Selasa, Maret 9, 2021
Beranda Kampus Pengaruh Motivasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan di Perusahaan

Pengaruh Motivasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan di Perusahaan

Prof Dr Ritha F Dalimunthe MSi, Holong Melisa Pasaribu SPd, Rizhar Solihin Pratama SE, dosen dan mahasiswa Magister Ilmu Manajemen – FEB USU

Sumber daya manusia (SDM) di perusahaan perlu dikelola secara profesional agar terwujud keseimbangan antara kebutuhan karyawan dengan tuntutan dan kemampuan organisasi perusahaan.

Perusahaan dituntut untuk mampu mengoptimalkan kinerja karyawannya karena karyawan mempunyai peran yang strategis didalam perusahaan yaitu sebagai pemikir, perencana, dan pengendali aktivitas perusahaan karena memiliki bakat, tenaga dan kreatifitas yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan.

Demi tercapainya tujuan perusahaan, karyawan memerlukan motivasi agar bekerja lebih rajin. Keseimbangan tersebut merupakan kunci utama perusahaan agar dapat berkembang secara produktif dan wajar (Mangkunegara, 2009:1). Berkaitan dengan hal tersebut,karyawan merupakan sumber daya penting yang wajib perusahaan jaga.

Motivasi karyawan dalam organisasi sangat penting, karena motivasi yang rendah dapat memengaruhi kinerja yang rendah pula. Hal ini akan menurunkan produktivitas karyawan sehingga berpengaruh pada pencapaian tujuan perusahaan. Mathis dan Jackson (2001:89) mengemukakan motivasi merupakan hasrat di dalam seseorang yang menyebabkan orang tersebut melakukan tindakan. Sumber motivasi ada dua jenis, yakni (1) motivasi intrinsik, (2) motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik terdiri atas kepuasan kerja, tanggungjawab, dan prestasi yang di raih.

Sementara motivasi ekstrinsik terdiri atas hubungan interpersonal antara temen sejawat,atasan maupun bawahan, kondisi kerja ,kamanan dan keselamatan kerja. Jadi motivasi mempersoalkan bagaimana caranya mengarahkan daya dan potensi bawahan, agar mau bekerja sama secara produktif, berhasil mencapai dan mewujudkan tujuan yang telah ditentukan.

Dengan pemahaman akan tugas-tugas yang diemban, dan pemahaman karakteristik bawahannya, maka seorang pemimpin akan dapat memberikan bimbingan, dorongan serta motivasi kepada seluruh anggotanya untuk mencapai tujuan.

Jika dalam proses interaksi tersebut berhasil dengan baik, maka seseorang akan mampu memberikan kepuasan yang sekaligus dapat meningkatkan kinerjanya. Selain itu tidak adanya alat untuk memotivasi yang menarik bagi karyawan, maka mereka akan bekerja malas-malasan, kurang kerja keras dan bertanggungjawab, sehingga pada akhirnya kinerja karyawan menjadi rendah.

Selain faktor motivasi kerja, lingkungan kerja tempat karyawan tersebut bekerja juga tidak kalah pentingnya dalam meningkatkan kinerja karyawan.

Lingkungan kerja merupakan salah satu bagian dari faktor-faktor yang dapat memengaruhi terciptanya kinerja karyawan karena lingkungan kerja mempunyai pengaruh langsung terhadap karyawan didalam menyelesaikan pekerjaan yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja oragnisasi.

Suatu kondisi lingkungan kerja dikatakan baik apabila karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal, sehat, aman, dan nyaman. Oleh sebab itu penentuan dan penciptaan lingkungan kerja yang baik akan sangat menentukan keberhasilan pencapaian tujuan organisasi.

Sebaliknya apabila lingkungan kerja yang tidak baik akan dapat menurunkan motivasi serta semangat kerja dan akhirnya dapat menurunkan kinerja karyawan. Sebagaimana menurut Sedarmayati (2001:1) lingkungan kerja merupakan keseluruhan alat perkakas dan bahan yang dihadapi, lingkungan sekitarnya dimana seseorang bekerja, metode kerjanya, serta pengaturan kerjanya baik sebagai perseorangan maupun sebagai kelompok.

Lingkungan kerja yang sesuai dapat mendukung pelaksanaan kerja sehingga karyawan memiliki semangat bekerja dan meningkatkan kinerja karyawan, sedangkan ketidak sesuaian lingkungan kerja dapat menciptakan ketidaknyamanan bagi karyawan dalam melaksanakan tugastugasnya.

