Selasa, Desember 7, 2021
BerandaEkonomiPadangsidimpuan Kota Terbaik se Sumut Dalam Pengendalian Inflasi Daerah

Padangsidimpuan Kota Terbaik se Sumut Dalam Pengendalian Inflasi Daerah

PADANGSIDIMPUANrealitasonline.id | Kota Padangsidimpuan raih penghargaan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Award tahun 2020, setelah ditetapkan sebagai Kota Pengendali Inflasi Daerah (PID) terbaik se – Sumatera Utara Tahun 2020, pada acara penyerahan penghargaan TPID Awards 2020, di Grand Ballroom Hotel Adimulia Medan, Rabu (24/11/2021).

Penghargaan TPID Award diserahkan Kepala Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara Soekowardojo kepada Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution SH, dihadiri Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan perwakilan negara Sahabat. Prestasi yang diraih Kota Padangsidimpuan tersebut merupakan yang ke dua tahun berturut-turut, setelah tahun 2019 berhasil meraih prestasi serupa.

Usai menerima penghargaan, Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution SH mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim TPID Padangsidimpuan yang telah bekerja keras dan juga kepada pemerintah pusat dan Provinsi atas perhatiannya kepada Pemko Padangsidimpuan selama ini. 

Baca Juga:   IPSM dan Pemkab Labusel Peringati Hari Disabilitas Internasional

Menurut Walikota, dalam pengendalian inflasi, selama ini Pemko Padangsidimpuan selalu menerapkan dua hal yakni sinergitas dan inovasi dengan melibatkan banyak pihak.

” Kami selalu libatkan banyak pihak dalam menjalankan program program yang mendukung inflasi. Dukungan penuh pemerintah serta stakeholder terkait bisa membuat Padangsidimpuan dapat mengendalikan inflasi pada tahun ini dan kedepan nanti, ” kata Walikota.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut, Soekowardojo, mengucapkan selamat untuk Padangsidimpuan telah dua tahun berturut-turut menjadi Kabupaten/Kota PID terbaik, semoga prestasi ini bisa dipertahankan di tahun-tahun berikutnya.

Soekowardojo mengatakan terdapat tiga indikator utama dalam penilaian TPID Awards, yakni, aspek proses, program unggulan dan aspek outcome. Untuk a lspek proses memiliki bobot 20 persen, program unggulan 30 persen, dan outcome berbobot 50 persen.

Baca Juga:   Kader Karang Taruna Tapsel Ikuti Pelatihan Peracikan Barista Kopi

Disebutkannya, salah satu faktor penting dalam penilaian tersebut adalah kolaborasi, uang mana disetiap kegiatan pengendalian inflasi, Padangsidimpuan selalu melibatkan banyak pihak sehingga koordinasi dan penentuan kebijakan program menjadi mudah dan tepat sasaran.

” Model kolaborasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Padangsidimpuan bisa menjadi contoh bagi daerah lainnya, misalnya, setiap hendak memasuki masa panen, Padangsidimpuan selalu berkoordinasi dengan pemerintah pusat, Provinsi Sumatera Utara dan stakeholder yang terkait. Demikian juga dengan hal lainnya, ” tambah Soekowardojo. (RI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER

BERITA TERBARU