Kejari Metro Ungkap DPO Korupsi Ruang Kelas SMAN 6

2

METRO – realitasonline.id | Kejaksaan Negeri (Kejari) Metro berhasil mengungkap seorang DPO kasus korupsi pembangunan gedung ruang kelas SMA Negeri 6 Kota setempat, Rabu (19/5/2021).

Kepala Kejari Kota Metro Virginia Hariztavianne melalui Kasi Intelejen Rio Halim mengungkapkan hasil pencarian DPO Kejari Metro atas nama Abdul Mukti bin Taufik dalam tindak pidana korupsi.

“Tim Intelijen Kejari Metro bersama Tim Eksekutor Tindak Pindak Khusus telah berhasil melakukan penangkapan dan penahanan untuk mengeksekusi DPO atas nama Abdul Mukti bin Taufik terkait kasus pembangunan gedung ruang kelas SMA Negeri 6 Kota Metro dengan nilai anggaran sebesar Rp. 2.520.000.000 yang bersumber dari APBD Kota Metro tahun anggaran 2013 pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemuda Dan Olahraga Kota Metro,” jelasnya usai melakukan penahanan perdana tersangka, di gedung Kejari Metro.

Rio mengungkapkan, pada tahun anggaran 2013 Disdikbudpora Kota Metro terdapat anggaran pembangunan gedung ruang kelas SMAN 6 Metro. Kemudian pada Maret 2013 saksi Baroni selaku Direktur PT. Usaha Titian Jejama menyetujui perusahaannya dipinjam oleh terpidana Abdul Mukti untuk mengikuti pelelangan dalam pekerjaan pembangunan gedung ruang kelas SMA Negeri 6 Metro. 

Baca Juga: Kepedulian Satika Pada Warga Dusun Hutagurgur, Bagikan Wedang Jahe dan Telur

Baca Juga: Kesembuhan Pasien Covid-19 di Singkil Terus Meningkat

“Bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan fisik lapangan yang dilakukan tim ahli Fakultas Teknik UNILA dengan menggunakan uji palu pada pembangunan gedung kelas SMA 6 Metro serta dilakukan analisis mutu bangunan yang tidak sesuai dengan mutu struktur beton dan memiliki kekurangan volume beton sehingga berdasarkan hasil perhitungan audit keuangan negara yang telah dilakukan oleh BPKP Lampung dalam perkara ini adalah sebesar Rp. 54.144.066,35, “ungkap Rio Halim.

Dalam kesempatan yang sama, Kasi Pidsus Kejari Metro Subhan Gunawan menjelaskan kronologis pencarian tersangka yang kabur. Pada 2016 telah dilakukan penyidikan pada Disdikbudpora Metro terdapat anggaran pembangunan gedung ruang kelas SMA Negeri 6 dan Abdul Mukti tidak memenuhi panggilan sebanyak 3 kali.”Pada sampai perkara dilimpahkan ke tahap penuntutan yang tidak diketahui keberadaannya sehingga perkara tersebut tetap disidangkan tanpa proses terdakwa atau di-Absentia di Pengadilan negeri Tanjungkarang,” ucapnya.

Baca Juga:   Dihadang Emak - emak, Kapolres Lhokseumawe Bantu Bawa Penderita Tumor ke RS Arun

Selanjutnya, terpidana Abdul Mukti ditetapkan sebagai DPO berdasarkan surat Nomor: B-01 / N.8.12 / Fd.1 / 08/2017 Tanggal 25 Agustus 2016. Riwayat pencariannya melalui Adhyaksa Monitoring Center (AMC) Kejaksaan Agung RI dengan nomor: R-166 /N.8.12/Dsp.4/08/2017 tanggal 25 Agustus 2017.

“Bantuan pencarian DPO Abdul Mukti juga kepada Kapolres Metro dengan nomor: R-166 / N.8.12 Dps.1 / 08/2017 tanggal 25 Agustus 2017. Menindaklanjuti Nota Dinas bidang Tindak Pidana Khusus Kejari Metro ke Bidang Intelijen,” kata Subhan.

Kasi Pidsus Kejari Metro itu juga menyebutkan, setelah rangkaian pencarian, Tim Intelijen menerbitkan Surat Perintah Operasi Intelijen Kepala Kejaksaan Negeri Metro pengawasan dan pengawasan DPO Abdul Mukti Bin Taufik. 

Telah melakukan pencarian dan peringatan DPO dirumah yang dirawat di perumahan Pondok Kelapa Indah Jalan Kopyor 6 No. 24 Jakarta Timur. Pada Jumat, 12 Februari 2021, pada hari Kamis, tanggal 11 Maret 2021, pada hari Jumat, tanggal 02 April 2021. Kemudian telah melakukan di rumah DPO di Jalan KH. Hanafiah No. 46 RT / RW. 029/010 Kelurahan Imopuro Kecamatan Metro Pusat, “terangnya.

Di Metro, jaksa melakukan mendatangi kediamannya pada hari Sabtu, tanggal 24 April 2021, hari Senin, tanggal 10 Mei 2021, hari Senin, tanggal 17 Mei 2021. Lalu melakukan pendekatan dengan keluarga DPO yang berada di Kota Metro, adik kandung Abdul Mukti.

“Lalu pihak Keluarga memastikan menghadirkan DPO pada hari Rabu, tanggal 19 Mei 2021 untuk selanjutnya dilakukan eksekusi Lapas Kelas IIA Metro. Dan hari ini tadi telah kita lakukan penahanan dan dibawa ke Lapas kelas IIA Kota Metro,”pungkasnya. (AW)

2 KOMENTAR

  1. Kenapa gak dimatiin sekalian Pak Jaksa… sudah nyusahin orang aja… dia yg korupsi orang lain yg bayar kerugiannua

  2. Kenapa gak dimatiin sekalian Pak Jaksa… sudah nyusahin orang aja… dia yg korupsi orang lain yg bayar kerugiannya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here