Lingkungan kerja ini sendiri terdiri atas dua jenis, yang pertama adalah lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik. Lingkungan kerja fisik adalah semua keadaan berbentuk fisik yang terdapat di sekitar tempat kerja yang dapat mempengaruhi karyawan baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Menurut Alex S. Nitisemito ( 2002 ) Lingkungan kerja fisik adalah segala sesuatu yang ada di sekitar para pekerja yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas – tugas yang dibebankan, misalnya penerangan, suhu udara, ruang gerak, keamanan, kebersihan, musik dan lain-lain.

Berdasarkan definisi tersebut bahwa lingkungan kerja fisik adalah segala sesuatu yang ada di sekitar tempat kerja karyawan lebih banyak berfokus pada benda benda dan situasi sekitar tempat kerja sehingga dapat mempengaruhi karyawan dalam melaksanakan tugasnya.

Sementara itu lingkungan kerja nonfisik adalah semua keadaan yang terjadi yang berkaitan dengan hubungsn kerja, baik hubungan dengan atasan maupun hubungan dengan bawahan sesama rekan kerja, ataupun hubungan dengan bawahan (Sedamayanti, 2001).

Lingkungan kerja non fisik ini tidak kalah pentingnya dengan lingkungan kerja fisik. Semangat kerja karyawan sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan kerja non fisik, misalnya hubungan dengan sesama karyawan dan dengan pemimpinnya. Apabila hubungan seorang karyawan dengan karyawan lain dan dengan pimpinan berjalan dengan sangat baik maka akan dapat membuat karyawan merasa lebih nyaman berada di lingkungan kerjanya. Menurut Darvis (dalam Ekaningsih, 2012 : 21) lingkungan kerja dalam suatu organisasi mempunyai arti penting bagi individu yang bekerja di dalamnya, karena lingkungan ini akan mempengaruhi secara langsung maupun tidak langsung manusia yang ada di dalamnya.

Hal ini ada tiga alasan, ada bukti yang menunjukan bahwa tugas dapat diselesaikan dengan lebih baik pada lingkungan kerja organisasi yang baik, ada bukti bahwa manager dapat mempengaruhi lingkungan kerja dalam organisasi atau unit kerja yang dipimpin, kecocokan antara individu dengan organisasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam mencapai prestasi dan kepuasan individu itu sendiri dalam organisasi.

Untuk memperkuat uraian di atas penulis mencoba memasukkan hasil penelitian terdahulu seperti yang tertulis dalam (Yayan Yanuari , 2019) mengatakan bahwa terdapat hubungan antara motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan, mempunyai hubungan yang kuat positif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang kuat dan positif antara motivasi kerja dan lingkungan kerja secara bersama-sama terhadap peningkatan kinerja karyawan. Penelitian lain juga menyebutkan bahwa motivasi yang besar dan lingkungan kerja yang baik berpengaruh positif terhadap hasil kinerja karyawan (Lucky Wulan Anisa, 2011)

Maka kesimpulannya adalah motivasi secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Ini berarti semakin tinggi motivasi pada suatu perusahaan berdampak pada semakin tinggi kinerja pada perusahaan tersebut.

Lingkungan kerja secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini berarti semakin tinggi lingkungan kerja pada suatu perusahaan berdampak pada semakin tinggi kinerja pada perusahaan tersebut. Motivasi dan lingkungan kerja secara simultan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja.

Adapun saran yang dapat disampaikan yaitu pimpinan hendaknya selalu memperhatikan para karyawannya agar tujuan perusahaan dapat lebih terukur dan terarah lagi, sehingga pada akhirnya diharapkan para karyawan dapat menunjukan dedikasinya sesuai dengan tugas pokok, tanggung jawab, dan kewenangannya masing-masing. Selain itu motivasi kerja dan lingkungan kerja yang diterima karyawan dapat meningkatkan kinerja karyawan, dan disarankan kepada perusahaan untuk selalu dapat memotivasi secara berkala kepada karyawan. Terakhir adalah motivasi akan efektif apabila dalam diri para bawahan yang digerakan itu terdapat keyakinan bahwa dengan tercapainya tujuan organisasi tujuan pribadipun akan ikut tercapai. (AY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER

BERITA TERBARU