Sugianto Makmur Sarankan Bentuk Perda Penyakit Menular Manusia, Hewan dan Tanaman di Sumut

0

Medan – Realitasonline | Anggota FPDI Perjuangan DPRD Sumut Sugianto Makmur menyarankan agar dibentuk Perda (Peraturan daerah) penyakit menular pada manusia, hewan dan tanaman agar dapat dilakukan penanganan sekaligus pencegahan yang optimal.

“Perda penyakit menular sangat diperlukan,  guna mengatur pencegahan dan penanganan, jika penyakit menular menyerang manusia, hewan dan tanaman,” ujar Sugianto Makmur kepada wartawan, Kamis (4/6/2020) di ruang kerjanya gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan.

Menurut anggota Komisi B bidang perekonomian ini, Sumatera Utara khususnya sudah bertubi-tubi ‘dihajar’ dua penyakit menular, yaitu di bulan September tahun 2019 dihajar ASF (African Swine Fever) yang mematikan ternak babi. Kerugian ditaksir mencapai Rp1 triliun. “ASF sangat gampang menular dan sangat mematikan. Hampir 100 persen ternak yang terinfeksi, bisa dipastikan mati,” ujarnya.

Kemudian, ungkapnya, Sumut ‘dihajar’ Covid-19 merupakan virus yang menyerang manusia. “Kita bersyukur, Covid-19 hanya bisa menular lewat sentuhan, droplets ketika berbicara atau bersin, sehingga tingkat kematian Covid-19 tidak tinggi,” ujarnya.

Selain itu, katanya lagi, ada juga virus yang menyerang tanaman. Contohnya, tanaman markisa di Tanah Karo sudah sejak lama terserang virus, sehingga  mengkebunkan markisa menjadi hampir tidak mungkin lagi. Setiap serangan penyakit menular selain mengakibatkan kematian atau penyakit, juga mengakibatkan kerugian ekonomi yang sangat besar.

“Dari pengalaman-pengalaman Sumut diserang penyakit menular, harus menjadi suatu rujukan untuk membuat perda yang berisi protokol pencegahan dan protokol penanganan. Kita tidak boleh lagi gamang. Semakin lambat penanganannya, semakin besar kerugian yg timbul dan bisa mengakibatkan kematian,” ujarnya.

Bahkan, kata Sugianto lagi, tantangan masa depan kita, masalah energi, pangan, bencana alam dan bencana non alam. Wabah penyakit termasuk bencana non alam. Dalam sejarah dunia, wabah bisa mengurangi jumlah populasi secara sangat signifikan. “Dengan kemajuan ilmu pengetahuan pun, ternyata belum bisa menjamin tidak adanya wabah penyakit,” tambahnya. (MI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here