DPRD Medan Minta Pemerintah Beri “Tali Asih” ke Calhaj Gagal Berangkat

0
Ketua komisi II DPRD Medan, Aulia Rahman. (Realitasonline/Ayu Kesuma Ningtyas)


MEDAN – Realitasonline |
Ketua Komisi II DPRD Medan, Aulia Rahman minta pemerintah memberikan “tali asih” atau kompensasi dalam bentuk uang kepada seluruh calon jemaah haji (Calhaj) tahun  2020 yang batal berangkat ke tanah suci dikarenakan wabah Covid-19.

Aulia meyakini banyak Calhaj yang kecewa akibat keputusan tersebut. Terlebih, kepada Calhaj yang berusia lanjut dan sudah menabung puluhan tahun untuk bisa berangkat.

“Keputusan meniadakan keberangkatan haji tahun ini memang berat, tapi itu keputusan yang terbaik di tengah pandemi seperti ini. Namun, pemerintah perlu memikirkan langkah lebih lanjut dengan memberikan tali asih berupa uang kepada seluruh Calhaj yang batal berangkat,” ujarnya, Rabu (3/6/2020).

Politisi Partai Gerindra ini menyebut BPIH (Biaya Perjalanan Ibadah Haji) yang telah disetorkan oleh para Calhaj selama ini mengendap di bank. Sehingga, akan menghasilkan bunga bank.

“Pemberian tali asih ini bisa mengobati rasa kekecewaan para Calhaj,” ungkap Aulia yang menyebutkan tak dipungkiri di antar para Calhaj itu banyak dari keluarga tidak mampu yang berangkat dibiayai seseorang atau dari keluarga pas-pasan (ekonomi sedang-sedang saja). Karena tidak seluruh Calhaj ini berasal dari keluarga kaya.

Seperti diketahui, Pemerintah melalui Kementrian Agama memutuskan untuk meniadakan keberangkatan haji tahun 2020. Keputusan ini diambil karena adanya wabah virus corona atau covid-19.

Pelaksanaan Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama Provinsi Sumut, HM David Saragih, mengatakan, sejatinya ada 8.328 Calhaj asal Sumut yang akan berangkat tahun ini.

“Totalnya 8.328 kuota kita untuk Sumut, yang sudah melaksanakan pelunasan 8.132 atau sudah 97 %,” ujar David, di Kanwil Kemenag Sumut, Jalan Gatot Subroto, Medan, Selasa (2/6/2020).

Dia menyebutkan, calhaj yang seharusnya berangkat tahun ini sudah menunggu sekitar 8 tahun lamanya. Namun, batal akibat adanya wabah Covid-19. “Kalau menurut mekanisme, yang tak jadi berangkat tahun ini berangkat 2021, yang 2021 berangkat 2022 karena berdasarkan kuota,” ungkapnya. (AY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here