“Ngamar di Rumah Warga” Oknum Kades Kampung Lalang Diancam 7 Bulan

0

SIMAlUNGUN – Realitasonline | Oknum Kepala Desa (Kades) Huta IIIĀ  Desa Kampung Lalang Kecamatan Ujung Padang berinisial Fz (54) als Ujen diancam 7 bulan oleh jaksa Samandhohar Munthe. Tuntutan hukuman tersebut diucapkan jaksa dalam sidang tertutup untuk umum, Selasa (12/5) di Pengadilan Negeri Simalungun.

Kades Ujen dipersalahkan jaksa melanggar pasal 284 (1) huruf a KUH Pidana, seorang pria yang telah kawin yang melakukan gendak (overspel). Fz melakukan persetubuhan dengan salah satu warganya berinisial SW (34) yang masih berstatus istri orang.

Gara-gara ngamar di rumah SW dan dipergoki warga, sehingga warga merasa geram dengan ulah kadesnya yang baru satu tahun menjabat sebagai pimpinan di desa mereka. Ujen sudah terkenal “doyan” ngamar di rumah warga. Tapi sebahagian malu melaporkan tentang zinah yang dilakukan kepala desa itu.

“Mungkin yang lain malu dan suaminya masih sayang sama istrinya jadi tidak melapor”, kata salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya yang juga merupakan ulama di kampung lalang tersebut.

Sedangkan dalam kasus ini suami SW bernama Edi yang membuat laporan pengaduan ke Polsek Bosar Maligas. Edi bersama adiknya Suheri yang memergoki Sw dan Fz mesum di rumahnya saat dia tidak berada di rumah.

Jaksa sebut jika perbuatan zinah itu dilakukan pada Rabu, 13 Nopember 2019 sekira pukul 23.00 wib di rumah SW. Awalnya SW mendapat pesan singkat dari Fz “suamimu gak dirumah kan, aku datang ya, mau ngasih jajan anak anak”, dan pesan itu dibalas Sw “ya sudah”.

Kades pun datang melalui pintu belakang dan memberikan uang 300 ribu, tapi langsung pergi karena ditelpon istrinya. Lalu setengah jam kemudian datang lagi dan keduanya melakukan persetubuhan.

Tak disangka suami Sw mengetuk pintu, tapi Sw gugup dan alasan mencari kunci padahal masih memakai pakaiannya, sambil mengeluarkan Fz dari pintu belakang. Rupanya Suheri sudah berada di pintu belakang dan kades ini sempat diteriaki maling.

Kondisi Fz hanya memakai celana dalam pendek dan bajunya dipegang. Edi marah dan terlihat pertengkaran antara Fz dan Edi, sementara warga yang sudah berkerumun menggiring kadesnya itu ke kantor pangulu.

Oknum kades tersebut sempat membantah semua dakwaan jaksa. Padahal warga sudah banyak yang menggiringnya ke Kantor pangulu saat dipergoki ngamar. Persidangan juga telah mendengarkan keterangan saksi-saksi.

Melalui pengacaranya, oknum kades ini akan membuat pledoi (nota pembelaan) secara tertulis. Untuk itu majelis hakim pimpinan A Hadi Nasution SH menunda persidangan hingga Selasa mendatang. (RH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here