Jenazah Pasien Negatip Akan Dikuburkan Standar Covid-19 Ditentang, Anggota DPRDSU Curigai Pihak ‘Kejar’ Anggaran Covid-19

0

MEDAN – Realitasonline.id | Pasien RS Murni Teguh Medan Akmala Novikayani warga Labura (Labuhanbatu utara) meninggal dunia akan dikuburkan sesuai standar covid-19, ditentang pihak keluarga karena jenazah sebelumnya sudah dinyatakan negatip covid-19.

Hal ini dinyatakan anggota DPRD Sumut Zeira Salim Ritonga merupakan adik ipar pasien kepada wartawan, Sabtu (25/10/2020) terkait kakaknya meningal dunia di RS Murni Teguh dinyatakan sangkaan positip covid dan mayatnya diminta untuk dikuburkan dengan standar covid-19.

“Kami tidak dibenarkan membawa jenazah saudara kami pulang, karena jenazahnya akan dikuburkan sesuai standar covid, karena dinyatakan katagori sangkaan positip covid-19. Tentunya pihak keluarga tidak terima, karena pasien sebelum meninggal dunia dinyatakan negatip berdasarkan hasil swab yang dilakukan pihak rumah sakit,” tandasnya.  

Setelah terjadi perdebatan dengan pihak rumah sakit, katanya, akhirnya keluarga diizinkan membawa pulang jenazah ke kampung Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Namun sampai di Labura, pihak Gugus Tugas bersama kepolisian di Labura akan mengambil-alih penguburan sesuai standar  covid-19, karena adanya kirim pesan melalui whatsapp dari pihak RS Murni Teguh menyatakan jenazah masuk sangkaan positip covid-19.

“Pihak keluarga juga tetap protes kepada pihak gugus tugas, bahkan sempat terjadi perdebatan panjang, karena hasil swab dari rumah sakit Murni Teguh menyatakan negatip,” ujar Zeira sembari menunjukkan surat hasil swab Rumah Sakit Murni Teguh.

Penanggung jawab pemeriksaan Laboratorium Biomolekuler/PCR dr R Lia K Iswara SpMK PhD melalui surat hasil pemeriksaan terhadap pasien Akmala Novikayani mencantumkan RT-PCR Covid-19 tes reguler (1-2 hari) 1/units. Pemeriksaan SARS-Cov-2 RT PCR test. Bahan diterima swab Nasofaring-Otofaring. Hasik pemeriksaan menunjukkan negatip SARS-Cov-2. Dalam surat hasil Lab tersebut dinyatakan deteksi menggunakan kitfor 2019 coronavirus (2019-n Cov) RNA daan metode RT-PCR AB/7500.

Zeira selaku keluarga almarhum menyesalkan perlakuan RS Murni Teguh memperlakukan pasien tadinya negatip covid, tapi setelah meninggal dinyatakan sangkaan positip covid. Hal ini tentunya menimbulkan pertanyaan besar kenapa jenazah almahrum ingin  dikuburkan dengan standart covid-19.

“Saya mencurigai rumah sakit sengaja membuat keluarga saya meninggal seperti terindakasi covid-19 terkait claim anggaran yang dicairkan dari menteri kesehatan sesuai KMK RI HK.01/07/Menkes/446 /2020. Surat Menkes iti jadi pintu masuk bagi rumah sakit nakal dalam mendapatkan alokasi biaya covid-19 baik bagi pasien terkena covid 19 maupun disanyalir mengcovid pasien yang sakit di rumah sakit,” tandasnya.

Anggota DPRD Sumut dari dapil Labura, Labuhanbatu dan Labusel ini menyayakan, sebaiknya pemerintah harus ketat dalam mengawasi setiap rumah sakit yang menangani pasien covid-19. Jangan sampai dimanfaatkan kedaan saat pendemik ini untuk meraup keuntungan secara illegal.

“Kami minta segera evaluasi izin  rumah sakit diketahui bermain akal-akalan dengan anggaran covid-19. Jika hal ini dibiarkan akan membuat resah masyarakat dan hilang kepercayaan untuk berobat ke rumah sakit. Dalam Covid-19, ada uang yang jumlah besar. Jangan sampai hal ini dimanfaatkan oknum-oknum rumah sakit untuk mendulang keuntungan dengan cara haram,” tegasnya. (MI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here