Ini Kata PT MIK Sikapi Keberatan Warga Tambang Batu Sipultak Taput

0

TARUTUNGrealitasonline.id | Kehadiran PT MIK (Marlian Indah Karya) pemilik izin tambang batu Hutan Produksi Terbatas yang ditentang habis warga Dusun Kopi Simeme, pada prinsipnya selalu ingin berdampingan dengan masyarakat. 

Legal Managing Partner Rudi Zainal Sihombing, SH tegaskan pihaknya memiliki izin resmi melakukan usaha pertambangan batu di lokasi Desa Sipultak.

Kepada media Senin (14/6) ditengah kunjungan anggota dewan Taput, PT MIK menginginkan keberatan warga bergerak sesuai aturan, Jangan bergerak dari sisi aturan yang inkonstitusional. Bahkan PT MIK berkenan ketika masyarakat mau duduk bersama untuk mencari solusi.

Baca juga: Prinsip PT MIK Berdampingan dengan Masyarakat Disoal, Anggota Dewan Turun

Pada prinsipnya PT MIK selalu ingin berdampingan dengan masyarakat. Jangan melakukan perbuatan yang inkonstitusional.

“Pihak manajemen inginkan agar persoalan bisa disudahi melalui duduk bersama”,tegas Rudi Zainal. 

Sikap warga dusun Kopi Simeme supaya PT. MIK tidak boleh lagi beroperasi, kata Rudi Zainal Sihombing yang duduk berdampingan dengan direktur Horas Nababan menanggapi, negara Indonesia adalah negara hukum, dan menghormati hukum dan menjadikan hukum sebagai panglima, tidak ada yang lari dari aturan.

“Tetapi sebagai perusahaan yang resmi, PT MIK sekali lagi, berprinsip selalu ingin berdampingan dengan masyarakat,” pungkas Rudi. 

Baca juga: Insiden Pemukulan Dekat Lokasi PSU ke 2 Pilkada Labuhanbatu, Warga: Kami…

PT MIK kapanpun dan sangat berkenan ketika masyarakat mau duduk bersama untuk mencari solusi,’ tegas Zainal 

Baca Juga:   KPN Langkat Berikan 3.000 Sertifikat Tanah ke Masyarakat

Terkait, areal izin PT MIK yang dituding warga Desa Lumban Ina Ina menjadi wilayah tanah adat mereka dari keturunan Opung Mulia Raja Lumbantoruan, Zainal berharap agar warga melakukan gugatan ke pengadilan.

“Mari bersikap humanis dengan tidak melakukan tindakan pelanggaran hukum. Silahkan gugat ke pengadilan sesuai dengan aturan yang berlaku,’ ujar Zainal.

Kehadiran PT MIK akan berdampak positif bagi masyarakat sekitar, terang Zainal. Saat ini dari sekitar dua puluhan tenaga kerja, perusahaan memberdayakan 80 persen pekerja tersebut dari warga Pagaran. 

Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Usaha Rumah Makan, Warkop dan Cafe Dibatasi Hingga…

Bahkan untuk pengangkutan produksi batu, perusahaan menerapkan sistem pihak kedua. “Pengangkutan penjualan produksi batu diberikan kepada warga. Artinya tidak ada satupun pengangkutan truk milik perusahaan semuanya milik warga yang bekerjasama dengan PT MIK,’ ungkap Zainal.

Selain itu, pihak perusahaan bersedia memberikan bantuan keuangan sebagai bentuk kemitraan kepada warga sekitar. Namun bantuan tersebut harus sesuai dengan aturan main.

Terkait dengan permintaan agar perusahaan mau membeli batu dari hasil penambangan warga, Zainal menegaskan perusahaan tidak bisa melakukannya sebab aturan main sesuai izin tidak memperbolehkan. “Bila aturan itu boleh, kami akan menampung batu hasil galian tambang tradisional”,pungkas Rudi Zainal Sihombing. (MN) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here