Senin, September 20, 2021
BerandaKriminalBiarlah Adik Ipar Tak Normal Yang Penting Rasanya Bung...

Biarlah Adik Ipar Tak Normal Yang Penting Rasanya Bung…

MEDAN – Realitasonline | Bagi yang berotak normal, melihat gadis idiot pastilah timbul rasa iba. Tapi kalau berotak ngeres seperti Halim. 40, adik ipar idiot malah dijadikan pelampiasan. Prinsipnya niru pelawak Bendot, “Yang penting rasanya Bung!” Gara-gara ulahnya ini, Halim kini dikejar-kejar polisi Singkawang (Kalbar).

Anak lahir cacat mental pasti tak pernah diharapkan keluarga. Tapi jika Allah Swt menakdirkan demikian, masak ditolak? Seperti apapun anak cacat mental, orangtua akan menyayangi, termasuk kakak dan adik-adiknya.

Apapun yang terjadi akan diurus sendiri. Tak mungkin semua dibebankan ke negara, karena Presiden Jokowi sendiri masih sibuk mengurusi revolusi mental, yang 5 tahun berlalu tak begitu banyak rakyat yang mau mentalnya direvolusi.

Di Singkawang Tengah, tinggalah keluarga Ny. Mansur, 66, nan malang itu. Salah satu anak perempuannya  sejak usia SMP menderita cacat mental. Walhasil sekolahnya terhenti, dan hingga usia 35 tahun belum juga ada yang mempersuntingnya.

Gadis  itu kini dalam asuhan kelurga Halim, di mana istrinya merupakan kakak kandung si gadis. Mereka siap mengurus adiknya yang cacat mental itu sampai kapanpun. Ny. Mansur juga sudah berpesan, jika sudah tak ada umur nanti, tolong gadis itu dijaga baik-baik, jangan disia-siakan.

Halim sebagai menantu, ternyata tak bisa mengemban Ampertu (Amanat Penderitaan Mertua). Belakangan dia melihat  gadis itu bukan sebagai adik ipar yang perlu dikasihani, tapi justru perlu……digauli!

Lho, kok begitu koplak pikiran Halim? Karena secara bodi, gadis ini memang enak dilihat dan perlu. Soal mentalnya yang tidak normal, bukan menjadi halangan. Sebab dia meniru sikap pelawak Bendot almarhum, ”Yang penting rasanya Bung!”

Baca Juga:   Kapolres Kendal Apresiasi Pembangunan Mushola di Polsek Kangkung

Di kala rumah sepi, dia merayu gadis itu untuk melayani kebutuhan biologisnya. Karena memang gadis tidak normal, ya tak tahu maksud sebenarnya. Tahu-tahu dia disergap, hip. Selesai nafsu tertunaikan, Halim hanya pesan berbisik-bisik, jangan cerita ke mana-mana.

Demikian itu sering sekali dilakukan Halim. Jika tak di rumah sendiri, juga di rumah kosong dengan balai-balai usang dan berdebu.

Tak peduli banyak kamitetep (serangga bikin gatal)-nya, asal nafsu tengah memuncak, gadis itu langsung disikatnya. Lagi-lagi dia bersemboyan, “Yang penting rasanya Bung!”

Baca Juga:   Sandang Status Tersangka, Guru Besar USU Henuk Diperiksa dan Diaudit Itjend Kemendikbudristek

Kebetulan rumah kosong itu lokasinya berdekatan dengan rumah mertua, Ny. Mansur. Maka ketika melihat Halim dan gadis itu keluar dari rumah kosong, dia jadi curiga. Jangan-jangan gadis yang disayangnya itu diapa-apakannya.

Maka Ny. Mansur langsung menegur putrinya yang jadi istri Halim. Begitu dilapori sang ibu, anaknya itu berkomentar kaget, “Pantesan saya lihat Halim barusan cuci tit….eh burungnya….!”

Ibu dan anak segera mencari keberadaan Halim. Tapi rupanya dia tahu pangkal dosa dan masalahnya.

Maka dia malah kabur, sampai beberapa hari tak berani pulang ke rumah. Beruntung, tak sampai 3 kali Lebaran sebagaimana Bang Toyib, seminggu kemudian dia kembali.

Polisi yang telah dilapori segera menangkapnya. Dengan suara kurang jelas, gadis malang itu menyampaikan ke polisi bahwa kakak iparnya memang sering mengajaknya mesum di rumah kosong.

Mantu celamitan, adik ipar cacat kok diganggu juga! (*)

Sumber: Poskotanews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER

BERITA TERBARU