Jumat, Juni 18, 2021
BerandaSumutDiduga Palsukan Surat, JH Dilapokan ke Polsek Balige Toba

Diduga Palsukan Surat, JH Dilapokan ke Polsek Balige Toba

BALIGE – realitasonline.id | Seorang Aparatur Sipil Negara melalui tim kuasa hukumnya melaporkan oknum di Polsek Balige, Senin (10/5/21).

Pelaporan terkait dugaan pemalsuan surat yang digunakan oknum untuk menjadikan ASN tersebut menjadi tersangka atas laporan yang dilakukan sebelumnya di Polres Toba. 

Boy Raja Marpaung SH, Kuasa Hukum  ASN menjelaskan, oknum inisial JH membuat pelaporan di Polres Toba pada tahun 2020 terhadap seorang ASN yang bekerja di lingkungan pemerintah Kabupaten Toba hingga akhirnya ditetapkan menjadi tersangka. Namun surat yang digunakan JH dalam pelaporan tersebut diduga palsu .

“Kita menyampaikan pengaduan masyarakat untuk dugaan tindakan pemalsuan yang dilakukan oleh ibu JH terkait surat nikah. Kenapa kita laporkan, karena pada saat ini klien kita telah menjadi tersangka dengan pasal kawin halangan akibat dari surat nikah yang diterbitkannya,” jelas Boy saat mendampingi kliennya.

Berdasarkan surat nikah yang dikeluarkan oleh HKBP Paindoan, lanjut Boy, JH mengurus segala administrasi kependudukannya, diantaranya Akta Kawin dan Kartu Keluarga.

Baca Juga: Aceh Sepakat Asahan Gelar Muscab Ke IV Periode 2021 – 2024

Baca Juga: Camat Rahuning Beri Bantuan Logistik ke Petugas Pos Pengamanan III Polres…

“Surat nikah itu dikeluarkan pada tahun 2009 di HKBP Paindoan, tanpa kop surat. Kemudian atas dasar surat nikah ini terbitlah akta kawin dari Dukcapil. Setelah proses pelaporan beliau kepada klien kita inisal JH tadi, terbukti lah bahwasanya dia tidak pernah diberkati di Gereja Paindoan, namun dia berani menggunakan surat keterangan nikah ini untuk menerbitkan akta kawin tadi dan KK,” lanjutnya .

Meski sudah memiliki surat nikah dari HKBP Paindoan pada tahun 2009, JS juga mengurus surat nikah yang dikeluarkan gereja HKBP Balige pada April 2021. Hal ini, menurut Boy menimbulkan kejanggalan.

“Sementara dia kemudian mengeluarkan surat nikah lagi dari gereja HKBP Balige, berbeda dengan surat nikah pertama di Gereja resort Paindoan. Mana mungkin ada seseorang diberkati di hari yang sama di dua gereja yang berbeda. Sementara yang menjadi dasar awal adalah dari tahun 2020, surat keterangan nikah tahun 2009 inilah yang digunakan menjadi tersangka kepada klien kita, namun di 2021 April diterbitkan surat yang kedua,” terangnya.

Oleh karenanya, sebut Boy, Penyidik Polres Toba perlu mencermati hal tersebut untuk menunda kasus yang sedang dihadapi klien nya, sementara pihaknya membuat pengaduan untuk pembuktian atas dugaan pemalsuan surat yang dilakukan JH.

“Makanya kita juga mengharapkan kepada penyidik Polres Toba untuk menunda sementara kasus yang menimpa klien kita. Kenapa, karena kita harus membuktikan dulu keaslian dari berkas dia ini, berkas pelapor, sehingga kita laporkan lah pemalsuan agar dia bisa membuktikan benar atau tidak berkas yang dia pakai ini untuk membuat akta dan menjadikan klien kita tersangka”, tegasnya lebih lanjut.

Akibat penetapan tersangka kepada klien nya, lanjut Boy, ASN tersebut merasa tertekan dan tidak tenang dalam melaksanakan tugasnya. Hal ini mendasari kliennya membuat pengaduan ke penegak hukum.

“Akibatnya dia tersangka dan hampir di tahan, namun saat ini dia tidak ditahan, hanya wajib lapor namun akibat ini dia terganggu kerja bahkan dia dipanggil-panggil oleh dinas seperti besok dia akan dipanggil oleh sekda, dipanggil untuk klarifikasi. Ini membuat klien kita gusar bahkan ada serangan-serangan dari medsos, kita tidak tahu siapa yang buat, saya juga tidak mengenali JH ini siapa, saya tidak pernah ketemu. Dan ini sebenarnya pelaporan kita ini akibat dari geram dari klien kita karena selalu di serang yang kemungkinan karena status ASN nya,” katanya.

Meski diketahui, JH telah mengakui kondisi dugaan pemalsuan tersebut kepada pihak Polres, Boy dan klien nya menilai pentingnya membuat pengaduan demi pembuktian.

“Kita yakin bahwa surat ini adalah palsu, karena JH ini sudah mengakui di Polres bahwasanya dia tidak pernah diberkati di Paindoan, tapi dia menggunakan surat ini. Jadi langkahnya memang kita laporkan agar terbukti dan kasus dari ibu ini di Polres bisa dipertimbangkan atas bukti-bukti palsu yang digunakan oleh JH terhadap Polres,” ujarnya . (MS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER

BERITA TERBARU