Minggu, Agustus 1, 2021
BerandaEkonomiPengering Jagung di Taput Tak Kunjung Rampung, Inalum dan IT DEL Janji...

Pengering Jagung di Taput Tak Kunjung Rampung, Inalum dan IT DEL Janji Akhir Tahun Ini

TARUTUNG realitasonline.id | Seiogianya akhir tahun 2020 sebuah bangunan pengering jagung (Shallow Geothermal Dryer) di Tapanuli Utara sudah berdiri dan beroperasi. Tetapi hingga kini belum ada tanda-tanda pendiriannya. 

Seperti pernah diberitakan media ini, alat pengering jagung direncanakan berdiri dan berlokasi di lahan milik Pemkab Taput di Sipoholon yang memiliki potensi sumber air panas.

Disebut kalau alat pengering jagung ini adalah uji coba teknologi baru yang merupakan kerjasama antara PT Inalum (Persero) melalui program CSR (Corporate Social Responsibility) dengan LPPM IT DEL guna membantu para petani di Tapanuli Utara mengeringkan biji jagung selepas panen. 

“Alat pengering jagung memanfaatkan potensi sumber daya air panas yang berada di Kecamatan Sipoholon kabupaten Tapanuli Utara,” ujar sumber Realitasonline.id

Penyelesaian pekerjaan proyek pengering jagung yang bersumber dari anggaran CSR Inalum ke pemerintah kabupaten Tapanuli Utara tahun 2019 seharusnya selesai bulan Juni tahun 2021,seperti pernah dijanjikan pihak PT Inalum dan LPPM IT DEL Januari lalu menjawab pertanyaan sejumlah wartawan, selepas mereka berkoordinasi dengan pemkab Taput. 

Dalam surat press rilis bersama dari PT.Inalum dan IT Del yang dikirimkan Arfan Harahap mewakili pimpinan Inalum, melalui pesan WA, Senin (14/06/2021) kepada wartawan, alasan molornya pembangunan alat pengering jagung akibat berbagai hal teknis.

Baca Juga: Bupati Asahan Buka Pertemuan Penyusunan GKPK

Baca Juga: Unik, Bakso Kelapa Milik Mas Sukadi Ramai Diburu Penikmat Kuliner

Diterangkan kalau PT Inalum (Persero) dan LPPM (Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat) IT DEL tetap konsisten dan komitmen untuk melanjutkan penyelesaian pembuatan alat pengering jagung (Shallow Geothermal Dryer) yang merupakan teknologi baru untuk dapat dimanfaatkan secara langsung oleh para petani jagung guna mengeringkan hasil panennya.

Masih dalam realis, disebut sebuah proyek untuk uji coba peralatan dengan teknologi baru tentu memerlukan proses secara ilmiah, terukur dan teruji, maka dari itu, Tim teknis dari LPPM IT DEL menjelaskan bahwa sejak Januari – April 2021, telah dilaksanakan pengujian awal terhadap beberapa usulan desain untuk memperoleh prototipe alat pengering yang sesuai.

Baca Juga: Bobby Nasution Minta Dinas PU Pakai E-Katalog Percepat Proses Tender

Baca Juga: Pemko Medan Kembali Menertibkan Cafe Langgar PPKM Mikro

Baca Juga:   Rumah Yusup Diserang Preman, Minta Polisi Pelaku Segera Ditangkap

Kemudian dilanjutkan kembali dengan persiapan instalasi peralatan di lokasi yang rencana awalnya akan dimulai pada pertengahan Mei 2021 hingga akhir Juni 2021. 

Namun dikarenakan satu dan lain hal terkait proses administrasi, masalah teknis dan faktor cuaca, maka proyeksi jadual pekerjaan mengalami koreksi atau penjadwalan ulang, mulai minggu pertama Juni 2021 hingga minggu pertama Oktober 2021, dengan estimasi waktu selama kurang lebih 4 Bulan.

Sebagaimana diketahui, alat pengering jagung (Shallow Geothermal Dryer) ini adalah uji coba teknologi baru yang merupakan kerjasama antara PT Inalum (Persero) melalui program CSR (Corporate Social Responsibility) dengan LPPM IT DEL dengan memanfaatkan potensi sumber daya air panas yang berada di Kecamatan Sipoholon kabupaten Tapanuli Utara.

Baca Juga:   Rumah Yusup Diserang Preman, Minta Polisi Pelaku Segera Ditangkap

PT Inalum bersama LPPM IT DEL selaku tim teknis berkomitmen mendirikan bangunan alat pengering jagung dengan memanfaatkan tenaga uap air panas di lahan Pemkab Taput.

Terlepas dari komitmen, masyarakat sekitar lokasi saat berbincang dengan Realitasonline.id berasumsi molornya pembangunan alat pengering biji jagung bisa mungkin salah satu kendala yang dihadapi debit sumber mata air panas belum mencukupi kebutuhan atau disebabkan suhu air panas masih dibawah rata-rata. 

“Kami warga disini mengetahui persis bahwa di lahan milik pemkab Taput akan dibangun alat pengering jagung memanfaatkan potensi air panas di lokasi tersebut. Setahun lebih berlalu ternyata belum jadi-jadi”,ujar seorang warga mengaku bermarga Situmeang kepada wartawan. 

Timpal warga lain, kala bangunan alat pengering jagung itu, akhirnya tidak jadi oleh berbagai hal teknis yang tidak memungkinkan , alangkah lebih baik lokasi itu dikembangkan menjadi sebuah usaha pemandian air panas yang diharapkan bisa menjadi sumber pendapatan daerah. Terserah apakah dikelola perusahaan daerah atau diserahkan kepada pihak ketiga. 

Kalaulah kondisi sumber air panas belum memenuhi digunakan sebagai salah satu instrumen penting dalam pembuatan alat pengering jagung, yang jadi salah satu kendala ,tak lah mengapa, pihak pemberi CSR PT Inalum dan tim teknisi IT Del berterus terang, masih komen warga sekitar saat bincang dengan media, Selasa kemarin.

Tetapi seperti komitmen,pihak Inalum dan IT Del, mudah-mudahan terealisasi akhir tahun ini, harap warga petani jagung. (MN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER

BERITA TERBARU