Selasa, Juli 14, 2020
Beranda Medan DPRDSU Rekomendasi Evaluasi Semua Kutipan yang dilakukan MAN

DPRDSU Rekomendasi Evaluasi Semua Kutipan yang dilakukan MAN

MEDAN – realitasonline.id | DPRD Sumut melalui Komisi E rekomendasikan agar semua kutipan yang telah dilakukan komite MAN dievaluasi kembali, karena kutipan atau sumbangan hanya boleh dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan madrasah.

Hal itu salah satu rekomendasi hasil rapat dengat pendapat Komisi E DPRD Sumut dengan Kanwil Kemenag Sumut, Kepala MAN 1 Medan, MAN 2 Medan, MAN 3 Medan dan MAS Persiapan Negeri 4 Medan, dipimpin Ketua Komisi E Dimas Tri Adjie dan dihadiri Wakil Ketua DPRD Sumut Rahmansyah Sibarani membahas pengutipan yang dilakukan oleh pihak Madrasah kepada orang tua murid, Senin (29/6/2020) di gedung dewan.

Dimas menyebutkan, selain  untuk meningkatkan mutu pendidikan madrasah, kutipan atau sumbangan untuk kebutuhan prioritas dan urgen, bukan untuk hal-hal yang bisa ditanggung dana Dipa dan APBD.

“Komisi E memahami kondisi MAN 1, 2, 3 , 4, tapi penerimaan siswa-siswi baru dalam kondisi pandemi covis-19, kutipan atau sumbangan tidak boleh dibebankan dan diwajibkan kepada orang tua/wali siswa-siswi madrasah,” ujarnya.

Anggota Komisi E Jafaruddin Harahap minta Kemenag Sumut harus proaktif terkait pengutipan di MAN dan peruntukannya, karena banyak kejanggalan dan pengutipan bukan untuk peningkatan mutu belajar mengajar, melainkan hal lain yang bukan prioritas, seperti membeli bus. “Beli bus seharusnya bisa diusulkan melalui APBD. Jadi pengutipan harus dievaluasi, tidak boleh dibiarkan,” tambahnya.

Anggota komisi E lainnya Mara Jaksa Harahap menegaskan, sumbangan sukarela yang diminta pihak madrasah kepada orangtua siswa tidak boleh ditentukan jumlahnya. “Memang mereka sepakat jumlahnya, tapi tidak ikhlas. Kalau ikhlas, tidak mungkin persoalan ini muncul ke media. Sebaiknya pihak MAN cari donatur, agar tidak membebani orang tua siswa, terutama ditengah pandemi Covid-19,” ujarnya. 

Sementata Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumut Mustafid mengatakan, pengutipan atau penggalangan dana dilakukan MAN kepada wali murid mengacu pada Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 16 tahun 2020 tentang Komite Madrasah. 

“Ada tiga sumber dana pendidikan madrasah, yakni pemerintah pusat, Pemda dan masyarakat (orangtua siswa atau komite sekolah). Kalau madrasah hanya mengandalkan dana BOS tidak bisa berkembang seperti sekolah umum, maka ketika punya inovasi ingin menyamai sekolah guna meningkatkan mutu atau kualitas belajar mengajar, komite berdasarkan kesepakatan bersama dilakukan penggalangan dana ,” katanya.

Dalam melakukan pengutipan dana tersebut, lanjutnya, madrasah mengacu pada PMA 16 tahun 2020 dan teknisnya berbeda setiap madrasah. 

“Setiap madrasah punya RKTM (Rencana Kerja Tahunan Madrasah), setelah ada RKTM maka dibuat RAPBM (Rencana Anggaran Pendapatan Belanja). Kemudian dibuat proposal diajukan ke komite yang dibuat kepala madrasah, sehingga uang sumbangan sukarela berbeda setiap madrasah,” katanya.

