Kadistan Tapsel : Ikut AUTP, Petani Tidak Perlu Takut Gagal Panen

0

TAPANULI SELATAN – realitasonline | Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Ir. H Bismark Muaratua Siregar mengajak para petani khususnya petani padi untuk melakukan antisipasi sejumlah gangguan, seperti bencana banjir, perubahan iklim, kekeringan, serangan hama, dan lainnya, dengan memanfaatkan asuransi untuk meminimalisasi kerugian.

” Untuk mengantisipasi kerugian petani bisa mengikuti asuransi melalui Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang dikelola Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), ” ujar Bismark didampingi Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Mhd. Taufik Batubara SP dan Kepala Seksi (Kasi) Pembiayaan dan Investasi pada Dinas Pertanian Tapsel Ir. Lely Anny, Jumat (7/08/2020).

Menurut Bismark, AUTP, akan memberikan perlindungan kepada petani yang memiliki tanaman padi serta jenis hortikultura lainnya. Program AUTP digulirkan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan bagi petani khususnya di Kabupaten Tapsel dan juga mampu memberikan manfaat perlindungan atas kerugian petani dari kegagalan panen, baik yang disebabkan oleh bencana alam, seperti banjir, maupun serangan hama.

” Dengan begitu, petani tidak perlu takut merugi ketika terpaksa harus gagal panen akibat bencana alam, serangan hama, maupun penyakit tanaman kecuali serangan hewan yang dilindungi menirut undang-undang seperti monyet, gajah, dll, ” terangnya.

Untuk itu, Bismark mengimbau petani untuk mengikuti program ini. Apalagi, mendaftar AUTP terbilang cukup mudah.Hal ini akan menjadi nilai tambah bagi petani, karena dengan bergabung dalam kelompok tani, petani bisa mendapatkan banyak pengetahuan, baik seputar asuransi maupun pengadaan sarana produksi hingga strategi pemasaran yang tepat.

” Setelah memahami manfaat jaminan kerugian yang didapat dari program AUTP, petani bisa mendaftarkan diri. Namun, waktu pendaftaran biasanya paling lambat berlangsung 30 hari sebelum musim tanam dimulai. Untuk mendaftarkan diri, petani juga akan mendapat pendampingan khusus dari petugas UPTD Kecamatan serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), ” ungkapnya.

Dijelaskan dalam Peraturan Menteri Pertanian No. 40 Tahun 2015, sebagian premi asuransi pertanian akan ditanggung oleh pemerintah pusat melalui Kementeian Pertanian. Oleh sebab itu, petani tidak perlu khawatir tentang biaya-biaya yang perlu dipersiapkan. Petani hanya akan diminta membayar premi sebesar 20% proporsional atau kurang lebih Rp.36 ribu per hektare sawah di setiap musim tanam.

” AUTP merupakan kegiatan yang tergantung fenomena alam, sehingga diperlukan tindakan yang cermat dalam menghadapinya. Saat musim kemarau, petani harus dapat mengantisipasi agar tidak terjadi kekeringan. Begitu juga saat musim penghujan, banjir bisa mengancam. Fenomena alam ini dapat dihadapi jika prasarana dan sarana siap serta sesuai, ” katanya.

Dikatakannya, penggunaan benih yang sesuai (spesifik lokasi), pemberian pupuk seimbang dan tepat waktu, penggunaan pestisida secara bijak, serta manajemen pengairan merupakan hal-hal yang harus diperhatikan.

Ketika hal-hal tersebut sudah terpenuhi, kegiatan usaha tani padi dapat berjalan lancar, sehingga mampu menghasilkan produksi yang diinginkan. Tetapi terkadang, sering terjadi gagal panen karena fenomena iklim, sehingga melunturkan semangat petani, ” ungkapnya.

Adanya tren positif peserta AUTP, menurut Bismark, karena pelaksanaan asuransi pertanian yang bekerjasama dengan PT. Jasindo ini memberikan berbagai keuntungan bagi petani. Bukan hanya nilai premi yang dibayarkan petani cukup murah, tapi juga memberikan ketenangan dalam berusaha.

“ Petani semakin mengerti manfaat dan peluang dari asuransi ini. Hanya dengan seharga satu bungkus rokok, petani bisa tidur tenang. Petani tidak perlu takut lahannya rusak terkena banjir, kekeringan atau terserang hama penyakit, ” tuturnya.

AUTP merupakan upaya Kementan untuk melindungi usaha tani agar petani masih bisa melanjutkan usahanya ketika terkena bencana banjir, kekeringan atau serangan hama. Bahkan untuk mendorong petani mengikuti AUTP, pemerintah memberikan bantuan premi asuransi tani sebesar Rp.144 ribu per hektare.

Petani/Kelompok tani yang akan mendaftar asuransi didampingi oleh penyuluhnya mendaftar dengan mengisi form digital pada aplikasi SIAP. AUTP diharapkan mampu memitigasi risiko usaha petani, sehingga mereka bisa berdaya saing yang lebih baik. Syarat utamanya, petani dengan sukarela mau menjadi peserta AUTP.

” Setelah menjadi peserta AUTP, petani otomatis akan mendapat jaminan perlindungan terhadap risiko usaha tani, sehingga setelah mendapatkan klaim, petani bisa melakukan usaha taninya kembali, ” pungkasnya.

Bismark mengingatkan, memasuki masa tanam Agustus 2020, petani diharapkan mengikuti mengikuti asuransi pertanian atau AUTP. Karena, dengan ikut AUTP, petani tak perlu khawatir dengan ancaman puso atau gagal panen nantinya. ” Dengan adanya AUTP, petani yang terkena musibah banjir atau kekeringan bisa mendapatkan ganti rugi, ” tuturnya. (RI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here