Minggu, Agustus 1, 2021
BerandaKriminalWanita Pembunuh Ibu Kost Dituntut 18 Tahun Penjara

Wanita Pembunuh Ibu Kost Dituntut 18 Tahun Penjara

P.SIANTAR – Realitasonline.id | Jaksa Penuntut Umum (JPU) Firdaus Maha SH menuntut pidana penjara selama 18 tahun terhadap terdakwa Rohayani br Purba (33) als Gea. Wanita ini terbukti menghabisi nyawa ibu kostnya Riamsa Nainggolan (istri mantan Sekda Siantar).

Tuntutan jaksa dibacakan dalam persidangan online di Pengadilan Negeri Pematangsiantar, Rabu (21/7).  Warga Tanjung Maria Nagori Sigodang Barat Kecamatan Panei itu dipersalahkan jaksa melanggar pasal 339 KUHP tentang menghilangkan nyawa orang disertai tindak pidana lain.

Atas tuntutan itu, terdakwa Gea memohon kepada hakim dihukum seringan ringannya. Sebelumnya, terdakwa juga memohon ampun kepada Tuhan, meminta maaf kepada keluarga korban atas perbuatannya. Hal senada disampaikan pengacara Erwin Purba SH yang mendampinginya dalam persidangan siang itu.

Menurut jaksa,  Korban Riamsa br Nainggolan ditemukan tak bernyawa di dalam gudang rumahnya di jalan Medan Area Kelurahan Proklamasi Siantar Barat pada Sabtu, 27 Pebruari 2021 lalu. Korban tewas karena dibunuh oleh terdakwa Rohayani Purba alias Hany als Gea. Wanita 33 tahun itu merupakan salah satu penghuni kost milik korban yang sudah banyak menunggak uang sewa. 

Terdakwa merasa sakit hati karena sering dimarahi dan ditagih uang sewa oleh korban. Awalnya korban mendatangi kos kosan miliknya di jalan Pane Gang Bazoga untuk menemui terdakwa yang sudah menunggak. Karena korban tidak berhasil menemui Gea, maka dengan menggunakan kunci duplikat membuka kamar Gea dan mengambil pakaian terdakwa.

Sebagai jaminan agar terdakwa segera membayar hutangnya. Mengetahui hal itu, terdakwa mendatangi korban di rumahnya di jalan Medan Area untuk meminta pakaian yang sudah diambil korban.

Baca Juga:   Polres Langkat Diminta Segera Usut, Beredar Video Oknum Anggota DPRD Nyabu

Saat itu korban sedang makan, dan terus menagih utang terdakwa sambil marah marah. Terdakwa berusaha meminta waktu untuk membayar hutangnya. Tapi korban terus mengancam akan melaporkan hal itu kepada anaknya.

Usai makan, korban mengajak terdakwa turun ke dapur rumahnya sambil memerintahkan terdakwa membawa buah nanas dan pisau. Ketika menuruni anak tangga, korban masih saja merepet sehingga terdakwa menjadi kesal.

Lalu terdakwa menolak tubuh korban yang sudah diujung tangga hingga jatuh terguling dibawah tangga. Karena korban terus berteriak, terdakwa langsung membekap korbannya dengan bantal kursi yang ada di dekat kepala korban sambil memegang pisau.

Baca Juga:   Kejari Tapsel Musnahkan Barbut dari 103 Perkara Tindak Pidana

Akibatnya korban lemas, dan pisau yang dipegang sempat melukai bagian tangan korban dan pipi. Lalu tubuh korban ditarik ke dalam gudang dengan posisi duduk.

Terdakwa pun membersihkan kapuk/busa bantal yang sempat berserakan dan membersihkan percikan darah korban agar tidak diketahui orang. Bantal dan pisau dibuang ke sungai yang ada di belakang rumah korban melalui jendela dapur.

Setelah bersih, terdakwa mengambil uang Rp.800 ribu dari dompet korban dan juga handphone. Lalu mengambil kunci diatas meja dan keluar dari rumah korban sambil mengunci pintu rumah. Terdakwa berhasil diamankan di Medan.

Untuk putusan, persidangan dipimpin hakim Derman P Nababan SH, Rahmat Hasibuan SH dan Irma Nasution SH ditunda hingga Rabu (28/6) mendatang. (RH) 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER

BERITA TERBARU