Minggu, Agustus 1, 2021
BerandaAcehJaga Habitat Penyu di Abdya, Tiga Doktor USK Beri Penyuluhan

Jaga Habitat Penyu di Abdya, Tiga Doktor USK Beri Penyuluhan

Blangpidie – Realitasonline.id | Tiga Doktor dari Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh memberikan penyuluhan tentang menjaga habitat Penyu di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) agar tidak punah serta aman dari gangguan. Sehingga pertumbuhan penyu akan terus berkembang di wilayah pesisir kabupaten setempat.

Penyuluhan tentang konservasi penyu berbasis hukum adat itu disampaikan langsung oleh Dr Teuku Muttaqin Mansur MH selaku Ketua Unit Pelaksana Teknik Mata Kuliah Umum dari Unsyiah di Desa Ladang Tuha II, Kecamatan Lembah Sabil, Abdya, Minggu (11/7). Dimana, penyeluhan yang sama juga pernah dilakukan di Kabupaten Aceh Jaya.

Materi berikutnya juga diberikan olrh Dr M Adli Abdullah, MCL selaku Ketua Pusat Pengembangan dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3KM) dengan materi, Peran lembaga adat dalam pelestarian lingkungan.

Materi terakhir diberikan oleh Dr Sulaiman, SH MH selaku Ketua Bagian Hukum dan Masyarakat Fakultas Hukum. Dengan judul materi, Konservasi Penyu dalam Hukum Negara.

“Ketiganya adalah dosen yang fokus mengajar dan meneliti tentang adat dan hukum adat,” kata Pj Kepala Desa (Keuchik) Ladang Tuha II, Mukhlis kepada wartawan.

Mukhlis menyatakan, bahwa materi yang diberikan ketiga doktor USK tersebut sangat bagus, untuk menyadarkan kembali masyarakat agar bisa hidup berdampingan antara alam, manusia dan hewan.

Pemuda Gampong harus menjadi motor penggerak ke arah yang lebih baik. Pemuda harapan bangsa, harapan Desanya juga. Jadi, perlu membangun kesadaran kolektif demi menjaga penyu tidak punah. Dan bisa dinikmati dari generasi ke generasi.

Baca Juga:   Hobi Berkebun Alternatif Tambah Pemasukan di Masa Pandemi

Mukhlis juga mengemukakan, kegiatan penyuluhan ini adalah langkah awal untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat supaya dapat melestarikan lingkungan hidup, salah satunya adalah menyelamatkan spesies satwa langka.

Menurut dia, hal itu disebabkan penyu merupakan salah satu satwa langka, bahkan International Union for Conservation of Nature masih memasukkan penyu dalam Red List of Threatened Species (Daftar Merah Spesies yang Terancam).

Harapan Mukhlis kepada masyarakat, ini adalah tugas bersama dalam menyelamatkan habitat penyu yang berada dalam wilayah Gampong Ladang Tuha II. Tentunya hal ini tidak bisa berjalan tanpa ada dukungan dari semua pihak.

Baca Juga:   UMN Al Washliyah Gelar PKM Angkat Tema Literasi Digital

“Terimakasih kepada pemateri yang telah memberikan ilmu kepada warga setempat, semoga bermanfaat sekaligus menjadi ladang amal bagi kita semua,” ujarnya.

Muktar, selaku ketua pemuda setempat mengatakan kalau penyu adalah satwa yang dilindungi oleh negara. dan sekaligus menjaga habitatnya agar mata rantai kehidupannya tidak punah.

Dengan adanya penyuluhan semacam ini masyarakat juga terlibat aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di Gampong Ladang Tuha II.

“Sebagai tindak lanjut dalam kegiatan tersebut, kami akan bermusyawarah untuk menyusun master plant. Sehingga ke depan memiliki nama kelompok penyu dan terdaftar di instansi terkait.
Adapun biaya pelaksanaan kegiatan tersebut bersumber dari swadaya pemuda,” tandasnya.

Dalam kegiatan ini turut hadir Mukim Suak Beurembang Zulhilmi dan Panglima Laot Kecamatan Lembah Sabil, Muhammad Nasir serta diikuti para mahasiswa USK dan STIT Muhammadiyah Abdya yang sedang KPM dalam Gampong tersebut. (ZAL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER

BERITA TERBARU