Minggu, Agustus 1, 2021
BerandaHiburanGaya HidupMahasiswa IPB Observasi Lingkungan ke Pulau Poncan Sibolga

Mahasiswa IPB Observasi Lingkungan ke Pulau Poncan Sibolga

SIBOLGArealitasonline.id | Selama pandemi Covid-19 sejumlah daerah wisata mengalami penurunan jumlah pengunjung. Hal ini menjadi daya tarik seorang mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), Syamira Alina Putri Lubis dari Fakultas Peternakan program studi (Prodi) Nutrisi dan Teknologi Pakan IPB untuk melakukan observasi lingkungan di daerah wisata bahari Pulau Poncan Kabupaten Tapanuli Tengah Provinsi Sumatera Utara.

Syamira, warga Kota Medan yang akrab disapa Ami tersebut mengatakan ide untuk melakukan observasi lingkungan itu berasal dari keinginannya sendiri untuk melihat apakah ada korelasi (hubungan) antara pandemi Covid-19 dengan penurunan jumlah pengunjung dan kebersihan lingkungan di daerah wisata pantai.

BACA JUGA : Penyekatan Kendaraan di Pintu Masuk Kota Medan Terus Berlanjut

Observasi lingkungan di Pulau Poncan dilakukannya dengan singkat karena mengambil momen waktu libur, yakni Jumat (4/6/2021) hingga Minggu (6/6/2021), sebut alumni SMA Harapan 3 Delitua Kabupaten Deliserdang, Selasa (8/6/2021), kepada realitasonline.id.

Dari hasil observasi lingkungan secara singkat itu meski belum bisa disebutkan kesimpulan, kata Ami pada Rabu (9/6/2021), terungkap fakta bahwa pandemi Covid-19 telah mengurangi jumlah pengunjung ke daerah wisata di Pulau Poncan.

Ombak putih, birunya air laut, dan rimbunnya pepohonan di gugusan Bukit Barisan. (realitasonline.id/Ayu Kesuma Ningtyas)

Tetapi di sisi lain, kondisi itu membawa dampak positif bagi kebersihan lingkungan di tempat wisata khususnya wisata pantai dari sampah manusia. Seperti yang terlihat di pantai Pandan Sibolga tidak tampak sampah berserakan. Demikian juga di pantai Mela Bay.

Ami yang menceritakan pengalamannya ke Pulau Poncan, dia pergi menggunakan speedboat dengan waktu tempuh 20 hingga 30 menit dari Pia Hotel Pandan Sibolga menuju Pulau Poncan. Selama dalam perjalanan laut, mahasiswa semester 2 ini melihat kondisi air laut yang jernih dengan airnya bewarna biru.

BACA JUGA : DPRD Sumut Tinjau IPA Sunggal, PDAM Tirtanadi Dapat Dukungan

“Sampah bungkusan makanan maupun botol minuman plastik tidak ada terlihat mengapung di air laut. Dari atas boat masih bisa terlihat tanaman laut yang hijau. Saya juga masih dapat melihat jenis ikan mirip ikan terbang. Beberapa kali saya melihat ikan terbang itu. Saya katakan ikan terbang karena saya lihat ikan itu seperti terbang di atas permukaan air laut,” ujarnya yang tidak mengetahui jenis ikan terbang itu.

Sewaktu mendarat di tepian Pulau Poncan, Ami mengamati pasir berwarna putih yang terhampar di bibir pantai. Dia melihat hewan laut, seperti bintang laut dan berbagai jenis kulit kerang-kerangan muncul di balik pasir putih itu.

Ami mengamati tidak ada terlihat penduduk lokal. Namun, ada sejumlah kecil pengunjung (wisatawan) yang datang ke Pulau Poncan.

“Kalau pun ada pengunjung hanya dalam jumlah dan kelompok kecil. Umumnya, pengunjung hanya bermain air laut dengan durasi waktu sekitar 1-2 jam,” sebutnya.

Baca Juga:   3 Warga Asahan Meninggal Dunia Positif Covid-19
Jernihnya air laut memperlihatkan tanaman laut yang hijau. (realitasonline.id/Ayu Kesuma Ningtyas)

Untuk kebersihan di daerah bibir pantai ada terlihat sejumlah kecil sampah berserakan, namun hal itu bukan berasal dari sampah manusia tetapi sampah yang terdampar karena terlihat seperti sudah lama.

“Hal ini bisa menjadi masukan bagi Pemkab Tapanuli Tengah untuk menyisir sampah-sampah yang banyak terdampar itu untuk diangkut agar bibir pantai Pulau Poncan lebih bersih,” sebut Ami.

Untuk diketahui, Pulau Poncan adalah salah satu destinasi wisata bahari di Kabupaten Tapanuli Tengah Provinsi Sumatera Utara. Berjarak 7 km dari daratan Kota Sibolga dengan luas 500 hektare.

Baca Juga:   Butuh Pasokan, Masih 44.598 Warga Taput Divaksin Covid-19

Air laut Pulau Poncan sangat jernih, ikan hias yang dikenal dengan sebutan ikan badut atau Nemo, terumbu karang dan biota lautnya masih banyak terlihat di parairan Pulau Poncan.

Saat dalam perjalanan dengan boat, pemandangan yang terlihat indah adalah rimbunnya pepohonan di gugusan Bukit Barisan yang tampak menghijau dan pasir putih di bibir pantai.

Penegakan Prokes di Daerah Wisata

Sementara itu Paul Pasaribu, pegawai Pia Hotel Pandan Sibolga mengaku pendapatan mereka menurun drastis sejak wabah Covid-19, karena jumlah pengunjung maupun wisatawan yang datang menurun. Sepinya pengunjung juga dikarenakan adanya Peraturan Bupati (Perbup) terkait himbauan untuk mengurangi mobilitas dan pembatasan jam operasional di tempat usaha wisata.

Terkait protokol kesehatan, kata Paul, pihaknya tetap mematuhi aturan pemerintah daerah Kabupaten Tapanuli Tengah. Seperti, pengukuran suhu tubuh kepada tamu hotel, penyediaan tempat cuci tangan yang dilengkapi sabun dan handsanitizer, serta pengaturan jarak kursi tamu. “Kami juga mewajibkan tamu pakai masker saat masuk hotel,” jelasnya seraya menambahkan untuk sarapan pagi tamu pengunjung, pihak restoran hotel memberlakukan packaging makanan.

“Sarapan pagi tamu tidak lagi dengan sistem prasmanan, tetapi sudah dipacking dalam wadahnya. Seperti Pizza dibuatkan wadah karton, nasi goreng kampung dengan lauknya lengkap dibuat wadahnya tersendiri, demikian pula dengan minuman teh, kopi maupun air putih sudah ada wadahnya berupa gelas-gelas dari karton dan plastik. Sehingga masing-masing tamu bisa mengambilnya secara praktis dan higienis.

Seorang pengunjung tampak berenang di air laut yang jernih. (realitasonline.id/Ayu Kesuma Ningtyas)

Saipul Bahri, tekong (supir boat) mengatakan pihaknya juga tetap mematuhi protokol kesehatan saat membawa pengunjung yang ingin naik boat. Seperti, biasanya pengunjung yang dibawa adalah keluarga atau kelompok.

“Saya tidak mencampuradukan para pengunjung dalam satu boat, tetapi kami di sini sepakat membawa pengunjung satu keluarga satu boat atau satu kelompok satu boat. Biasanya, jumlah pengunjung yang umumnya keluarga itu berjumlah 5 hingga 6 orang,” urainya. (AY)

Laporan: Ayu Kesuma Ningtyas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER

BERITA TERBARU