Rabu, Februari 1, 2023
BerandaSumutPengusaha Meranti Land Abaikan Surat Panggilan Jaksa Terkait Raibnya Pohon Mahoni di...

Pengusaha Meranti Land Abaikan Surat Panggilan Jaksa Terkait Raibnya Pohon Mahoni di Simalungun

SIMALUNGUN – realitasonline.id | Kejaksaan Negeri Simalungun sangat menyesalkan sikap pengusaha Meranti Land di jalan Asahan Kecamatan Siantar. Pasalnya, oknum pengusaha tersebut tidak datang memenuhi panggilan jaksa, yang seyogianya hadir pada Senin (21/11/2011).

Untuk itu, pihak Kejaksaan akan bersikap tegas dengan melayangkan surat panggilan berikutnya dalam waktu secepatnya. Pemanggilan terhadap oknum pengusaha tersebut terkait,raibnya sejumlah 29 batang pohon Mahoni yang menjadi penghalang di kompleks perumahan elit tersebut.

Demikian dikatakan Kajari Bobbi Sandri SH MH melalui Kasi Pidsus M Kenan Lubis SH MH didampingi Kasi Pidum Yoyok Adi Syahputra SH MH kepada wartawan, Rabu (23/11/2022) di kantornya.

“Tanpa pemberitahuan atau konfirmasi dari yang bersangkutan ke kami. Maka kami akan segera layangkan surat panggilan kedua,” tegasnya.

Menurut Kenan, dasar pemanggilan kepada pengusaha Meranti Land terkait adanya laporan dan sejumlah pemberitaan media cetak dan online raibnya sejumlah 29 pohon mahoni tepat di kompleks elit tersebut di jalan Asahan Kecamatan Siantar, Simalungun.

Baca Juga:   Dishalatkan Ribuan Jam'ah, Banjiran Air Mata Berangkatkan Jenazah Santri dari Madina ke-Riau

UPT Provsu selaku pihak yang paling kompeten dengan pohon mahoni tersebut secara kooperatif telah datang memenuhi panggilan jaksa untuk dimintai keterangan.

Oleh karena itu pihak kejaksaan terus melakukan pengembangan dalam penanganan kasus tersebut. Dari hasil keterangan pihak UPT Provsu maka ditemukan sejumlah data dan informasi juga bukti untuk memanggil pihak Meranti Land.

Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, setelah jaksa menerima laporan pengaduan atas raibnya 29 pohon Mahoni dijalan lintas Siantar-Asahan atau tepatnya di depan kompleks Meranti Land, pihaknya terus menindaklanjutinya dengan memanggil sejumlah oknum terkait.

Pohon Mahoni yang sudah berusia puluhan itu ditebang oleh OTK. Diduga dilakukan oknum yang tidak bertanggungjawab atau patut diduga agar kompleks Meranti Land bisa terbuka tanpa penghalang.

Sejumlah pihak meminta Agar raibnya pohon mahoni bernilai ekonomis tersebut segera diusut tuntas.

Pohon mahoni yang ditanam UPT Dinas PU Provsu tersebut bermanfaat sebagai taman hijau atau jalur hijau. Sebagai jalur hijau dan merupakan paru paru kota untuk mencegah pencemaran dan mengurangi polusi udara. Pohon tersebut juga menjadi pelindung bagi masyarakat dari pencemaran udara.

Baca Juga:   Wali Kota Terima Audiensi Pengurus Muhammadiyah PW Sumut dan PD Padang Sidempuan

Penebangan tersebut mengakibatkan rusaknya lingkungan sebagaimana diatur dalam pasal 98 ayat (1) UU No 32/2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Penebangan diduga terjadi pada Minggu, 18 September 2022 lalu. Sebagaimana pengakuan beberapa warga, penebangan dilakukan malam hari dan diangkut menggunakan mobil truk juga pickup Mitsubishi.

Bahkan Kenan juga menjelaskan, jika sebelumnya ada permohonan ijin penebangan oleh oknum wartawan. Tapi ijin tersebut belum disetujui oleh pihak terkait. Meski belum disetujui, faktanya pohon tetap ditebang secara ilegal.

“Untuk itu, berdasarkan laporan yang sudah kami terima maka akan segera kita periksa sejumlah oknum terkait dalam penebangan tersebut,” tegasnya. (RH)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

BERITA POPULER

BERITA TERBARU