Kamis, Juli 9, 2020
Beranda HL Rusuh Gara-gara BLT di Madina, Kades Mompang Julu Akhirnya Mundur

Rusuh Gara-gara BLT di Madina, Kades Mompang Julu Akhirnya Mundur

MADINA – realitasonline.id | Kepala Desa (Kades) Mompang Julu Kecamatan Panyabungan Utara Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Provinsi Sumatera Utara, Hendri Hasibuan akhirnya memilih mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kades setelah warga melakukan pemblokiran Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) selama 15 jam.

Surat pengunduran diri Kades tersebut dibacakan Camat Panyabungan Utara, Ridho Fahlevi didampingi Kapolsek Panyabungan, AKP Andi Gustawi dan Komandan Koramil Panyabungan, Kapten Inf AK Harahap di halaman Mesjid Raya Mompang Julu pada Senin malam (29/6/2020).

Dengan mundurnya Kades tersebut akhirnya blokade Jalinsum dibuka warga sekitar pukul 03.30 Wib.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Kabupaten Mandailing Natal, Drs Sahnan Pasaribu, Selasa (30/6/2020), membenarkan pengunduran diri Kades tersebut.

“Pak Kades sudah membuat surat pengunduran diri sesuai keinginan warganya. Tentunya surat tersebut akan diproses sesuai aturan,” kata Sahnan Pasaribu.

Dari informasi yang dilansir Antara, aksi blokade Jalinsum ini dilakukan warga disebabkan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa untuk penanganan dampak  Covid-19.

Warga menuduh kepala desa tidak transparan dan diduga melakukan penggelapan dana BLT tersebut dan meminta Kades untuk mengundurkan diri.

Aksi memuncak terjadi pada Senin sore akibat keinginan warga tidak dipenuhi Pemkab Madina sehingga warga tersulut emosi. Mereka melempari personel kepolisian dengan batu hingga aparat kepolisian mengalami luka-luka sebanyak enam orang.

Tak puas itu saja, warga juga membakar dua unit mobil. Salah satu mobil tersebut adalah mobil dinas Wakapolres Madina.

Kepala Desa Mompang Julu Hendri Hasibuan mengatakan pembagian BLT sudah sesuai dengan musyawarah desa (Musdes).

“Dari Musdes disepakati BLT dibagikan kepada 873 KK dari seharusnya 97 KK, sehingga warga menerima Rp 200.000/KK, inilah yang diprotes sebagaian warga,”ucapnya. (AY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER

‘Negeri Bertuah’ Kembali Diguncang Isu Corona, Jubir Satgas: Warga Kuala PDP, Bukan Positif Covid-19

STABAT - Realitasonline | Kabupaten Langkat yang kerap disebut dengan 'Negeri Bertuah' kembali diguncang isu corona karena salah satu warganya yang positif...

“Dicomblangin”, Harimau Sumatra di London Dibunuh Calon Pasangannya

LONDON - RealitasOnline | Seekor harimau Sumatra mati di Kebun Binatang London. Harimau betina bernama Melati itu dianiaya calon pasangannya, harimau jantan...

“Jemput Bola” Rekam E-KTP, Disdukcapil Pakpak Bharat Terima Penghargaan Gubsu

PAKPAK BHARAT - Realitasonline | Untuk memenuhi persyaratan bagi warga Pakpak Bharat yang sudah berusia 17 tahun atau yang telah kawin untuk...

“Mardua Holong” Tampil Apik Pada Perayaan HBA Kejari Simalungun

SIMALUNGUN - Realitasonline | Keluarga besar  Kejari Simalungun merayakan HBA (Hari Bhakti Adhyaksa) ke 59 penuh suka cita bertempat di Hotel Horizon...

BERITA TERBARU

UNESCO Global Geopark, Edy Rahmayadi Dorong Peningkatan Fasilitas Kaldera Toba

DELISERDANG - realitasonline.id | Dewan Eksekutif United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada sidang ke-209 menyepakati Kaldera Toba sebagai UNESCO Global...

Simpan Ganja Dalam Gubuk Divonis 5 Tahun Bui

Simalungun - realitasonline | Batu Marsaid Lada Simarmata (42) terbukti menyimpan ganja dalam gubuk divonis 5 tahun denda 900 juta subsider 6...

Pemprov Sumut Terus Kembangkan Transaksi Elektronik

MEDAN - realitasonline.id | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus mengembangkan transaksi digital. Hingga saat ini, Pemprov Sumut memiliki beberapa aplikasi transaksi elektronik,...

Tingkatkan Ketahanan Pangan, Bupati dan Ketua TP PKK Asahan Gerakan Tanam Cabai

ASAHAN - realitasonline.id | Gerakan Tanam Cabai memiliki maksud dan tujuan untuk memasyarakatkan optimalisasi lahan pekarangan baik di pedesaan maupun perkotaan dalam memproduksi kebutuhan pangan.