Rabu, November 30, 2022
BerandaKriminalDiduga Kebal Hukum, Warga Minta Poldasu Ambil Alih Kasus Pengusaha Galian C...

Diduga Kebal Hukum, Warga Minta Poldasu Ambil Alih Kasus Pengusaha Galian C Ilegal Berinisial HS

LANGKAT – realitasonline.id| Kondisi bantaran Sungai Batang Serangan yang berada di Desa Sei Litur Kecamatan Sawit Seberang Kabupaten Langkat kini sudah dalam kondisi sangat rusak parah. Kerusakan terjadi akibat maraknya eksplorasi jenis pertambangan Galian C atau lebih dikenal pasir batu (sertu) yang dikelola oleh pengusaha berinisial HS.

Meski sudah berulangkali dilaporkan ke polisi terkait tindak pidana pengerusakan, namun HS sampai kini belum juga pernah tersentuh hukum. Oleh karena itu, sejumlah masyarakat meminta pihak penyidik Poldasu Medan untuk segera mengambil alih penanganan proses hukum kasus pengusaha Galian C illegal berinisial HS yang diduga kebal hukum.

Tercatat sudah ada 2 laporan yang diterima pihak kepolisian. Diantaranya adalah bukti laporan sesuai STPLP/B/762/VIII/2022/SPKT/POLRES LANGKAT/POLDA SUMUT pada tanggal 03 Agustus 2022 tentang tindak pidana pengerusakan. Lalu, bukti laporan sesuai STPLP/B/109/I/2022/SPKT/Polres Langkat/Polda Sumatera Utara Tanggal 31 Januari 2022 tentang tindak pidana pengerusakan lahan. 

Baca Juga:   Pj Kades dan BPD Gunung Tua Jae Bantah Ada Pemukulan Saat Musyawarah BLT

Berdasarkan hasil penelusuran, aktifitas eksplorasi atau penggalian material di Sungai Batang Sarangan diduga tidak sesuai izin koordinat yang diberikan pemerintah. Bahkan, kabarnya perijinan pertambangan yang dimiliki HS sudah habis masa berlakunya (expired).

“Dalam hal ini juga Quari-quari yang ada disepanjang sungai Batang serangan terindikasi tidak ada yang memiliki izin pertambangan minerba dan tidak sesuai titik kordinat,” pungkas Sutoyo (26) selaku tokoh masyarakat setempat. 

Pengusaha Galian C berinsial HS belakangan diketahui pernah ditahan oleh Tim penyidik dan Satuan fungsi Polres Langkat sejak Jumat 6 Januari 2017 lalu.

Beliau dijerat dengan Pasal 158 UU No 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, setelah Unit Tipiter melakukan penyidikan menyusul penggeberekan di lokasi galian C miliknya yang berlokasi di Sei Litur Kec Sawit Seberang pada 14 Desember 2016 lalu.

Baca Juga:   Niat Gadai HP, Seorang Pria Tewas Mengenaskan Di Pinggir Sungai

Dari lokasi, petugas saat itu sempat menyita 1 unit excavator dan 5 unit dum truck Hino warna hijau. Sedangkan dari penyidikan 2 dum truck merupakan milik oknum anggota DPRD Langkat Suk.

Namun entah bagaimana HS bisa lolos dari jeratan hukum dan kembali membuka usaha Galian C di lokasi tersebut. Sehingga banyak rumor yang beredar kalau HS berani membuka usaha Galian C karena sudah mendapat backingan dari oknum Aparat Penegak Hukum (APH). Bahkan HS disebut-sebut diduga telah memberi setoran ke oknum-oknum APH dimaksud.

Sementara itu, HS selaku pemilik usaha pertambangan galian C yang diduga ilegal saat dikonfirmasi wartawan melalui layanan WhatsApp, Kamis (15/11/2022) malah buang badan mengatakan jika dirinya bukan pengusaha galian C.

“Salah kirim, saya bukan pemain galian tapi pemain truk (angkutan-red),” jawabnya berkilah.(MA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

BERITA POPULER

BERITA TERBARU