu 2024, termasuk membeberkan prinsip-prinsip jurnalisme positif.

“Jurnalisme positif membawa semangat, optimisme dan aura positif di publik yang membaca informasi atau berita dari media. Ini akan baik untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam pemilu, meningkatkan kualitas proses dan demokrasi Indonesia,” jelasnya.

(TOP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

BERITA POPULER

BERITA TERBARU