Kepala MAN 1 Medan Maisaroh Siregar mengatakan, sumbangan sukarela dari orangtua siswa bukan tahun ini saja diberlakukan. “MAN 1 membuat satu kebijakan bukan tahun ini saja, tetapi karena dampak Covid-19 diperbesar-besar. Padahal, sumbangan sebesar Rp1,5 juta per tahun dan untuk Full Day Rp2,4 juta/tahun dan Rp200 ribu/bulan sudah sesuai kesepakatan orangtua siswa dan tak ada yang keberatan saat telekonferensi dilakukan,” ujarnya.

Disebutkaaan, sumbangan wali murid tersebut, untuk membayar gaji guru honor hingga pembelian bus untuk transportasi siswa, jika mengikuti perlombaan dan peningkatan kualitas belajar mengajar lainnya.

Berdasarkan hal itu, Komisi E juga merekomendasi agar Kakanwil Kemenag Sumut harus mengevaluasi dan bertanggung jawab melakukan penguatan pembinaan kepada madrasah MAN 1,2,3,4. Namun Kemenag Sumut kurang dalam hal pembinaan terhadap para kepala madrasah, terbukti banyaknya pengaduan dan keluhan yang diterima komisi E DPRD Sumut,” tambah Dimas.

Terkait situasi krisis akibat pandemi Covid-19, di mana ada new normal dengan sistem pembelajaran daring diharapkan MAN mempunyai mekanisme baku dalam pembelajaran secara daring. (MI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER

‘Negeri Bertuah’ Kembali Diguncang Isu Corona, Jubir Satgas: Warga Kuala PDP, Bukan Positif Covid-19

STABAT - Realitasonline | Kabupaten Langkat yang kerap disebut dengan 'Negeri Bertuah' kembali diguncang isu corona karena salah satu warganya yang positif...

“Dicomblangin”, Harimau Sumatra di London Dibunuh Calon Pasangannya

LONDON - RealitasOnline | Seekor harimau Sumatra mati di Kebun Binatang London. Harimau betina bernama Melati itu dianiaya calon pasangannya, harimau jantan...

“Jemput Bola” Rekam E-KTP, Disdukcapil Pakpak Bharat Terima Penghargaan Gubsu

PAKPAK BHARAT - Realitasonline | Untuk memenuhi persyaratan bagi warga Pakpak Bharat yang sudah berusia 17 tahun atau yang telah kawin untuk...

“Mardua Holong” Tampil Apik Pada Perayaan HBA Kejari Simalungun

SIMALUNGUN - Realitasonline | Keluarga besar  Kejari Simalungun merayakan HBA (Hari Bhakti Adhyaksa) ke 59 penuh suka cita bertempat di Hotel Horizon...

BERITA TERBARU

Komisi B DPRD Taput Rapat Bersama Eksekutif Bahas Ranperda Penyertaan Modal ke Bank Sumut

TARUTUNG - Realitasonline | Sebagai tindak lanjut paripurna DPRD  terhadap nota pengantar bupati tentang ranperda penyertaan modal pemkab Taput ke PT Bank...

Pasien Positif Covid 19 di Asahan Bertambah Setelah Uji Swab

Asahan - Realitasonline.id | Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten  Asahan, mengatakan hari ini  terkonfirmasi penambahan  satu  kasus positif  An. PG  (29...

Terkait Dugaan Kampanye Terselubung, KOMPAK Laporkan Walikota Tanjungbalai ke Bawaslu

Tanjungbalai - realitasonline.id | Diduga melakukan kampanye terselubung di dunia pendidikan menjelang Pilkada 2020 lewat media informasi berupa majalah, Komite Mahasiswa Pemuda Peduli Kota (KOMPAK)...

Warga Simalungun Mengaku Beli Sabu di Siantar

SIMALUNGUN – realitasonline.id | Dua terdakwa Leonardo Tinendung als Leo (22) dan Denis Berkam Marbun (26) warga Lau Cimba Rambung Merah mengaku...